INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Ekonomi

LKS Aceh Dongkrak Pangsa Pasar Bank Syariah di Indonesia

Last updated: Senin, 22 Juni 2020 10:16 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 6 Menit
21
SHARE

Banda Aceh — Usaha yang telah diinisiasi Pemerintah Aceh dengan mengeluarkan Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), sebagai salah satu langkah strategis untuk mendongkrak pangsa pasar (market share) bank syariah pada khususnya, baik di Aceh dan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Dr. Zaki Fuad, M.Ag pada kuliah umum bertema ‘Dilema Unit Usaha Syariah (UUS); Konversi atau Spin-Off dan Pengaruhnya terhadap Market Share Bank Syariah di Indonesia’ yang digelar Prodi Perbankan Syariah FEBI UIN Ar-Raniry secara daring dengan media zoom cloud meeting.

Harga Melonjak, 1,5 Ton Cabai Merah Didatangkan dengan Pesawat dari Medan ke Banda Aceh

“Dengan diberlakukannya qanun ini, nantinya seluruh lembaga keuangan yang melakukan aktifitas dan transaksi keuangan di Aceh haruslah mengkonversi sistem dan aktifitasnya bisnisnya sesuai dengan aturan-aturan syariah,” kata Zaki Fuad, Ahad (21/6).

- ADVERTISEMENT -

Hal ini juga akan berdampak bagi bank konvensional yang ada di Aceh, untuk memilih antara konversi atau melakukan spin-off agar tetap dapat beroperasi di Aceh.

Pemateri yang dihadirkan pada kuliah umum ini adalah praktisi dari lembaga pendidikan Bank Aceh Syariah, Dr. Deddy Nofendy, M.Ag yang memiliki pengalaman selama belasan tahun di dunia perbankan syariah di Aceh. Diskusi dimoderatori Riza Aulia, M.Sc, dosen Prodi Perbankan Syariah FEBI UIN Ar-Raniry.

- ADVERTISEMENT -
Pedagang Tega, Harga Bahan Pokok di Banda Aceh Naik Gila-gilaan di Tengah Darurat Bencana

Dr. Deddy mengungkap data dan fakta di lapangan mengenai perkembangan keuanga syariah Indonesia secara global.

“Secara perkembangan kuantitatif dan ketersediaan regulasi mengenai keuangan syariah, Indonesia bahkan tidak masuk ke dalam 5 besar negara-negara di dunia. Tetapi, di tingkat literasi keuangan syariah, kita berada di posisi 2 setelah Malaysia. Ini menunjukkan rata-rata masyarakat kita sudah sedikit banyak paham dengan keuangan syariah, diwakili oleh para akademisi, praktisi dan mahasiswa yang fokusnya belajar di institusi-institusi yang menyediakan kurikulum mengenai ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Posisi Indonesia untuk negara dengan aset perbankan syariah terbesar di dunia berada di peringkat 9, setelah negara-negara di Timur Tengah, dan negara tetangga Malaysia yang lagi-lagi unggul di posisi 3 besar.

All Out Percepat Pemulihan, Dirut PLN Pimpin Langsung Penanganan Kelistrikan Aceh

“Ini seharusnya menjadi pertanyaan dan motivasi bagi industri perbankan syariah di Indonesia, untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri setelah berdiri selama lebih kurang 28 tahun,” tambahnya.

- ADVERTISEMENT -

Jika kita fokus melihat pada perkembangan perbankan syariah, per Maret 2020, aset bank syariah berada di posisi 5.99% dari keseluruhan aset perbankan di Indonesia.

Posisi ini bisa diraih setelah dikonversinya 2 bank daerah di Indonesia, yaitu Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah pada tahun 2015, dan disusul satu tahun setelahnya oleh Bank NTB yang dikonversi menjadi Bank NTB Syariah.

Hal ini (konversi atau spin-off) diharapkan akan terus terjadi sebagai bentuk pengamalan terhadap Undang-undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, yang salah satu pasalnya (Pasal 69 ayat 1) mengharuskan setiap UUS yang telah memiliki aset lebih dari 50% dari induk konvensionalnya untuk memisahkan diri menjadi Bank Umum Syariah (BUS), yang harus ditempuh dengan cara konversi ataupun spin-off.

“Jika UUS memilih untuk spin-off, otomatis market share perbankan syariah akan bertambah, tetapi tidak akan mengurangi market share perbankan konvensional secara signifikan, karena induk konvensionalnya tetap ada. Lain halnya, jika mereka (UUS) melakukan konversi. Ini akan menyebabkan berpindahnya aset secara total dari perbankan konvensional menjadi aset perbankan syariah, karena bank yang tadinya beroperasi dengan sistem konvensional, secara total menjadi bank syariah. Dampaknya, market share perbankan konvensional akan berkurang, dan dalam waktu yang bersamaan, market share perbankan syariah akan terdongkrak naik,” lanjut Dr. Deddy.

