INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Gubernur Nova: Aceh Tamiang Daerah Pemekaran yang Berhasil

Last updated: Selasa, 12 April 2022 00:25 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 7 Menit
Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke-20 Kabupaten Aceh Tamiang, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Tamiang, Senin (11/4)
Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke-20 Kabupaten Aceh Tamiang, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Tamiang, Senin (11/4)
SHARE

KUALA SIMPANG – Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu dari 13 daerah pemekaran di Indonesia yang pemekarannya dinilai sukses oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menjadi Inspektur Upacara, pada peringatan Hari Jadi ke-20 Kabupaten Aceh Tamiang, di lapangan upacara Setdakab Aceh Tamiang, Senin (11/4) di Karang Baru.

Jusuf Kalla Serahkan Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional ke Mualem di Aceh Utara

“Terbukti, sejak menjadi daerah otonom, kabupaten ini terus berkembang. Menurut penilaian Kementerian Dalam Negeri, dari 57 daerah pemekaran baru periode 1999-2010, hanya 13 daerah yang pemekarannya dianggap berhasil. Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satunya,” ujar gubernur.

- ADVERTISEMENT -

Oleh karena itu, gubernur berpesan kepada seluruh aparatur dan masyarakat di Aceh Tamiang untuk selalu bahu membahu bekerja lebih baik lagi, agar prestasi ini bisa dipertahankan bahkan terus ditingkatkan.

“Prestasi ini harus lebih ditingkatkan lagi melalui kerjasama yang harmonis antar seluruh elemen masyarakat. Kerjasama yang baik antar semua pihak, bukan hanya membuat Bumi Mude Sedie semakin maju, serta mampu mempertahankan identitasnya sebagai ujung tombak Aceh di wilayah perbatasan. Untuk itu, partisipasi masyarakat mendukung pembangunan Aceh Tamiang sangatlah diharapkan,” kata Nova.

- ADVERTISEMENT -
Aceh Jadi Posko Induk Nasional Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Gubernur mengungkapkan, sama seperti daerah lain di Indonesia, Aceh Tamiang juga mengalami tekanan akibat badai Covid-19. Namun dengan upaya terukur dari Pemda, sebaran Covid-19 berhasil ditekan.

“Gerak cepat Pemerintah daerah membuat ancaman Covid-19 mulai mereda. Bahkan pada awal April 2022, Aceh Taming nihil kasus Covid-19. Daerah ini juga cukup tanggap dalam menjalankan kebijakan vaksinasi kepada masyarakatnya. Hingga awal April 2022, tercatat 85,5 persen warga Aceh Tamiang sudah menerima vaksin pertama, dan 74,1 persen telah menerima vaksin kedua,” ungkap Nova.

Gubernur mengungkapkan, persentase ini tergolong tinggi untuk wilayah Aceh. Untuk itu, Gubernur mengimbau agar persentase ini juga berjalan untuk vaksin booster sehingga upaya menghalau Covid-19 semakin menguat.

Koalisi Sipil Nilai Perpanjangan Ketiga Darurat Bencana Aceh Bukti Kegagalan Negara

“Dengan demikian, sektor-sektor ekonomi yang sempat terusik, dapat kembali berjalan normal. Sebagai Pimpinan Pemerintah Aceh, saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik itu aparatur Pemerintah, tenaga medis, TNI/Polri, PKK dan para relawan yang telah mendukung suksesnya program vaksinasi di daerah ini. Kerjasama seperti ini hendaknya dapat ditingkatkan agar Aceh Tamiang semakin maju dan berkembang,” imbuh Nova.

- ADVERTISEMENT -

Gubernur menambahkan, selain di bidang vaksinasi Covid-19, berbagai prestasi lainnya telah banyak didapatkan daerah ini. Misalnya dalam hal Tata Kelola Pemerintahan, secara berturut-turut Kabupaten Aceh Tamiang delapan kali mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Begitu juga dalam hal Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Elektronik, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi yang terbaik di Aceh.

Selanjutnya, dari aspek Kepatuhan Penerapan Standar Pelayanan Publik, Aceh Tamiang mendapat Penghargaan Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 kategori Zona Hijau dari Ombudsman RI. Hal ini menjadi indikator, pelayanan publik di daerah ini semakin baik.

Nova menambahkan, Aceh Tamiang memiliki posisi sangat strategis di Aceh, selain karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Provinsi tetangga Sumatera Utara, Tamiang juga memiliki keunikan dan potensi sumber daya alam yang cukup kaya.

Antara lain, terkait kemajemukan masyarakatnya yang membuat Aceh Tamiang sangat kaya dengan keanekaragaman budaya. “Kondisi ini tentu menghadirkan dinamika tersendiri bagi Pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang. Oleh karena itu, para pejabat di daerah ini harus bisa memimpin secara bijaksana, adil dan amanah, dengan menjadikan kemajemukan ini sebagai modal penting dalam pembangunan,” pesan Gubernur.

