Aceh

IDI Aceh: Hasil Rapid Test Belum Tentu Positif Covid-19

Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr dr Safrizal Rahman, M.Kes Sp.OT

Banda Aceh — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh sangat menyesalkan penyebaran informasi yang menyebutkan seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, positif Coronavirus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test.

“Sehubungan dengan maraknya beredar pesan WhatsApp terkait seorang dokter spesialis yang positif Covid-19 hasil rapid test di Aceh Utara, IDI Wilayah Aceh menyampaikan sangat menyesalkan penyebaran informasi tersebut,” ujar Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr dr Safrizal Rahman, M.Kes Sp.OT, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Menurut Safrizal, informasi tersebut sangat merugikan sejawat yang bersangkutan dan meresahkan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Ditegaskannya, hasil pemeriksaan rapid test positif bukan berarti pasien terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19, melainkan perlu tahapan pemeriksaan lanjutan yaitu swab tenggorokan dan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

“Bahwa selama ini, banyak pasien yang positif rapid test, namun justru negatif saat dilakukan pemeriksaaan swab tenggorokan dan RT-PCR,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, dr. Safrizal Rahman juga meminta kepada aparat kepolisian melakukan upaya peringatan, bila perlu melakukan proses hukum terhadap mereka yang menyebarkan informasi tersebut ke ranah publik.

“Kejadian ini dapat berdampak pada dokter yang merupakan benteng utama dalam berjuang melawan wabah Covid-19,” tegasnya.

Ketua IDI Wilayah Aceh menjelaskan, sekitar 80-85% pasien terindikasi Covid-19 tidak bergejala, berarti sebenarnya banyak pasien Covid-19 di masyarakat yang bila dilakukan test akan positif, meskipun tanpa keluhan dan mereka malah membawa serta menyebarkan virus tersebut kemana-mana.

“Inilah dasar kenapa Pemerintah kita justru meminta masyarakat untuk tetap di rumah dengan aturan pembatasan sosial (social distancing) dan menjaga jarak fisik (physical distancing),” sebut Safrizal seraya menambahkan terkena Covid-19 bukanlah aib, sehingga tidak perlu menimbulkan keresahan.

Disebutkannya, IDI Wilayah Aceh juga mendukung sepenuhnya setiap program pemerintah dalam upaya menghadapi wabah Wovid-19 ini. (m)

image_print

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data...

Artikel Terkait