INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Normal Baru Bukan Kebiasaan Lama

Last updated: Kamis, 2 Juli 2020 06:34 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 8 Menit
SHARE

Oleh: Shamsi Ali*

Memasuki era baru yang disebut “new normal” kiranya tidak dipahami secara simplistik sebagai sekedar kembali kepada kehidupan normal seperti sebelum pandemi Covid-19. Karena sesungguhnya itu bukan “new” tapi “old” normal. Bukan memasuki normal yang baru. Justru kembali ke normal lama.

Wilmar, Mafia Sawit dan Negara yang Memunggungi Rakyat

Maka dalam pandangan saya untuk menjadikan suasana pasca Covid-19 sebagai era baru hendaknya dilakukan penataan atau pembaharuan minimal pada empat hal kehidupan manusia.

- ADVERTISEMENT -

Pertama, era baru menuntut sebuah sikap mentalitas yang solid. Pandemi Covid-19 ini menjadikan memasuki situasi dunia yang pastinya jauh berbeda dari sebelumnya. Terjadi perubahan drastis yang boleh jadi di luar kontrol normal manusia. Karenanya, manusia akan rentan goyah ketika tidak memiliki mentalitas yang solid.

Perubahan-perubahan yang terjadi hampir dalam semua aspek kehidupan itu menjadikan manusia terombang-ambing, dan konsekuensinya boleh saja merasa kalah sebelum dikalahkan. Atau sebaliknya terbawa arus perubahan sehingga kehilangan jati diri dan identitasnya.

- ADVERTISEMENT -
Indonesia memasuki tahun 2026 dengan satu ironi besar: narasi dalam kondisi tampak stabil, tetapi sesungguhnya rapuh di tengah krisis kepercayaan. (Foto: Ist)
Negara “Seolah-olah”: Indonesia di Ambang Krisis Legitimasi

Cara terbaik untuk membangun mentalitas solid adalah dengan berpegang teguh kepada nilai-nilai keimanan. Keimanan kepada Tuhan adalah fondasi hidup. Karena itu bangsa Indonesia memang terbangun di atas nilai keimanan kepada Tuhan. Hidup dan matinya Indonesia juga tergantung kepada nilai-nilai Ketuhanan itu.

Dengan mentalitas solid, kita akan memasuki perubahan, tidak saja bahwa mereka tidak terpengaruh. Tapi justru mereka yang harus menjadi agen perubahan itu.

Kedua, untuk memasuki era baru secara efektif diperlukan keilmuan yang bersifat inovatif dan pro-aktif.
Perubahan drastis yang terjadi dalam hidup manusia pasca Covid-19 ini menuntut sikap yang antisipatif, sekaligus wawasan keilmuan yang inovatif dan pro-aktif.

Suasana Bundaran Simpang Lima Banda Aceh pada malam hari. (Foto: Ist)
Wajah Aceh di Simpang Lima: Cermin Akhlak Kota Serambi Mekkah

Satu diantaranya adalah wawasan keilmuan itu adalah keilmuan di bidang agama. Dimana para ulama diharapkan, bahkan diharuskan untuk tidak lagi pasif dalam memahami ayat-ayat Al-Quran dan sumber-sumber keilmuan Islam lainnya. Tapi dengan pemahaman yang inovatif dan pro-aktif tadi.

- ADVERTISEMENT -

Sebenarnya pemahaman inovatif dan pro aktif ini bukan sesuatu yang baru. Karena sesungguhnya tabiat ajaran Islam Itu sendiri memang demikian adanya. Bahwa agama ini adalah agama yang mengedepankan semangat inovatif dan pro-aktif itu.

Artinya, ajaran Islam itu harus selalu menghasilkan pemikiran-pemikiran dan karya-karya inovatif yang diperlukan oleh zamannya, dan terjadi karena adanya wawasan antisipatif dan pro-aktif tadi.

Pro-aktif berarti Islam dan keilmuan Islam harusnya tidak lagi bersifat konvesional. Tapi justru ada dobrakan yang bersifat aktif sebagai solusi dari masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan manusia.

