INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Biografi Ulama Aceh

Abu Imam Syamsuddin Sangkalan, Ulama Kharismatik di Labuhan Haji

Last updated: Selasa, 23 Juni 2020 06:44 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 8 Menit
Img 20200623 Wa0000
SHARE

Lahir dari sebuah keluarga yang taat beragama di Blang Poroh Labuhan Haji Aceh Selatan. Sejak kecil sudah ditanamkan dalam dirinya semangat mencintai ilmu pengetahuan. Setelah menjalani pendidikan dasarnya di kampung halamannya, Teungku Imam Syamsuddin tertarik memfokuskan kajian keilmuannya pada ilmu agama.

Setelah mendengar sebuah pesantren yang masyhur di Blangpidie, tertariklah Teungku Imam Syamsuddin untuk belajar di Dayah Bustanul Huda yang didirikan oleh seorang ulama lulusan Yan Keudah dan Kruengkalee Abu Syekh T. Mahmud bin T. Ahmad Lhoknga yang akrab dikenal dengan Abu Syech Mud Blangpidie.

Aba H Asnawi bin Tgk Ramli atau yang lebih dikenal Aba Asnawi Lamno
Aba Asnawi Lamno, Sosok Ulama Alim dan Tawadhu Penggerak Ekonomi Dayah

Pesantren Bustanul Huda didirikan pada tahun 1928 sepulangnya Abu Syech Mud dari Yan Keudah atas permintaan Teuku Sabi Ulee Balang Kuta Batee atau Blangpidie pada masa itu.

- ADVERTISEMENT -

Bustanul Huda juga merupakan Dayah yang telah mengorbit para ulama-ulama kharismatik Aceh, sebut saja di antara mereka adalah: Abuya Syekh Muda Waly al-Khalidy, Abu Calang Lamno, Abuya Haji Abdul Hamid Kamal, Syekh Muhammad Bilal Yatim al-Khalidy, Abuya Jailani Kota Fajar, Teungku Syekh Adnan Mahmud Bakongan, Abu Ibrahim Woyla ulama sufi, Abu Ghafar Lhoknga, dan banyak para ulama lainnya.

Maka belajarlah Teungku Imam Syamsuddin di Bustanul Huda dalam beberapa tahun sehingga mengantarkan beliau menjadi seorang yang alim dan memahami secara baik seluk beluk agama. Setelah menjadi seorang Teungku, pulanglah Teungku Imam Syamsuddin ke kampungnya Blang Poroh Labuhan Haji Aceh Selatan.

- ADVERTISEMENT -
Abu Kuta Krueng, yang memiliki nama asli Tgk H Usman bin Ali
Abu Kuta Krueng, Sosok Ulama Tasawuf Aceh yang Diharapkan Doanya

Beliau mulai membuka usaha kecil-kecilan berniaga dan lain-lain. Walaupun telah sampai di kampung halaman, semangatnya dalam menimba ilmu belum berkurang sedikitpun. Sehingga pada tahun 1940 pulanglah dari Padang seorang ulama muda yang sangat masyhur namanya yaitu Abuya Muda Waly al-Khalidy yang telah mengembara mencari ilmu di berbagai tempat, dan mendirikan sebuah dayah yang bernama Dayah Darussalam di Blangporoh Labuhan Haji Aceh Selatan.

Kepulangan Abuya dari Padang Sumatera Barat tidak disia-siakan oleh Teungku Imam Syamsuddin, mulailah Teungku Imam belajar dan mendalami kembali kajian keilmuannya yang pernah dipelajarinya dari Abu Syech Mud Blangpidie.

Dengan segenap kesungguhan Teungku Imam Syamsuddin belajar di Darussalam yang kemudian telah mengantarkan beliau sebagai seorang alim yang rasikh ilmunya.

Ulama kharismatik Aceh Tgk H Ishak Bin Ahmad atau dikenal Abu Ishak Lamkawe wafat pada usia 78 tahun
Abu Ishak Lamkawe, Ulama Kharismatik dan Tawadhu’ Gurunya Abu Mudi

Kemungkinan besar Abu Imam Syamsuddin merupakan murid Abuya Syekh Muda Waly periode awal, dimana pada periode ini terdiri dari para ulama-ulama yang umumnya telah alim-alim seperti Abu Yusuf ‘Alamy menantu Abuya Syekh, Abuya Aidarus Kampari anak dari Syekh Abdul Ghani Kampari guru Tarekat Abuya Syekh, Abuya Syech Jailani Kota Fajar, Teungku Syech Marhaban Kruengkale anak Abu Syech Hasan Kruengkale, Teungku Syekh Adnan Mahmud Bakongan, Abu Keumala dan para ulama lainnya.

- ADVERTISEMENT -

Diantara sekian banyak murid Abuya yang cerdas-cerdas dan alim-alim, maka Abu Imam Syamsuddin salah satu yang muncul dari mereka selain Abu Yusuf Alamy yang juga dikenal alim. Kepakaran Abu Imam Syamsuddin dalam bidang ilmu logika melebihi santri-santri lainya.

