INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Ekonomi

DPRA Susun Raqan TNKA, Ekspor Komoditas Aceh Dilarang Melalui Pelabuhan Luar

Last updated: Sabtu, 11 September 2021 01:58 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 6 Menit
Ketua Pansus Rancangan Qanun Tata Niaga Komoditas Aceh (TNKA) DPRA Yahdi Hasan memberikan keterangan, Jum'at (10/9)
SHARE

BENER MERIAH — Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyusun Rancangan Qanun (Raqan) Tata Niaga Komoditas Aceh (TNKA). Dalam rancangan qanun itu, akan diatur aturan agar komodititas Aceh diekspor dari pelabuhan yang ada di Aceh sendiri.

Seperti diketahui saat ini, sejumlah komoditas Aceh masih diekspor melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Hal itu dikarenakan sejumlah pelabuhan di Aceh belum mampu melakukan kegiatan ekspor impor skala besar.

Aktivitas Tambang PT Mifa Tetap Beroperasi di Tengah Bencana Aceh

Ketua Pansus Raqan TNKA DPRA Yahdi Hasan, mengatakan guna merampungkan rancangan qanun tersebut, tim pansus mengawali kegiatan meninjau Koperasi Permata Gayo, yang merupakan salah satu eskportir terbesar di Bener Meriah, yang telah mengeskpor kopi Gayo ke berbagai negara di Eropa dan Asia. Kegiatan itu dilakukan guna mencari masukan untuk tim pansus menyusun Raqan TNKA.

- ADVERTISEMENT -

“Koperasi ini memiliki 2 ribu lebih anggota dan telah mengeskpor kopi hingga 3 ribu lebih kontainer setiap tahunnya ke berbagai negara melalui pelabuhan di Sumatera Utara. Satu kontainer kopi Gayo yang diekspor tersebut memiliki nilai Rp 1,4 miliar,” ungkap Yahdi Hasan, usai mengujungi Koperasi Permata Gayo bersama anggota Pansus KNTA lainnya, yang berada di Desa Simpang Utama, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (10/9).

Selain Yahdi Hasan selaku Ketua Pansus, kunjungan itu turut didampingi sejumlah Anggota Pansus KNTA lainnya yakni Khalili (Fraksi Partai Aceh), Khairil Syahrial (Fraksi Gerindra) Murhaban Makam (Fraksi PPP), Zaini Bakri (Fraksi PPP), Kartini Ibrahim (Fraksi Gerindra), Nova Zahara (Fraksi PKS), Martini (Fraksi Partai Aceh), Tantawi (Fraksi Demokrat), Wakil Ketua Banleg DPRA Bardan Sahidi (Fraksi PKS), Dr. Abrar (Tenaga Ahli DPRA dari Universitas Syiah Kuala), serta perwakilan Disperindag Aceh, Dinas ESDM, serta Biro Hukum Setda Aceh.

- ADVERTISEMENT -
Bupati Aceh Besar Muharram Idris meninjau Gudang Pupuk PIM di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Selasa (6/1). (Foto: Ist)
Stok Pupuk di Gudang PIM Blang Bintang Aman Pascabanjir, Distribusi Bertahap ke Petani

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim pansus dari pihak koperasi, Yahdi Hasan menjelaskan, biaya yang harus dikeluarkan dari pihak eksportir jika harus mengirim kopi melalui pelabuhan Sumatera Utara adalah Rp 10 ribu untuk setiap kilogramnya.

“Bayangkan saja, satu kontainer itu jumlah kopi yang diekspor mencapai 19 ton. Jadi tujuan dari pembentukan qanun ini adalah salah satunya untuk memangkas biaya itu, dimana jika rancangan qanun ini rampung, maka seluruh komoditas Aceh, apakah itu hasil bumi, perikanan atau lainnya itu diatur harus melalui pelabuhan yang ada di Aceh,” ungkap politisi Partai Aceh ini.

Dengan adanya aturan ini, Yahdi Hasan menegaskan, akan banyak berdampak positif kepada perekonomian Aceh, dimana dengan tidak boleh mengekspor melalui pelabuhan luar, maka pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh, seperti Lhokseumawe dan Langsa harus dihidupkan.

Pasar Hewan Sibreh, Aceh Besar kembali beroperasi, Senin (5/1) setelah renovasi. (Foto: Ist)
Pasar Hewan Sibreh Kembali Beroperasi 

“Ini tentu akan menyerap banyak tenaga kerja. Ada 22 komoditas ekspor Aceh yang itu jika bisa dimaksimalkan dengan baik, maka juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Aceh (PAA) dan Aceh yang dana otonomi khusus (Otsus) nya akan habis, juga diharapkan bisa mandiri, jika pelabuhan-pelabuhan di Aceh hidup,” ungkap anggota dewan asal Dapil Aceh Tenggara – Gayo Lues ini.

- ADVERTISEMENT -

Selain meminta saran dan masukan dengan eksportir kopi, Yahdi Hasan menambahkan, Tim Pansus TNKA juga akan menghimpun masukan dari berbagai pihak lainnya, baik elemen masyarakat di berbagai sektor, seperti perikanan dan pertanian, akademisi, tenaga ahli (akademisi), serta berbagai intansi pemerintah terkait lainnya.

