INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

15 Tahun Aceh Damai di Mata Sastrawan Indonesia

Last updated: Minggu, 25 Oktober 2020 10:28 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 6 Menit
SHARE
Diskusi bertajuk ‘Aceh di Mata Sastrawan Indonesia’

Jakarta — Forum Jurnalis Aceh Jakarta (For-JAK) meluncurkan buku berjudul ‘Seperti Belanda: Dari Konflik Aceh ke MoU Helsinki, dibarengi dengan diskusi bertajuk “Aceh di Mata Sastrawan Indonesia”. Acara berlangsung secara virtual, Sabtu malam, 24 Oktober 2020.

“Aceh bagai sebuah negeri yang terpisah dari Nusantara, sebagaimana Papua yang bertubuh raksasa itu. Nama Aceh bagi saya ketika SD atau SMP memang terdengar religius dan memiliki pahlawan yang gagah berani meskipun di antara mereka adalah perempuan: Tjut Njak Dhien dan Tjut Meutia. Belanda tak pernah menang di sana,” kata sastrawan Kurnia Effendi saat menjadi pembicara dalam diskusi tersebut.

Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui Bakti Sosial (Baksos) Meuseuraya Tahun 2026 di Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (1/1).
Rektor USK Pimpin Baksos Meuseuraya Bersihkan Masjid Pascabanjir di Pidie Jaya

Kurnia turut prihatin dengan konflik disusul tsunami yang menerjang Aceh pada akhir 2004, sebelum berseminya damai. Masalah Aceh selama ini cenderung dilihat dari sisi politik saja.

- ADVERTISEMENT -

“Aceh yang digempur berbagai cobaan dan ujian sehingga lukanya tak pernah sembuh itu, lebih banyak dipandang dengan dan dari kacamata politik. Ada kepentingan-kepentingan yang seolah di luar jangkauan tangan sastra,” ujar penulis buku ‘Bercinta di Bawah Bulan’.

Kurnia menilai bahwa Aceh kaya akan sastra dan puisi. “Puisi di Aceh, menggurat dalam serupa luka yang membenam. Tidak tersembuhkan atau dengan kata lain, baik tersirat maupun tersurat, puisi tentang Aceh tentu tak akan habis dibaca zaman.”

- ADVERTISEMENT -
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto.
2.051 Personel Polri Jajaran Polda Aceh Naik Pangkat

Menurut Kurnia, puisi saja ternyata tak cukup untuk menggambarkan Aceh secara utuh.

“Aceh adalah puisi itu sendiri yang tubuh dan belulangnya sudah remuk berulang-ulang. Komunitas literasi tumbuh di mana-mana dan yang cukup ternama adalah Gapena. Di sana, pada sebuah malam, Leo Kristi menyampaikan kepada teman-teman penyair, bahwa karya yang baik akan bergema panjang. Saya kira, representasi Aceh dalam sejarahnya akan bergema lebih panjang lagi,” sebutnya.

Pengamat sosial politik sekaligus penikmat sastra Fachry Ali mengatakan bahwa ruang ekspresi yang berkembang di Aceh secara sosiologis menggambarkan situasi kesejarahan yang mengungkapkan dua jalur arus sejarah, politik dan ideologi.

Kakanwil Kemenag Aceh Azhari melantik Nasruddin SAg MPdI sebagai Kakankemenag Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (31/12). (Foto: Ist)
Nasruddin Dilantik sebagai Kakankemenag Aceh Tenggara  

Jalur politik dilihat dari benturan antara kekuatan di Aceh dengan di luar Aceh. Adapun puisi yang lahir akibat benturan politik dan ideologi ini menentukan cita rasa ungkapan khas Serambi Makkah seperti hikayat Prang Sabil.

