Madrasah Aliyah Dayah RIAB Sambut Kedatangan 351 Santri Baru

Suasana penyambutan santri baru tahun ajaran 2022/2023 Dayah Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) di Desa Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Ahad (17/7/2022)

Aceh Besar — Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) menggelar penyambutan kedatangan santri baru tahun ajaran 2022/2023.

Sebanyak 351 santri baru tiba di Madrasah Aliyah Dayah RIAB, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, pada Ahad pagi (17/7/2022).

Kedatangan mereka yang didampingi Orang/Tua Wali langsung disambut oleh seluruh civitas akademika MA Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa.

Penyambutan berlangsung dalam suatu acara temu ramah dengan orang tua santri yang digelar di halaman kampus RIAB.

Turut hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan RIAB Alamsyah Umar, Ketua Komite Sekolah Prof Dr Syahrizal Abbas MA diwakili Wakil Ketua Komite Ibnu Sa’dan, Direktur Madrasah/Dayah, Ustadz Kusnadi SAg MA beserta Dewan Guru di RIAB.

Dalam sambutannya, Ustadz Kusnadi mengucapkan selamat datang para santri baru di MA Dayah RIAB.

Ia menyebutkan penyambutan santri baru tahun ini yang berlangsung di halaman dayah, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang digelar di musalla.

Kusnadi melaporkan, jumlah santri baru MA Dayah RIAB tahun ini seluruhnya sebanyak 351 orang dari seluruh Aceh, dan dari luar Aceh.

Terbanyak 54 orang dari kota Banda Aceh, 49 orang dari Aceh Besar, 26 orang dari Pidie, Aceh Timur 26 orang, 25 orang dari Aceh Barat, 24 Aceh Barat Daya (Abdya), Bireuen 24 orang, Aceh Selatan 16 orang, selebihnya dari Simeulue, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Singkil.

“351 orang seluruh santri baru tahun ini, bukan hanya dari Aceh saja tapi juga dari Provinsi Sumut, Bali, Jakarta dan Riau. Ada 20-an orang dari luar Aceh

Ketua Dewan Pembina Yayasan RIAB Alamsyah Umar dalam arahannya juga menyinggung visi dan ide awal pembentukan RIAB yang digagas pendiriannya oleh mantan Gubernur Aceh Prof Dr Syamsuddin Mahmud.

“Dari awal RIAB ini didirikan dengan niat menguatkan ilmu agama juga bahasa. Harapannya setelah selesai dari dayah ini, selain mampu mendalami ilmu agama, anak-anak kita juga mampu menguasai berbagai bahasa asing seperti bahasa arab, inggris, jepang dan lainnya,” sebutnya.

Sementara Wakil Ketua Komite Sekolah MA/Dayah RIAB Drs Ibnu Sa’dan, dalam sambutannya menyebutkan, orang tua/wali tentu punya tujuan masing-masing memasukkan anaknya ke RIAB yaitu untuk menuntut ilmu kehidupan dunia dan akhirat.

Semuanya itu bertujuan untuk menciptakan generasi islami yang berkualitas Iptek dan Imtaq.

Pola pendidikan di lembaga pendidikan boarding asrama atau dayah, tentu sudah diatur dan terformat dengan sangat baik.

Semua ini bertujuan untuk membina karakter dan kemandirian santri, dan RIAB termasuk lembaga pendidikan yang menganut model seperti ini, dengan tetap menyelaraskan Pendidikan Keilmuan dan Keagamaan.

Sejauh ini RIAB sudah membidani lahirnya alumni berkualitas yang tersebar di seluruh penjuru nasional bahkan internasional.

Lulusan RIAB ada di mana-mana dan mereka mampu memberikan kebaikan dan kontribusi nyata di manapun mereka berada.

“Kami atas nama komite juga memberikan apresiasi yang begitu besar kepada bapak ibu sekalian yang sudah mempercayai dan menitipkan putra-putrinya ke RIAB.

Semoga kami tetap diberi kekuatan untuk dapat mendidik mereka dengan baik,” sebut Ibnu Sa’dan.

Penceramah Ustadz Dr Fahmi Sofyan juga turut menyampaikan taushiyah pada penyambutan santri baru, di antaranya menyampaikan pendidikan karakter dalam Islam dalam mendidik anak sejak usia dini.

Acara temu ramah dan serah terima santri baru ini berakhir pukul 12.00 WIB dengan agenda silaturrahmi dan perkenalan wali santri dengan Citivitas Akademika RIAB dan ditutup dengan sesi tanya jawab. (IA)