“Malam ini kami (Jum’at malam, 10 September 2021) kami akan menggelar pertemuan dengan berbagai elemen dan instansi pemeritah terkait, untuk membahas rancangan qanun ini,” ujarnya.

Sementara Anggota DPRA Dapil Aceh Tengah – Bener Meriah Bardan Sahidi, yang memfasilitasi pertemuan dengan eksportir kopi itu mengatakan peran pemerintah belum hadir dalam persoalan mengatasi persoalan agar Aceh tidak lagi mengekspor komoditas dari luar Aceh.

“Ketika gas dulu ada di Lhokseumawe, pelabuhan yang di Krueng Geukueh itu bisa hidup, pengapalannya langsung ke Korea. Tapi, ketika gas tidak ada lagi, maka pelabuhannya juga tutup. Artinya bahwa, ada rantai perdagangan atau mafia dagang di Sumatera Utara yang tidak memberikan kesempatan kepada Aceh untuk bisa mengekspor sendiri. Padahal pelabuhan di Belawan itu sudah padat sekali, tetapi beberapa di perairan Aceh pelabuhannya terbengkalai tidak digunakan,” ungkapnya.

Sementara itu ketika ditanya apakah nantinya pelabuhan di Aceh siap jika aturan larangan ekspor komoditas dari luar Aceh, Bardan Sahidi mengatakan kesiapan itu harus segera dilakukan, mengingat dana otonomi khusus (Otsus) Aceh akan berakhir pada 2027.

“Jika 22 cluster komoditas unggulan ekspor Aceh itu bisa dimaksimalkan dan diekspor ke berbagai negara secara berkelanjutan, tentu tidak akan ada kekhawatiran banyak pihak akan berakhirnya Otsus Aceh. Jika pelabuhan Aceh hidup, maka Aceh akan memiliki pendapatan yang mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

“Soal apakah pelabuhan Aceh siap jika aturan ini diberlakukan, pertanyaannya mau tunggu siap sampai kapan? Mau nggak mau Aceh harus siap, dan Pemerintah Aceh melalui instansi terkait harus mempersiapkannya. Apapun ceritanya, Aceh harus siap secara mandiri mengekspor sendiri ke luar negeri hasil komoditas Aceh,” tutup Bardan Sahdiri yang merupakan inisiator Raqan TNKA. (IA)

Previous Article Polisi Ungkap Motif Penculikan Anak di Aceh Tengah, Pelaku Ingin Jual Korban
Next Article Irigasi Sigulai Simeulue Rp 174,2 Miliar Ditarget Rampung Akhir 2022

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Umum
AKBP Chairul Ikhsan Gantikan Sujoko sebagai Kapolres Aceh Besar
Sabtu, 20 Desember 2025
Aceh
Daftar Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Diterjang Banjir di Tujuh Kabupaten
Rabu, 7 Januari 2026
Nasional
Prabowo Tunjuk Mendagri Tito Jadi Ketua Satgas Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana Aceh–Sumatera
Rabu, 7 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Plt. Kepala BPS Aceh Tasdik Ilhamuddin. (Foto: Ist)
Ekonomi

Harga Barang Melambung Usai Bencana, Aceh Catat Inflasi Tertinggi di Indonesia  

Selasa, 6 Januari 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui program Pertamina Peduli mendirikan dua tenda posko yang difungsikan sebagai sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak terdampak bencana di Pidie Jaya.
Ekonomi

Pertamina Hadirkan Sekolah dan Pesantren Sementara untuk Anak Terdampak Bencana di Pidie Jaya

Selasa, 6 Januari 2026
Ilustrasi Inflasi
Ekonomi

Pasca Banjir Sumatra, Aceh Tercekik Inflasi: Harga Pangan Tak Terkendali

Senin, 5 Januari 2026
Dirut Bank Aceh Fadhil Ilyas menyerahkan bantuan program "Bank Aceh Peduli" Rp642 juta untuk penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, yang diterima Sekda Aceh M Nasir Syamaun. (Foto: Ist)
Ekonomi

Bank Aceh Salurkan Bantuan “Bank Aceh Peduli” untuk Penanganan Bencana Rp642 Juta  

Senin, 5 Januari 2026
Tumpukan kayu di lokasi banjir bandang Kecamatan Serba Jadi Lokop, Aceh Timur, Kamis (1/1/2026). (Foto: Ist)
Ekonomi

Kerugian Sektor Perikanan Aceh Timur Capai Rp2,64 Triliun Akibat Banjir

Sabtu, 3 Januari 2026
Petugas PLN menyambung jaringan listrik di Rumah Hunian Sementara Aceh Tamiang. PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik dan kWh meter untuk masing-masing rumah yang telah terbangun. (Foto: Ist)
Ekonomi

PLN Sambung Jaringan Listrik ke Bangunan Huntara di Aceh Tamiang 

Jumat, 2 Januari 2026
BSI berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Ekonomi

BSI Bangun 15 Persen Huntara Korban Banjir Aceh

Jumat, 2 Januari 2026
Lanjutan pembangunan Gedung Dinas Pengelolaan Keuangan Aceh (DPKA) Tahap IV yang merupakan tahap akhir dengan APBA sebesar Rp23,7 miliar tidak selesai hingga akhir tahun 2025. (Foto: Ist)
Ekonomi

Empat Tahun Dikerjakan, Gedung Dinas Keuangan Aceh Tak Rampung Akhir 2025

Kamis, 1 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?