INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Syariah

Kekerasan dan Pencabulan Anak Marak di Aceh, Ini Beberapa Faktor Pemicu

Last updated: Jumat, 19 Maret 2021 00:06 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 7 Menit
Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh Assoc Prof Dr Tgk H Muhammad AR MEd mengisi pengajian KWPSI di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (17/3) malam
SHARE

Banda Aceh — Kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak kian marak terjadi di Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Butuh pengawasan ketat dari keluarga dan lingkungan untuk meminimalisir hal tersebut agar tidak terus berlanjut di Aceh.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KP2A) Aceh Assoc Prof Dr Tgk H Muhammad AR MEd saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (17/3) malam.

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Salurkan Bantuan untuk Dayah Thalibul Huda yang Terbakar

Dalam kajian tersebut, Tgk Muhammad AR mengatakan banyak faktor yang memicu tingginya angka kekerasan terhadap anak tersebut. Salah satunya adalah tingkat pendidikan orangtua yang rendah.

- ADVERTISEMENT -

Berdasarkan pantauan KP2A Aceh di lapangan, kekerasan terhadap anak di Aceh cukup bervariasi. Hal paling menyedihkan adalah rudapaksa (pemerkosaan) yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap sang anak.

Namun menurut Muhammad, banyak kejadian-kejadian tersebut tidak ditindaklanjuti secara hukum oleh keluarga dengan pertimbangan rasa malu.

- ADVERTISEMENT -
Menjaga Lingkungan Bernilai Ibadah dan Amal Saleh, Bagian dari Ketakwaan Seorang Muslim

“Modus operandinya berbeda-beda. Orang yang tidak kita sangka, yang seharusnya mereka bagus mendidik anak di bidang agama justru melakukan hal yang tidak pantas kepada anaknya,” ungkap Muhammad.

Ketua Dewan Dakwah Aceh ini lantas mengingatkan bahwa Islam telah mengajarkan setiap muslim untuk merawat anak-anak mereka. Dia juga menyebutkan Allah tidak akan menyayangi orang-orang yang tidak sayang terhadap anaknya sendiri.

Pengertian sayang terhadap anak yang dimaksud adalah memberikan ilmu bukan sekadar harta. Tgk Muhammad AR kemudian mengutip Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari, ”Orang yang penyayang itu bukan hanya menyayangi dirinya sendiri, tetapi mereka yang menyayang dirinya dan orang lain.”

Kenang 21 Tahun Tsunami, Ribuan Warga Larut dalam Doa-Zikir di Masjid Lampuuk

Muhammad kemudian melanjutkan, “Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang, kalau kita tidak sayang kepada anak?”

- ADVERTISEMENT -

Selain faktor pendidikan, pengaruh globalisasi dan teknologi juga menjadi pemicu kekerasan dan pencabulan terhadap anak-anak di Aceh.

Selama ini banyak orang tua yang lalai mengawasi buah hati mereka lantaran terlalu fokus terhadap urusan duniawi.

Padahal, perkembangan teknologi yang pesat juga dapat menjerumuskan anak menjadi korban atau berprilaku negatif.

“Anak itu seperti kertas putih, siapa yang mengotori anak? Orang tua dan lingkungan,” kata Muhammad lagi.

Lebih lanjut Tgk Muhammad mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari aksi kekerasan terhadap anak. Kalau anak melakukan pembangkangan jangan langsung main pukul.

Bahkan Allah sudah sampaikan dalam Alquran bahwa diantara anak dan istri kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian. Ia menyontohkan seperti kisah Kabil, anak Nabi Adam. Begitu juga dengan anak dan istri Nabi Nuh.

Dirinya juga menyontohkan sikap para ulama terdahulu, di saat menghadapi anak mereka buruk akal. Apa yang dilakukan? Yaitu mendoakan mereka dan memohon ampunan kepada Allah, karena Allah itu maha pengampun.

“Ada baiknya kalian memaafkan atau mengampuni mereka. Allah saja maha pengampun dan penyayang. Kalau anak nakal jangan dimarahi, orang tua doakan anak agar dia bisa baik,” sarannya.

“Saya ambil satu contoh para ulama duhulu melihat anaknya buruk akal, lantas berdoa ampunilah saya ya Allah mungkin ini kesalahan saya masa lalu, dan kesalahan saya jangan ditimpakan kepada anak -anak saya,” ucapnya.

Bercermin dari kisah para nabi dan sikap para ulama terdahulu, maka saat menghadapi anak buruk akal janganlah langsung menyalahkan sikap dan kelakuan mereka, apalagi sampai meluapkan kekesalahan hingga melakukan kekerasan terhadap anak.

“Allah sudah sampaikan bahwa anak dan istri bisa jadi musuh, maka berhati – hatilah kalau bisa maafkan mereka, doakan mereka agar menjadi baik. Jangan marahi mereka, apalagi sampai berbuat kasar, karena Allah maha pengampun.”

Untuk itu dia berharap kepada orangtua untuk tidak memarahi anak-anak mereka ketika melakukan kesalahan. Namun, orangtua perlu instropeksi diri dengan sering meminta ampunan kepada Allah SWT.

