Ekonomi

TA. Khalid: Jangan Pangkas Anggaran Petani dan Nelayan untuk Covid-19

Anggota Komisi IV DPR RI, TA. Khalid

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh TA. Khalid meminta Pemerintah tidak memangkas anggaran petani dan nelayan untuk penanganan pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) saat ini.

Menurutnya, kebijakan negara merealokasikan anggaran untuk dana stimulus pangan masa pandemi Covid-19 dan me-refocusing anggaran guna pencegahan dan penyelamatan rakyat dari virus Corona memang sangat wajar dan suatu keharusan.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

“Tapi tidaklah harus memangkas anggaran pemberdayaan para petani di Kementerian Pertanian dan pemberdayaan nelayan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, apalagi 75% rakyat Indonesia itu hidupnya di sektor pertanian dan perikanan,” ujar Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, TA. Khalid dalam keterangannya di Jakarta, Jum’at (1/5) malam.

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

Data diperoleh TA. Khalid, anggaran Kementerian Pertanian dari Rp21 triliun dipotong oleh pemerintah sekitar Rp7 triliun. Sedangkan anggaran di Kementerian Perikanan dan Kelautan Rp6,4 triliun, dipotong skitar Rp2 triliun.

“Seharusnya ditambah (alokasi anggaran di dua kementerian itu) karena Covid-19 tidak mengganggu petani dan nelayan dalam meningkatkan produktivitasnya,” kata TA. Khalid yang juga Ketua Gerindra Aceh.

TA. Khalid menjelaskan, harus dipahami bahwa Covid-19 hanya dapat mengganggu para nelayan dan petani pada sektor penjualan hasil tangkap dan panennya saja.

Sedangkan dalam hal menangkap ikan, membudidayakan dan bercocok tanam mereka tidak terganggu dengan Covid-19, karena di laut, tambak, sawah dan kebun tidak ada virus Corona.

“Maka seharusnya dalam situasi Covid-19 ini, negara memangkas anggaran dari kemeterian lain untuk menampung dan membeli semua hasil tangkap dan panen mereka, serta menambah anggaran pemberdayaan untuk para petani dan nelayan agar dapat meningkatkan produksinya, sehingga ketersedian pangan nasional pun dapat terjaga dan terjamin,” tegas TA. Khalid.

Apalagi, kata TA. Khalid, semua menyadari bahwa wabah Covid-19 bukanlah kiamat yang akan menamatkan kehidupan selanjutnya. Karenanya, tugas utama negara di samping wajib menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat dari kematian karena virus Corona, juga harus memastikan ketersedian pangan nasional, baik dalam masa Covid-19 maupun ketersedian pangan pasca virus ini agar rakyat tidak mati kelaparan.

“Jangan sampai saat wabah Corona sudah berlalu nantinya, kita bertemu dengan masa paceklik dan kelaparan,” pungkas TA. Khalid. [*]

image_print
author avatar
Redaksi
Redaksi INFOACEH.net
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Artikel Terkait