- ADVERTISEMENT -

“Hikayat Prang Sabil yang kita tahu adalah respon intelektual keagamaan terhadap situasi peperangan Aceh, dimana Aceh pada waktu itu 1880-an hampir tidak punya kans untuk menang melawan Belanda yang dimulai 1873. Bahkan elit-elit penguasa Aceh sudah lebih memperlihatkan kecenderungan menyerah, yang tampil mengambil kepemimpinan itu adalah ulama,” kata Fachry yang juga tokoh Aceh di Jakarta ini.

“Dan ulama tidak punya modal lain kecuali agama. Hikayat prang sabil adalah respon keagamaan yang bersifat intelektual untuk memberikan jawaban terhadap realitas peperangan Aceh.”

Sementara penulis novel ‘Samudera Pasai’ Putra Gara mengapresiasi peluncuran buku ‘Seperti Belanda: Dari Konflik Aceh ke MoU Helsinki’.

Menulis Aceh kata dia memang tak pernah habis. Pasalnya, provinsi ujung barat Sumatera itu adalah narasi yang dimaknai menjadi sebuah ruhaniah.

“Konflik Aceh adalah kehidupan yang menjadi catatan tersendiri, karena saya pernah menulis di catatan lama bahwa saya membawa Aceh dalam sebongkah dendam yang nyata,” ungkapnya.

Dia berharap, buku antologi puisi ini dapat menampilkan keterbukaan Aceh meskipun lanjutnya, menulis Aceh tidak akan pernah selesai.

Dalam diskusi dipandu oleh sastrawan sekaligus Pembina For-JAK, Fikar W Eda, juga menghadirkan narasumber penyair dan penulis buku ‘Doa Ikan Kecil’ Ni Wayan Idayati.

Diskusi ini dibuka dengan pembacaan hikayat tentang Aceh oleh Agus Nuramal alias Agus PMTOH. Kemudian menampilkan testimoni dari beberapa sastrawan dan penyair ternama Indonesia terhadap buku ‘Seperti Belanda: Dari Konflik Aceh ke MoU Helsinki’.

Inisiator sekaligus PO peluncuran buku ‘Seperti Belanda: Dari Konflik Aceh ke MoU Helsinki’, Saifullah S alias Pilo Poly mengatakan, secara pribadi dan kelembagaan For-JAK mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini.

“Terima kasih kepada sponsor sehingga buku ini akhirnya tercetak bang Nasir Djamil, bang Hamdani Bantasyam, bang Teuku Dadek dan Badan Penghubung Pemerintah Aceh,” kata Pilo yang juga pengurus For-JAK.

Pilo juga menyampaikan hal serupa kepada pihak lainnya, terutama kepada inisiator buku ‘Seperti Belanda’ lainnya, yakni Murizal Hamzah karena pembuatan buku tersebut awalnya dari diskusi antara dirinya dan jurnalis Aceh tersebut.

“Juga kepada pemateri yang hebat-hebat, Putra Gara, bapak Fachry Ali, dan Mas Kurnia Effendi serta Ni Wayan Idayati dan moderator kita, bang Fikar W Eda,” kata dia.

Terima kasih pula disampaikan kepada seluruh pembaca puisi antara lain, Salma Yoga S mewakili Aceh, Raudah Jambak (Sumut), Dheni Kurnia (Riau), Syarifuddin Arifin (Sumut), Rida K. Liamsi (Kepri), Pringadi Abdi Surya (Sumsel), Willy Ana (Bengkulu), Irawan Sandhya Wiraatmadja (DKI Jakarta), D Zawawi Imron (Jawa Timur), Zulfaisal Putera (Kalimantan Selatan), dan Sonsonjan A. Khan (Brunai Darussalam). (IA)

Previous Article 39 Rumah Warga Komunitas Adat Terpencil di Pedalaman Aceh Barat Diresmikan
Next Article ASN Kemenag Aceh Dilarang Keluar Daerah Saat Libur dan Cuti Maulid