Muhammad kemudian mengatakan prilaku anak merupakan cerminan daripada sifat orangtua mereka. Hal inilah yang kemudian di Aceh dikenal tamsilan bahwa buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.

Lebih lanjut Muhammad mengatakan pelaku kekerasan terhadap anak seringkali dilakukan oleh orang terdekat dan yang tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Selain itu, kekerasan terhadap anak juga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Dia menyontohkan beberapa kasus kekerasan terhadap anak di Aceh yang dilakukan oleh ayah tiri korban.

Sayangnya seringkali ibu korban memilih diam dalam kasus-kasus seperti itu lantaran takut tidak lagi mendapat nafkah. Hal ini sangat mengecewakan karena sang ibu justru mengorbankan masa depan sang anak.

Di sisi lain, ada juga orangtua yang kurang awas dalam memerhatikan kehidupan sang anak. Misalnya ketika anak membeli handphone seharga jutaan rupiah tanpa menyelidiki asal usul uang untuk membeli barang tersebut. Padahal pengawasan-pengawasan seperti itu dinilai penting. Apalagi jika sampai terjadi perubahan gaya hidup dan penampilan pada anak, terutama anak perempuan.

“Kita harus lihat anak, minimal satu jam dalam satu hari. Jangan sampai kita keluar dari pintu depan, anak keluar dari pintu belakang,” ujar Muhammad AR.

Faktor lain yang turut menyebabkan hancurnya masa depan seorang anak adalah perceraian. Keluarga broken home kerap memisahkan anak-anak sehingga berkurangnya rasa kasih sayang terhadap mereka.

Beberapa kasus bahkan menyebabkan anak menyukai saudara sedarah lantaran sudah lama berpisah. “Anak laki-laki ikut ayah, yang perempuan ikut ibu sehingga ketika bertemu saat besar (merasa asing),” kata Muhammad lagi.

Pemicu lain rusaknya moral atau terlantarnya anak-anak lantaran sikap ketidakpedulian dari orang sekitar. Saat ini, menurut Muhammad AR, banyak orang yang mulai bersikap individualistis dengan lebih memilih menjaga anak masing-masing.

Sikap seperti ini membuat mereka tidak lagi peduli dengan apa yang dilakukan anak-anak di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Masing-masing jaga aneuk droe. Padahal pernyataan seperti itu sudah keluar dari Islam, kenapa? Karena agama Islam itu nasehat, saling menasehati, ketika ada orang memberikan nasehat kepada kita seharusnya kita ucapkan terima kasih,” sebut Muhammad. (IA)

Previous Article Ustadz Masrul Aidi Isi Ceramah Isra’ Mi’raj di Polresta Banda Aceh, Ini Pesannya Untuk Polisi
Next Article Terima Kunjungan GM PLN Aceh, Kapolda: Jangan Segan Minta Bantuan Polisi

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Rabu, 14 Januari 2026
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana didampingi Kasat Resnarkoba AKP Rajabul Asra memberikan keterangan pengungkapan kasus sabu dalam konferensi pers, Selasa (13/1). (Foto: Ist)
Hukum
Empat Kali Jadi Kurir, Warga Pidie Akhirnya Ditangkap di Bandara SIM Selundupkan Sabu 1,9 Kg  
Rabu, 14 Januari 2026
Indonesia memasuki tahun 2026 dengan satu ironi besar: narasi dalam kondisi tampak stabil, tetapi sesungguhnya rapuh di tengah krisis kepercayaan. (Foto: Ist)
Opini
Negara “Seolah-olah”: Indonesia di Ambang Krisis Legitimasi
Rabu, 14 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Aceh
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa
Rabu, 14 Januari 2026
Tanah amblas di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Aceh Tengah hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan. (Foto: Ist)
Umum
Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 
Rabu, 14 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Syariah

ICMI Aceh Gerakkan Warga Bersihkan Masjid Terdampak Bencana

Sabtu, 27 Desember 2025
Syariah

Momentum Akhir Tahun: Mengambil Hikmah Berbagai Peristiwa Besar di Aceh

Jumat, 26 Desember 2025
Da'i kondang asal Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS) tiba di Aceh melalui Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (25/12). (Foto: Ist)
Syariah

UAS Isi Tausiah Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh di Masjid Raya Baiturrahman ‎

Kamis, 25 Desember 2025
Syariah

Cegah Banjir, Teladani Rasulullah dalam Menjaga Lingkungan

Jumat, 19 Desember 2025
Syariah

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp735 Juta Bantuan Tanggap Darurat Banjir

Senin, 15 Desember 2025
Ustaz H Muharril Ashary Lc MA, Pengurus IKAT Aceh Divisi Dakwah dan Penguatan Umat.
Syariah

Menjadi Muslim yang Altruis di Tengah Musibah Aceh

Jumat, 12 Desember 2025
Ustadz Dr. Mujtahid Anwar Lc MAg
Syariah

Pedagang Naikkan Harga Saat Bencana Termasuk Memakan Harta Orang Lain Secara Batil

Minggu, 7 Desember 2025
Ketua PB HUDA, Dr Tgk H Anwar Usman atau Abiya Kuta Krueng.
Syariah

Situasi Lapangan Sangat Sulit, Ulama Aceh Desak Presiden Prabowo Segera Tetapkan Bencana Nasional

Rabu, 3 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?