Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin Sp.OT K-Spine FICS
Banda Aceh — Kalangan tenaga medis di rumah sakit yang selama ini menangani perawatan pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh kini juga mulai terinfeksi penularan virus Corona di provinsi itu.
Setelah seorang tenaga medis di salah satu Puskesmas di Aceh Tamiang berinisial SS (27) positif terinfeksi Covid-19 pada Sabtu (20/6), kini giliran 4 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang juga sudah terpapar virus Corona pada Minggu (21/6).
Keempat tenaga medis tersebut merupakan perawat yang selama ini bertugas menangani perawatan pasien positif Covid-19 di ruang Respiratory Intensif Care Unit (RICU) RSUDZA Banda Aceh.
Mereka adalah M (32) dan H (40), keduanya pria, serta DE (29) dan HY (36), keduanya perempuan. Diperkirakan, para perawat terpapar virus Corona dari pasien Suk (63), positif Covid-29, warga Brandan Barat, Sumatera Utara yang meninggal dunia di RSUDZA pada 17 Juni 2020 siang.
Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin Sp.OT K-Spine FICS, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya empat tenaga medis di rumah sakit yang dipimpinnya itu yang terpapar virus Corona.
“Iya, benar. Ada tenaga medis dinyatakan positif Corona. Keempatnya adalah berprofesi sebagai perawat yang bertugas di Ruang RICU RSUDZA Banda Aceh,” ujar dr. Azharuddin, Minggu (21/6).
Azharuddin mengatakan, mereka terpapar virus itu dari pasien positif Corona asal Sumatera Utara yang meninggal dunia beberapa hari lalu.
Empat perawat itu diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab dengan menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) di Laboratorium Balitbangkes Aceh,
“Tim medis yang menangani pasien Corona yang meninggal dunia itu mereka diswab, dan empat orang ternyata hasil swabnya positif.
Mereka saat ini sudah menjalani isolasi dan perawatan di RSUDZA,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, satu pasien Covid-19 meninggal dunia saat dalam penanganan Tim Medis RICU RSUDZA Banda Aceh pada Rabu (17/6) sekira pukul 11.00 WIB. Pasien yang meninggal dunia tersebut berinisial Suk (63), yamg merupakan warga Brandan Barat, Provinsi Sumatera Utara. Suk datang ke Aceh untuk mengunjungi anak dan menantu serta cucunya.
Berdasarkan informasi dari tim surveilans Gugus Tugas Covid-19, Suk berkunjung ke rumah anaknya di kawasan Lambaro, Aceh Besar. Ia tiba pada 12 Juni 2020.
Pada 16 Juni 2020 ia mengeluh sakit dan pihak keluarga membawanya ke Rumah Sakit Pertamedika. Tim Medis Pertamedika memutuskan merujuk Suk ke RSUDZA pada hari itu juga. Setiba di RSUDZA, tim medis menemukan gejala pneumonia dan penyakit penyerta lainnya, karena itu diambil swab tenggorokan dan hidung pada 16 Juni 2020, dan hasil pemeriksaan dengan RT-PCR terkonfirmasi Suk positif Covid-19.
Selain positif Covid-19, Suk juga memiliki dua penyakit penyerta, yakni pneumonia dan diabetes mellitus. (IA)



