Aceh

Nova: Pemberian Insentif Tenaga Medis Covid-19 Tugas Negara

Tenaga medis yang bertugas dalam penanganan pasien Covid-19 mengeluhkan belum menerima insentif

Banda Aceh — Para tenaga medis yang selama ini bertugas dalam penanganan pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) mengeluhkan belum menerima insentif yang dijanjikan pemerintah untuk mereka.

Terkait persoalan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, menyangkut pembayaran insentif bagi tenaga medis, dirinya telah menjumpai langsung Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu disebutkan bahwa skema pemberian insentif bagi tenaga kesehatan adalah tugas negara.

“Tenaga medis dapat perhatian langsung presiden,” kata Nova saat mengunjungi RSUD Zubir Mahmud di Idi Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (12/9).

Turut hadir mendampingi Plt. Gubernur dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaub, Kepala Dinas PUPR Aceh, Fajri dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani.

Namun demikian, tambah Nova, dirinya tetap melihat di mana sisa yang bisa disinergikan antara anggaran pusat dan daerah.

Ia menegaskan sepanjang anggaran covid-19 masih tersedia dan peraturan perundang-undangan mengizinkan, maka ia siap memplot anggaran untuk pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan.

“Sepanjang tidak melanggar hukum akan kita laksanakan,” kata Nova.

Meski demikian, ia memastikan segala kebijakan terkait anggaran covid-19 akan selalu dikoordinasikan dengan BPKP, Kejati, BPK dan Polda Aceh.

Dalam beberapa hari ini, beredar di media sosial foto seorang tenaga medis
menginformasikan kepada Plt Gubernur Aceh bahwa para tenaga medis belum juga menerima insentif.

Mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), foto tenaga medis itu disandingkan dengan surat Plt Gubernur Aceh yang berjanji akan memberikan insentif terhadap para pejuang Covid-19 tersebut.

“Kepada Yth PLT GUBERNUR ACEH SAMPAI SAAT INI INSENTIF KAMI BELUM CAIR,” begitu pesan yang tertulis langsung pada APD yang dikenakan petugas medis itu.

Belum diketahui siapa dan di mana foto itu diambil. Namun telah beredar luas di jejaring sosial selama dua hari terakhir.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DR. Dr Safrizal Rahman M.Kes SP.OT yang dikonfirmasi mengakui jika saat ini para tenaga medis belum menerima insentif yang sempat dijanjikan tersebut.

Menurut Safrizal, sebagai bentuk dukungannya kepada para medis yang menangani pasien Covid-19, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada 29 Maret 2020 sempat mengirimkan surat terbuka.

Salah satu bunyi surat tersebut akan memberikan insentif kepada para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. “Tapi setahu saya hingga saat ini belum pernah menerima insentif tersebut, yang pernah diterima hanya bantuan dalam bentuk paket yang isinya sembako. Itu diberikan pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha yang lalu,” kata Safrizal, Sabtu (12/9).

Safrizal juga mengungkapkan, dalam sebuah pertemuan dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga pernah mengungkapkan sendiri akan memberi insentif kepada tenaga medis dengan memakai dana APBA 2020 hasil penyesuaian atau dikenal dengan dana refocusing.

“Tapi sampai saat ini belum pernah kami terima, kecuali paket sembako yang isinya beras, minyak makan, dan lain-lain, itu diantar langsung ke rumah masing-masing tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Kalau saya enggak salah lebih kurang ada 100 paket dan diberikan untuk lebih kurang 100 orang paramedis yang menangani pasien Covid-19. Yang saya tahu hanya untuk paramedis yang bertugas di RSUDZA Banda Aceh,” ungkap Safrizal. (IA)

Artikel Terkait