Sehingga banyak pertanyaan dari Abuya Syekh Muda Waly sering Abu Imam Syamsuddin yang menjawabnya. Bahkan disebutkan Abu Imam Syamsuddin ini pernah menguji para murid yang diajarkannya dalam beberapa pertanyaan yang membutuhkan jawaban berhari-hari dan diantara muridnya yang mewarisi ilmu logika tersebut adalah Abu Syam Marfaly Blangpidie, pelanjut kepemimpinan Dayah Bustanul Huda setelah Abuya Hamid Kamal Blangpidie.

Setelah melihat perkembangan keilmuan yang sangat pesat pada diri Abu Imam Syamsuddin, pada tahun 1956 datanglah ke Pesantren Darussalam Labuhan Haji beberapa tokoh masyarakat Sangkalan Abdya ke Abuya, untuk meminta seorang ulama yang akan mengayomi dan menjadi guru bagi masyarakat Sangkalan.

Maka diutuslah Abu Imam Syamsuddin oleh Abuya Syekh Muda Waly. Sesampai di Sangkalan Abdya, Abu Imam Syamsuddin kemudian membina masyarakat dan membangun sebuah lembaga pesantren yang beliau namakan dengan Dayah Darul Aman. Demi mendengar telah berdiri pesantren baru di sangkalan, maka datanglah santri dari berbagai wilayah Aceh Selatan, Blangpidie dan wilaayah sekitarnya.

Pada periode ini, Abu Imam Syamsuddin berhasil mendidik murid-muridnya untuk mengajarkan ilmu agama ke masyarakat ketika mereka kembali kelak. Berkat kesungguhan dan kesabaran dalam mendidik masyarakat setempat, maka Dayah yang dibangun oleh beliau telah mulai mengepakkan sayap menuju kemajuan.

Santrinya yang sudah mulai banyak, antusiasme masyarakat yang semakin tinggi, terlebih lagi pimpinan Dayahnya merupakan ulama yang diperhitungkan.

Setelah beberapa tahun memimpin Dayah Darul Aman Sangkalan, di tahun 1961 wafatlah guru Abu Imam Syamsuddin yaitu Abuya Muda Waly al-Khalidy. Pada waktu itu beliau sedang berada di kampung halamannya Blangporoh Labuhan Haji. Datanglah perwakilan dari Dayah Darussalam yaitu Abu Jailani Kota Fajar sebagai alumni yang dituakan memohon kepada Abu Imam Syamsuddin untuk memimpin Dayah Darussalam setelah wafatnya Abuya Syekh Muda Waly.

Karena anak pertama Abuya Syekh Muda Waly sedang di Jakarta untuk mempersiapkan diri belajar ke Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Maka setelah musyawarah mufakat dari seluruh perwakilan masyarakat dan keluarga Abuya, maka ditunjuklah Abu Imam Syamsuddin sebagai Pimpinan Dayah Darussalam Labuhan Haji.

Pada masa kepemimpinan Abu Imam Syamsuddin, umumnya murid-murid Abuya sudah banyak yang pulang kampung dan menjadi pimpinan pesantren dan sebagai ulama di wilayahnya masing-masing.

Pada masa itu juga anak-anak Abuya Syekh Muda Waly belajar langsung kepada Teungku Imam Syamsuddin. Sebut saja misalnya Abuya Jamaluddin Waly yang kemudian memimpin Darussalam setelah Abu Imam Syamsuddin di tahun 1968 dalam usia dua puluh tiga tahun sehingga beliau disebut KM atau Kiyai Muda Jamaluddin Waly.

Murid lannya ialah Abu Haji Mohd Syam Marfaly, seorang ulama teguh dan tegas dari Blangpidie, pimpinan Bustanul Huda Blangpidie. Dan adik dari Abuya Jamaluddin Waly yaitu Abuya Haji Amran Waly juga murid dari Abu Imam Syamsuddin Sangkalan. Bahkan Abuya Doktor Muhibbudin Waly juga pernah belajar kepada Abu Imam Syamsuddin Sangkalan.

Setelah selesai masa pengabdian beliau di Darussalam Labuhan Haji, estafet selanjutnya Darussalam dipimpin oleh Abuya Kiyai Muda Jamaluddin Waly. Maka pulanglah Abu Imam Syamsuddin ke Sangkalan untuk kali kedua, dan membenahi kembali dayahnya yang sudah empat tahun beliau tinggalkan, dan beliau merubah nama dayah dari Darul Aman ke Babussalam Sangkalan.

Nama yang terakhir ini yang terus dipakai sampai sekarang. Selesai memimpin Dayah Darussalam, beliau melaksanakan ibadah haji dan memiliki banyak pengalaman menarik ketika disana, dan tidak sempat memperdalam ilmunya di Mekkah.

