Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Teuku Muhammad Nurlif, memberikan pengarahan kepada peserta Musda XI DPD II Partai Golkar Pidie yang ditunda untuk merapikan administrasi
Sigli — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Pidie yang digelar Rabu (26/8) di Hotel Safira, Blang Paseh Kota Sigli gagal memilih ketua untuk periode lima tahun ke depan.
Hal itu karena pelaksanaan Musda berlangsung deadlock menyusul protes yang dilayangkan sejumlah peserta Musda akibat adanya pengurus kecamatan (PK) yang memberikan rekomendasi dukungan ganda atau mendukung dua calon ketua sekaligus.
Dua calon Ketua DPD II Golkar Pidie Muhammad Junaidi dan Teuku Saifullah TS, yang dijagokan dalam musda tersebut.
Karenanya, Musda tersebut itu diskor sekitar pukul 18.05 WIB. Kemudian diputuskan untuk ditunda sementara waktu yang diundur sampai akhir September 2020 mendatang guna mmenyelesaikan dan merapikan administrasi dari peserta yang belum lengkap.
Untuk maju sebagai calon ketua DPD II Golkar Pidie, disyaratkan paling tidak masing-masing calon ketua harus memiliki 30 persen dukungan dari 29 peserta pemilih, yakni 23 pengurus kecamatan, yaitu dari organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, DPD II, DPD I, organisasi sayap partai, masing-masing satu peserta dan satu Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, musda deadlock berawal ketika salah satu peserta melakukan interupsi, agar dilakukan pemeriksaan ulang adminitrasi peserta yang memberikan dukungan ganda kepada calon ketua.
Dukungan ganda tersebut karena adanya perbedaan dukungan terhadap calon ketua DPD II Golkar Pidie. Misalnya Ketua PK mendukung salah satu calon, sedangkan Sekretaris PK memberi dukungan terhadap calon lainnya.
Selain itu, kata dia, juga ada diantara pengurus kecamatan yang protes pimpinan sidang dan nyaris terjadi keributan saat sidang diskor.
Sebagian peserta lalu keluar dari ruangan. Namun, beberapa saat peserta musda masuk kembali ke dalam ruang sidang.
Situasi sempat memanas, setelah sejumlah peserta Musda melakukan interupsi kepada pimpinan sidang yang dipimpin Khalid karena tidak setuju penghentian yang dinilai sepihak.
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif, yang ada di lokasi ikut memberikan penjelasan kepada peserta musda untuk tidak membuat keributan.
Jalannya Musda sempat ditunda beberapa kali karena beberapa peserta melancarkan protes. Ketua DPD Golkar Provinsi Aceh Teuku Nurlif, terpaksa mengambil alih jalannya musda.
Meski suasana sempat memanas sesaat. Namun setelah mendapat penjelasan dari pimpinan sidang, seluruh peserta Musda melunak dan dua calon ketua Muhammad Junaidi dan T. Saifullah pun menerima.
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Teuku Muhammad Nurlif, menjelaskan, Musda DPD II Golkar Pidie ditunda sementara karena masalah teknis, yakni perlu waktu untuk merapikan adminitrasi yang belum lengkap. Musda DPD II Golkar Pidie akan digelar kembali akhir September 2020.
“Jadi kita perlu waktu lagi untuk merapikan administrasi.
Penundaan ini karena perlu adanya proses merapikan administrasi dukungan untuk calon ketua, makanya Musda diskor untuk sementara dan dilanjutkan nanti pada akhir September,” sebutnya.
Teuku Muhammad Nurlif mengatakan, tidak ada keributan atau protes berlebihan dari peserta. Panitia sudah melakukan tahapan hingga ke pendaftaran calon ketua dan sudah ada nama dua orang.
“Kita sudah laksanakan sesuai dengan aturan dan ini ditunda saja, protes dari peserta hanya persoalan kenapa ditunda, tidak ada yang lainnya. Jadi tidak protes yang berlebihan,” pungkasnya. (IA)




