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Puluhan ribu personel TNI yang dikerahkan dalam penanganan bencana Aceh-Sumatera tidak bekerja cuma-cuma. Setiap personel yang bertugas di lapangan memperoleh uang makan dan uang lelah dengan total Rp165 ribu per hari. (Foto: Ist)
Nasional
Tidak Gratis, Personel TNI Tangani Bencana Aceh–Sumatera Terima Uang Rp165 Ribu per Hari
Kamis, 1 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Masyarakat Gampong Tibang, Kecamatan Pidie, pada Rabu (31/12) menyalurkan bantuan nasi bungkus untuk warga Pidie Jaya yang terdampak banjir bandang dan longsor. (Foto: Ist)
Surat Warga
Solidaritas Nasi Bungkus dari Pidie Mengalir ke Pijay, Digerakkan Kaum Ibu
Kamis, 1 Januari 2026
Pengoperasian fungsional Jalan Tol Padang Tiji–Seulimeum kembali diperpanjang hingga 8 Januari 2026 dan diberlakukan selama 24 jam penuh. (Foto: Ist)
Umum
Pengoperasian Tol Padang Tiji–Seulimeum Diperpanjang hingga 8 Januari Selama 24 Jam
Rabu, 31 Desember 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menghibur anak-anak  di posko pengungsian pasca kenaikan aktivitas Gunung Burni Telong yang berstatus siaga di Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Rabu (31/12). (Foto: Ist)
Umum

Kapolda Aceh Hibur Anak-anak Pengungsi Gunung Burni Telong Siaga

Kamis, 1 Januari 2026
Ramond Dony Adam, influencer yang juga politisi PDI Perjuangan (PDIP) asal Aceh, resmi melaporkan aksi teror mengerikan yang menimpa dirinya ke Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Umum

Kritik di Medsos Berujung Teror, Mantan Caleg DPR RI PDIP Asal Aceh Lapor Polisi

Rabu, 31 Desember 2025
Prajurit Satgas Penanggulangan Bencana Yonif 115/Macan Leuser melanjutkan pembersihan Pasar Kota Hongkong, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Selasa malam (30/12). (Foto: Ist)
Umum

Ratusan Prajurit TNI Bersihkan Pasar Kota Hongkong Aceh Tamiang

Rabu, 31 Desember 2025
Evakuasi terhadap warga yang berada di zona rawan Gunung Burni Telong, menyusul peningkatan status gunung api tersebut menjadi Level III (Siaga), Selasa malam (30/12). (Foto: Ist)
Umum

Warga 3 Kampung di Bener Meriah Mengungsi Imbas Status Siaga Gunung Burni Telong

Rabu, 31 Desember 2025
PT Hutama Karya merampungkan pemasangan Jembatan Bailey Mengkudu sepanjang 36 meter dan Jembatan Bailey Penanggalan sepanjang 48 meter pada Jalan Lintas Tengah ruas Kutacane–Blangkejeren di Aceh Tenggara. (Foto: Ist)
Umum

Hutama Karya Rampungkan Pemasangan Dua Jembatan Bailey di Aceh Tenggara 

Rabu, 31 Desember 2025
Konferensi pers akhir tahun 2025 dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh serta awak media, Selasa (30/12). (Foto: Ist)
Umum

Polda Aceh Paparkan Capaian Kinerja 2025, Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

Rabu, 31 Desember 2025
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem Wakil Ketua DPR RI dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama kementerian/lembaga dan kepala daerah,  di Banda Aceh, Selasa (30/12). (Foto: Ist)
Umum

Banyak Ternak Mati Akibat Banjir, Mualem Usul Impor Daging untuk Warga Aceh Jelang Ramadan

Rabu, 31 Desember 2025
Dinas Sosial Aceh turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong ASN Pemerintah Aceh di lingkungan Dayah Malikussaleh, Panton Labu, Aceh Utara, Senin (29/12). (Foto: Ist)
Umum

ASN Dinsos Aceh Bersihkan Dayah Malikussaleh Pascabanjir

Rabu, 31 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?