Komisi VI DPRA Pantau Pemberangkatan Jamaah Haji, Klinik Kesehatan Belum Tesedia di Embarkasi Aceh

BANDA ACEH — Dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan ibadah haji Embarkasi Aceh 1443 Hijriah/2022 Masehi, Komisi VI DPR Aceh melaksanakan pemantauan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Senin, 13 Juni 2022.
Pemantauan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi VI Tgk Irawan Abdullah SAg bersama Sekretaris Komisi Asmidar dan Anggota Komisi Tezar Azwar, Teuku Raja Keumangan dan Nurlelawati. Kehadiran rombongan tersebut disambut Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh Ali Amran.
“Pemantaun dan kunjungan ini dalam rangka memastikan seluruh Calon Jamaah Haji (CJH) Aceh yang akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini melalui Embarkasi Aceh mendapatkan fasilitas yang baik dan layak. Selain itu juga untuk melihat secara langsung kesiapan dari UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh,” kata Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah, Selasa (14/6).
Irawan menjelaskan selama di Embarkasi Aceh tersebut tim Komisi VI mengunjungi sejumlah tempat dan fasilitas, di antaranya aula dan ruang makan, penginapan, dan ruang klinik kesehatan.
“Ternyata di Embarkasi Aceh belum tersedianya klinik kesehatan yang refresentatif untuk CJH dan Komisi VI DPRA merekomendasikan segera dibangun klinik kesehatan yang refresentatif dan permanen supaya CJH mendapatkan pemerikasaan kesehatan yang maksimal. Selain itu juga belum tersedianya tempat manasik haji yang refresentatif. Ini juga menjadi masukan ke depannya,” kata Tgk Irawan.
Politisi PKS itu menambahkan peralatan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah untuk dibawa oleh CJH berupa tas yang ukurannya agak besar berisi 4 kotak masker, 1 lusin hand sanitazer ukuran kecil dan lain-lain sangat merepotkan CJH.
“Tim Komisi VI DPRA menyarankan agar ke depan peralatan kesehatan tersebut disediakan oleh tenaga kesehatan yang menyertai jamaah tanpa merepotkan jamaah yang akan berangkat sehingga tidak banyak tentengan yang harus dibawa. Ini kita minta untuk dibicarakan dengan pihak pusat supaya ke depan akan lebih praktis,” ungkap Tgk Irawan.
Dalam kunjungan tersebut Komisi VI juga mengapresiasi UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh dimana sekarang di tempat tersebut sudah memiliki penginapan yang berskala hotel berbintang.
“Kami melihat luar biasa bangunannya, berlantai 5 dan lengkap dengan lift. Sehingga penginapan tersebut tidak hanya untuk kebutuhan selama pelaksanaan ibadah haji tetapi bisa juga digunakan oleh masyarakat lainnya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Irawan yang juga Wakil Ketua F-PKS DPRA.
Sementara Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh Ali Amran kepada rombongan Komisi VI DPRA menyampaikan beberapa kondisi dan perkembangan Asrama Haji Embarkasi Aceh, serta kendala-kendala teknis lainnya dalam menghadapi pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang pada tahun 2021 yang lalu telah menyelesaikan rehab beberapa gedung aula khususnya gedung-gedung pertemuan saat kedatangan dan pelepasan CJH.
Untuk merehab gedung-gedung tersebut dana bantuan dari Pemerintah Aceh mencapai hampir Rp 2 miliar yang ditempatkan di PU.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Komisi VI DPRA akan kunjungannya. Semoga semua saran dan masukan tersebut dapat kita benahi di tahun mendatang. Terima kasih juga kepada Pemerintah Aceh atas bantuannya,” pungkas Ali Amran. (IA)