Tren konversi dan spin-off ini berpotensi untuk diteruskan oleh lebih kurang 20 UUS yang ada di Indonesia, yang sebagian besar diantaranya adalah bank daerah di masing-masing provinsi.

Terkini, ada 2 bank daerah, yaitu Bank Nagari dan Bank Riau yang sedang berproses untuk melakukan konversi aktifitas perbankannya, dari konvensional ke syariah.

“Kita harapkan, dengan semakin banyaknya Bank Daerah dan UUS yang melakukan konversi dan spin-off akan menaikkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia hingga ke level 10 atau 20%. Dan di saat yang sama, kita juga berharap bank syariah terus memperbaiki diri dengan melakukan peningkatan kualitas pelayanan baik dari segi teknologi perbankan, Sumber Daya Insani (SDI), kepatutan syariah (sharia compliance), sehingga perbankan syariah lebih dipercaya oleh masyarakat untuk melakukan aktifitas perekonomian mereka dan ini akan menaikkan pangsa pasar perbankan syariah secara organik,” tutupnya.

Dr. Hafas Furqani, Wakil Dekan I FEBI UIN Ar-Raniry menyimpulkan, dari 2 pilihan yang ada, konversi dan spin-off, akan lebih mengarahkan UUS dan bank konvensional untuk melakukan konversi, dikarenakan persyaratannya yang lebih realistis untuk dicapai, dan akan lebih menguntungkan raihan market share perbankan syariah secara agrerat.

Ia yakin dengan semakin banyaknya pilihan bank syariah yang ada nantinya, masyarakat akan lebih terbuka untuk mempercayakan aktifitas keuangannya di bank syariah. (IA)

Previous Article Img 20200622 Wa0000 Benda Mirip Bahan Peledak di Fly Over Simpang Surabaya Bukan Bom
Next Article 27 Partai Aceh Tak Terkait Temuan Bendera Bulan Bintang dan Benda Mirip Bahan Peledak

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Umum
PAKEM Kejari Sabang Perkuat Sinergi Deteksi Dini Penyimpangan Keagamaan
Kamis, 27 November 2025
Banjir meluas ke 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (2/11/2022)
Aceh
Banjir Aceh Tamiang Meluas ke 12 Kecamatan, Jalan Nasional Terendam, Ribuan Warga Mengungsi
Rabu, 2 November 2022
Ekonomi
Pedagang Tega, Harga Bahan Pokok di Banda Aceh Naik Gila-gilaan di Tengah Darurat Bencana
Minggu, 30 November 2025
Aceh
Koalisi Sipil Aceh Desak Presiden Tetapkan Darurat Bencana Nasional Banjir Sumatera 
Minggu, 30 November 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow
IKLAN HARI PAHLAWAN PEMKO
IKLAN PEMKO SABANG SUMPAH PEMUDA
IKLAN BANK ACEH HARI SANTRI
IKLAN DJP OKTOBER 2025

Berita Lainnya

Ekonomi

Pertamina Percepat Pemulihan Gangguan Distribusi BBM-LPG di Aceh

Sabtu, 29 November 2025
Ekonomi

Tim Gabungan TNI BPBA dan PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh

Jumat, 28 November 2025
Ekonomi

APBA 2026 Disahkan Rp10,8 Triliun, Turun Dibanding Tahun 2025

Jumat, 28 November 2025
Pasokan BBM dan LPG di Aceh terganggu akibat terputusnya jalan pascahujan ekstrem, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota. (Foto: Ist)
Ekonomi

Jalan Putus, Pasokan BBM Terganggu: 26 SPBU, 94 Agen LPG di Aceh Lumpuh

Jumat, 28 November 2025
Ekonomi

Baitul Mal Dorong Penguatan Wakaf Penggerak Ekonomi Aceh⁩

Kamis, 27 November 2025
Ekonomi

PT Bersama Sukses Mining Tegaskan Izin Telah Sesuai Prosedur

Kamis, 27 November 2025
Ilustrasi pencucian uang
Ekonomi

Dugaan Money Laundering di Bank Aceh: Rekening Nasabah Jadi ‘Terminal Transaksi’, Anak Pengusaha Besar Disebut Terlibat

Rabu, 26 November 2025
Ekonomi

PEMA Gelar Aceh Economic Development Forum 2025, Hadirkan Tokoh Nasional dan Daerah

Rabu, 26 November 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?