Pada fase kedua masa kepemimpinan beliau di Dayah Babussalam Sangkalan, maka santri telah mulai terbagi-bagi, karena telah banyak muncul dayah yang lain, selain Bustanul Huda Blangpidie yang ketika itu sudah dipimpin oleh Abuya Hamid Kamal setelah wafatnya Abu Syech Mud.

Juga ada dayah lain yaitu Darul Ulum Diniyah Suak yang dibangun oleh Teungku Syekh Muhammad Yatim al-Khaliy atau Abu Bilal Yatim Suak sepulangnya beliau dari belajar di Mekkah pada Darul Ulum Diniyah Mekkah yang gurunya adalah Syekh Muhammad Yasin Padang temannya Syekh Muda Waly ketika belajar dengan Syekh Ali al-Maliki Pengarang Kitab Hasyiah Asybah wa Nazair.

Setelah perjalanan yang panjang dan kontribusi yang besar bagi masyarakat Sangkalan dan sekitarnya, wafatlah Abu Imam Syamsuddin di tahun 1971.

Ditulis Oleh:
Dr. Nurkhalis Mukhtar El-Sakandary, Lc (Ketua STAI al Washliyah Banda Aceh; Pengampu Pengajian Rutin TAFITAS Aceh; dan Penulis Buku Membumikan Fatwa Ulama)

Previous Article 16 Jadi Klaster Penularan Covid-19, Aceh Besar Kumpulkan Camat
Next Article 22 Mawardi: Pulo Aceh Dijadikan Tempat Pengembangan Sapi Aceh

Populer

Warga Banda Aceh mengeluhan pemadaman listrik yang dinilai tidak adil dan merata di tengah situasi darurat bencana yang melanda wilayah Aceh saat ini.
Aceh
Pemadaman Listrik Tak Adil, Warga Banda Aceh Minta PLN Terapkan Bergilir
Senin, 1 Desember 2025
Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, melontarkan kritik keras terhadap Direksi Pertamina yang dinilai lamban merespons kelangkaan BBM di Aceh pascabanjir bandang dan longsor, sehingga terjadi antrian panjang di SPBU. (Foto: Ist)
Aceh
Nasir Djamil Kecam Direksi Pertamina: Warga Aceh Kesulitan BBM, Antrian Panjang di SPBU
Minggu, 30 November 2025
Bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bener Meriah. (Foto: Ist)
Umum
Sebut Bencana Sumatera Hanya Mencekam di Medsos, Kepala BNPB Dikecam Tak Punya Empati
Minggu, 30 November 2025
Bupati Aceh Tenggara M Salim Fakhry ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Aceh periode 2025-2030.
Politik
Tanpa Pemilihan, Salim Fakhry Langsung Ditunjuk Jadi Ketua Golkar Aceh 2025–2030
Minggu, 30 November 2025
Pemkab Aceh Utara meningkatkan status kesiapsiagaan bencana menyusul meluasnya banjir yang merendam sejumlah kecamatan, Ahad (23/11). (Foto: Ist)
Aceh
Banjir Meluas, Pemkab Aceh Utara Naikkan Status Kesiapsiagaan
Senin, 24 November 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow
IKLAN HARI PAHLAWAN PEMKO
IKLAN PEMKO SABANG SUMPAH PEMUDA
IKLAN BANK ACEH HARI SANTRI
IKLAN DJP OKTOBER 2025

Berita Lainnya

Biografi Ulama Aceh

Abu Tumin, Ulama Kharismatik Pengawal Agama Masyarakat Aceh

Kamis, 19 Juni 2025
Biografi Ulama Aceh

Abu Lueng Angen, Ulama Kharismatik yang Mengorbit Banyak Ulama dan Mustajab Doanya

Selasa, 7 Maret 2023
Biografi Ulama Aceh

Tgk Chiek Di Simpang, Ulama Besar Aceh Penulis Kitab Lapan

Rabu, 28 Juli 2021
Biografi Ulama Aceh

Abu Daud Zamzami; Ulama Dayah Pencerah Umat, Nasehati Umara dengan Pemikiran Jernihnya

Rabu, 17 Maret 2021
Habib Muhammad bin Achmad al-Athas Simpang Ulim
Biografi Ulama Aceh

Habib Muhammad, Waliyullah Cucu Rasulullah Pendiri Masjid Ba’alawi di Aceh

Sabtu, 11 Oktober 2025
Biografi Ulama Aceh

Abu Zulkifli Ahmad Cot Mane, Ulama Ahli Fiqih Pimpinan Dayah MUDI Abdya

Sabtu, 14 November 2020
Biografi Ulama Aceh

Abu Muhammad Darimi, Sosok Ulama Tawadhu’ Yang Luas Keilmuannya

Sabtu, 7 November 2020
Biografi Ulama Aceh

Abu Daud Teupin Gajah, Ulama Tasawuf Murabbi Masyarakat Aceh Selatan

Minggu, 1 November 2020
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?