Satu dari contoh yang saya selalu berikan adalah pemahaman tentang perintah zakat. Bahwa perintah Zakat tidak dipahami secara konvensional dan pasif. Dalam arti dipahami sebagai perintah mengeluarkan 2,5 persen dari harta kita.

Dengan pemahaman inovatif dan pro aktif, zakat harus dipahami sebagai perintah untuk memberdayakan atau menguatkan perekonomian umat. Sebab hanya dengan perekonomian yang kuat umat akan mampu memberikan zakatnya.

Demikian pula ayat yang mengatakan “Di balik dari setiap kesulitan ada kemudahan”. Ayat ini harus dipahami sebagai kewajiban bagi umat ini untuk selalu menginisiasi upaya kemudahan di saat ada kesulitan. Covid-19 misalnya menantang umat ini untuk bangkit dan mencari solusinya. Bukan menunggu orang lain untuk menemukan solusi itu.

Ketiga, era baru itu juga berarti memasuki sebuah era dengan karakter dan perilaku yang baru. Tentu karakter baru yang dimaksud adalah adanya perubahan karakter yang lebih positif.

Karakter yang dimaksud tidak saja pada tataran individual atau pribadi (fardi). Tapi juga tidak kalah pentingnya era baru ini merubah karakter sosial kemasyarakatan kita (social behaviors).

Kita mengharapkan musibah Covid-19 merubah pola perilaku lama yang semrawut, tidak disiplin, malas, lambang dan ragam karakter yang menjadikan umat ini terbelakang dan termarjinalkan.

Dari karakter yang kurang bisa mengontrol diri, mudah meledak, terbawa arus emosi lingkungan, dan lain-lain yang menjadikan umat ini mudah terjatuh ke dalam perangkap orang lain untuk dijadikan mangsanya.

Dengan era baru yang membawa perubahan itu, umat ini harusnya mampu membawa penyesuaian-penyesuaian yang tidak lagi biasa-biasa. Tapi membangun karakter responsif yang bersifat extra ordinary.

Jika tidak maka umat akan menjadi mainan bahkan korban dari perubahan-perubahan baru. Umat akan berada dalam suasana kebingungan, lemah dan ketakutan, bahkan keputus asaan.

Intinya perlu perombakan karakter, baik pada tataran individu maupun pada tataran kolektif keumatan kita.

Keempat, memasuki era baru umat dituntut untuk membangun wawasan global (global mindset).

Peristiwa Covid-19 mengharuskan umat untuk sadar tentang dunia kita yang sangat berbeda. Salah satunya menguatkan lagi bahwa dunia kita adalah dunia global yang unik dengan karakternya yang jauh berbeda.

Dunia global kita itu ditandai banyak hal. Tiga diantaranya yang paling dominan; kecepatan (speed) ketergantungan (Interconnectedness) dan persaingan (competition).

Dengan kamajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang informasi, segala sesuatu mengalami kecepatan yang luar biasa. Peristiwa di sebuah kampung terpencil di bumi Nusantara boleh jadi orang lain di bumi Amerika tahu pada waktu bersamaan. Hal itu karena media informasi yang bersifat digital yang dapat diakses dalam kedipan mata (blink of eyes).

Karena kecepatan informasi tersebut menjadikan dunia kita seolah makin kecil. Dunia ini seolah sebuah kampung kecil (small village) bersama manusia. Bahkan seolah rumah bersama (shared home) semua manusia. Karenanya manusia mau tidak mau, sadar atau tidak, sesungguhnya memiliki ikatan ketergantungan yang sangat dekat.

Artinya, tidak satu manusia atau kelompok manusia bisa hidup tanpa ada yang lain. Karenanya pilihan manusia hanya satu, membangun kerja sama (partnership) dalam kepentingan bersamanya (common interest).