Selain keberagaman, sambung Nova, potensi kekayaan alam Aceh Tamiang juga menjadi andalan bagi Aceh. Wilayah ini merupakan salah satu basis perkebunan dan pertanian dengan berbagai komoditi bernilai ekonomi tinggi, seperti kelapa sawit, karet, kakao, jagung, serta berbagai komoditi lainnya.

“Tak hanya itu, sektor perikanan dan peternakan juga merupakan sektor utama wilayah ini. Di sektor tambang, Aceh Tamiang memiliki pusat produksi minyak yang telah eksis sejak puluhan tahun silam. Semua ini merupakan penunjang utama bagi Pendapatan Asli Daerah, terutama setelah lahirnya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur,” imbuh Nova.

Tak semata menyampaikan puja-puji akan sejumlah prestasi yang sukses digapai Aceh Tamiang, dalam amanatnya gubernur juga mengingatkan Pemkab Aceh Tamiang agar tidak berpuas diri dan selalu mengantisipasi potensi hambatan dan gangguan.

Beberapa potensi gangguan yang disampaikan gubernur di antaranya ancaman banjir yang kerap terjadi dan hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Selanjutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga menjadi tugas bersama. Begitu juga dengan peningkatan mutu pendidikan, kualitas kesehatan masyarakat, dan juga upaya meningkatkan pendapatan daerah.

Selain itu, gubernur juga mengingatkan ancaman stunting yang masih tinggi. Stunting menjadi salah satu hal yang harus ditangani agar SDM Aceh Tamiang lebih berkualitas.

“Masalah stunting ini tidak boleh kita sepelekan karena menyangkut masa depan bangsa. Untuk itu Tim Percepatan Penurunan Stunting Aceh Tamiang harus bekerja keras menjalankan program yang sudah ditetapkan. Kita berharap Aceh Tamiang dapat berkontribusi menurunkan angka stunting di Aceh,” kata Nova.

Untuk menjalankan semua misi perbaikan tersebut, Gubernur mengingatkan para pemangku kebijakan selalu optimis dapat mengatasi tantangan dan hambatan itu.

“Kita harus yakin, hari esok akan lebih baik, karena kita percaya Firman Allah SWT: “Inna maal ’usri yusra.” Sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Karena itu, sekali lagi saya ingatkan, kerjasama antar pihak harus kita perkuat,” ujar Nova mengingatkan.

Dalam amanatnya, gubernur juga mengingatkan, sama seperti yang akan terjadi di Pemerintahan Aceh, Pemkab dan Pemko lainnya di Aceh, masa kepemimpinan Pemerintahan Aceh Tamiang yang sekarang akan berakhir beberapa bulan ke depan. Selama hampir dua tahun setelah itu, daerah ini akan dipimpin penjabat bupati.

“Dalam situasi seperti itu, gerak pembangunan daerah tidak boleh menurun. Kinerja eksekutif dan legislatif tetap harus diperkuat guna menjalankan dan mengawasi pembangunan daerah. Sebab saya percaya, Aceh Tamiang punya potensi besar untuk menjadi daerah maju. Kemajuan daerah ini tentunya akan memberi efek positif bagi kemajuan Aceh pada umumnya,” ujar Nova.

Usai upacara, Gubernur didampingi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang menyerahkan bantuan Rumah Duafa kepada Supriyanto dari Gampong Sriwijaya, Irwansyah dari Gampong Tanjung Seumatoh, Irwansyah dari Matang Seuping. (IA)

Previous Article Aksi Demo Mahasiswa Tertib, Polda Aceh Sampaikan Terima Kasih ke Mahasiswa
Next Article Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco, Rahmat Gobel dan Lodewijk didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat menerima aspirasi mahasiswa BEM SI di atas mobil komando depan gedung DPR RI, Senin (11/4) BEM SI Sebut Aksinya Damai dan Aspirasi Tersampaikan

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Selasa, 13 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Tiga calon Rektor USK periode 2026-2031 yakni: Prof Agussabti, Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani. (Foto: Ist)
Pendidikan
MWA Tetapkan Tiga Calon Rektor USK Periode 2026–2031, Ini Namanya
Senin, 12 Januari 2026
Opini
Uang Bencana Aceh Mengendap, Empati Hilang: Derita Korban yang Terabaikan
Selasa, 13 Januari 2026
Opini
Wajah Aceh di Simpang Lima: Cermin Akhlak Kota Serambi Mekkah
Selasa, 13 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

Kondisi Memburuk, Aceh Utara Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 15 Hari

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Jumat, 9 Januari 2026
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Ketiga Kalinya, Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Kembali Diperpanjang hingga 22 Januari

Kamis, 8 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?