Dalam situasi ketergantungan itu pula masing-masing manusia atau kelompok manusia berusaha menjadi yang terbaik, terkuat dan termaju. Maka terjadilah kompetisi yang maha dahsyat diantara kelompok-kelompok manusia itu.

Maka umat dipaksa mengambil bagian dari kompetisi itu dan harus menang. Atau menjadi penonton yang akhirnya hanya akan menjadi korban-korban kompetisi yang semakin dahsyat dan juga kejam.

Semua realita di atas sesungguhnya bukan barang baru dalam ajaran Islam. Karena memang Islam adalah agama dengan konsep-Konsep universal. Tuhan, Nabi dan Kitab Suci agama ini semuanya bersifat universal.

Tapi juga agama ini memang telah dipersiapkan untuk semua keadaan di atas. Mungkin yang paling dekat menyimpulkan semua itu adalah ayat ke-13 dari Surat Al-Hujurat:

“Wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita. Lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Semoga musibah Corona atau Covid-19 memang mendatangkan “new normal”. Sesuatu yang baru dan lebih baik. Bukan sekedar kembali ke normal lama atau “old normal” seperti sebelum pandemi ini terjadi. Semoga!

New York, 29 Juni 2020

*Penulis adalah Presiden Nusantara Foundation USA

Previous Article Illiza Serahkan APD Untuk Relawan PMI Banda Aceh
Next Article Pemimpin Bank Aceh Syariah Cabang Bener Meriah, Fajar Rajasa bersama Dandim 0106/Aceh Tengah-Bener Meriah, Letkol Inf Valyan Tatyunis menyerahkan dana CSR melalui Program Bantuan Kemitraan untuk kelompok tani Bener Meriah Bank Aceh Syariah Salurkan CSR untuk Kelompok Tani Bener Meriah

Populer

Dosen Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Ustaz Dr Nurkhalis Muchtar Lc MA.
Syariah
Pesan Isra’ Mikraj: Shalat sebagai Sumber Kedamaian
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Mualem Khawatir Dukungan Nasional Berkurang Saat Transisi Pascabencana Aceh
Jumat, 16 Januari 2026
Di saat korban bencana banjir bandang dan longsor Aceh membutuhkan banyak bantuan, puluhan miliar Anggaran BTT 2025 Pemerintah Aceh untuk bencana justru tidak terserap. Foto: Ist)
Aceh
Korban Bencana Butuh Banyak Bantuan, Pemerintah Aceh Malah Kembalikan Puluhan Miliar BTT ke Kas Daerah   
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Dana Bencana Disorot, Pemerintah Aceh Tegaskan Tak Ada yang Disembunyikan
Jumat, 16 Januari 2026
Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Rabu, 14 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Opini

Uang Bencana Aceh Mengendap, Empati Hilang: Derita Korban yang Terabaikan

Rabu, 14 Januari 2026
Opini

Belajar dari Venezuela: Ketika Kekuasaan Ditinggalkan Loyalitas

Senin, 5 Januari 2026
Opini

1.794 Hektare Tambak Tenggelam, Luka yang Tersisa Pascabanjir Pidie

Senin, 5 Januari 2026
Prof Dr TM Jamil MSi
Opini

Aceh Bukan Kolam Ikan:  Menggugat Syahwat Proyek di Tengah Bencana Banjir

Senin, 5 Januari 2026
Kondisi rumah warga yang terkubur lumpur akibat banjir bandang di Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Opini

Di Balik Luka dan Tangisan Rakyat Aceh Akibat Kelalaian Negara

Sabtu, 3 Januari 2026
Ketika hukum pidana buruk berada di tangan aparat korup, birokrasi inkompeten dan kekuasaan cenderung otoriter, maka negara sedang menapaki jalur darurat hukum. (Foto: Ist)
Opini

Indonesia dalam Kondisi Darurat Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026
Opini

Deforestasi Sawit dan Bencana Aceh yang Diciptakan 

Rabu, 31 Desember 2025
Opini

Aceh dan Luka yang Tak Pernah Benar-benar Sembuh dalam Republik Indonesia

Senin, 29 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?