INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

17 Tahun Damai Kemiskinan Aceh Masih Tinggi, Wali Nanggroe: Ini Sangat Memalukan!

Last updated: Selasa, 16 Agustus 2022 09:18 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Forkopimda Aceh dan sejumlah pejabat menghadiri peringatan 17 tahun perdamaian Aceh di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh, Senin (15/8)
SHARE

BANDA ACEH — Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar menyinggung angka kemiskinan Aceh yang masih tinggi meski usia perdamaian telah berlangsung 17 tahun.

Malik menilai ada yang salah dalam tata kelola pemerintahan di Tanah Rencong.

Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa

Malik awalnya berbicara masalah penandatanganan kesepakatan damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia yang berlangsung di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005 silam. Malik menjadi perwakilan GAM saat meneken naskah perdamaian tersebut.

- ADVERTISEMENT -

“Saya selaku sebagai pihak kedua penandatanganan MoU Helsinki 2005 meminta pemerintah dan Pemerintah Aceh mempedomani MoU Helsinki berikut butir-butir yang terkandung di dalamnya, dan Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dalam mengambil kebijakan dan melaksanakan tata kelola Pemerintahan Aceh, yang baik bersih, bermartabat untuk kesejahteraan bangsa Aceh sebagaimana komitmen yang tercantum dalam kesepakatan damai MoU Helsinki,” kata Malik dalam sambutannya pada peringatan Hari Damai di Banda Aceh, Senin (15/8/2022) seperti dilansir dari detikSumut.

Mantan Perdana Menteri GAM itu mengaku harus berulangkali menyampaikan hal tersebut ke pemerintah pusat dan pemerintah Aceh.

- ADVERTISEMENT -
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM dan Wakil Bupati Said Fadheil SH.
Aceh Barat Larang Permainan Domino hingga Turnamen di Gampong

Dia mengingatkan, pemerintah bahwa MoU Helsinki bukan titik berhentinya perjuangan Aceh tapi starting point dimulainya perjuangan dari angkatan bersenjata ke haluan politik.

Dia lalu menyinggung soal kemiskinan Aceh yang dinilai masih tinggi. Malik mengutip data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh yang menyebutkan di tahun 2022 lebih dari 800 ribu atau lebih 15 persen dari 5,3 juta masyarakat masuk dalam kategori miskin.

“Ini sebenarnya amat memalukan bagi kita bangsa Aceh. Aceh dari zaman dulu dikenal sebagai suatu negara yang sangat maju dan kaya di Asia Tenggara ini. Ini tentunya ironis apa yang terjadi di Aceh sekarang dan menjadi indikasi bahwa selama ini ada yang yang salah dengan tata kelola pemerintahan dan tata kelola keuangan Aceh,” ujar Malik.

Jusuf Kalla Serahkan Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional ke Mualem di Aceh Utara

Menurutnya, bila butir-butir MoU Helsinki diimplementasikan secara maksimal, Aceh akan bebas dari kemiskinan.

- ADVERTISEMENT -

Penerapan itu harus dipahami semua kalangan di Tanah Rencong mulai dari pemerintah, masyarakat dan swasta.

“Jika seluruh butir-butir MoU Helsinki dan pasal-pasal dalam UUPA telah diimplementasikan secara maksimal, rakyat Aceh bukan hanya akan terlepas dari belenggu kemiskinan, tapi juga akan menjadi bangsa yang sejahtera, berwibawa dan bermartabat,” terang Malik.

Ia menuturkan belum cukup dirasakan damai jika pergerakan ekonomi Aceh masih bergantung pada sumber APBA dan Otsus semata.

Aceh mesti mengelola dengan baik dan profesional potensi pertanian, perikanan, peternakan, dengan membangun infrastruktur dan suprastruktur yang mendukung peningkatan kualitas produksi, mengolah menjadi bahan jadi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh.

Setelah terpenuhi kebutuhan Aceh, selanjutnya memenuhi kebutuhan masyarakat di luar Aceh.

“Demikian juga pemanfaatan potensi letaknya geografis Aceh yang strategis khususnya di jalur perdagangan laut dan pernerbangan udara internasional. Dengan didukung ketulusan dan keikhlasan kita dalam upaya membangun Aceh, hal tersebut bukan suatu perkara yang sulit untuk dilaksanakan,” kata Malik.

Selain itu, Malik Mahmud turut menyinggung perilaku korupsi, menghalalkan segala cara, mementingkan kepentingan kelompok atau pribadi, dan terlebih perilaku menodai syariat Islam di Aceh. (IA)

Previous Article Warisan SBY, Partai Demokrat Ajak Kader Rawat Perdamaian Aceh
Next Article Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto melakukan pertemuan silaturahmi dengan Rektor USK Prof Dr Ir Marwan di Ruang Kerja Rektor, Senin (15/8) Pemkab Aceh Besar Gandeng Universitas Syiah Kuala Cegah Stunting

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Rabu, 14 Januari 2026
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana didampingi Kasat Resnarkoba AKP Rajabul Asra memberikan keterangan pengungkapan kasus sabu dalam konferensi pers, Selasa (13/1). (Foto: Ist)
Hukum
Empat Kali Jadi Kurir, Warga Pidie Akhirnya Ditangkap di Bandara SIM Selundupkan Sabu 1,9 Kg  
Rabu, 14 Januari 2026
Indonesia memasuki tahun 2026 dengan satu ironi besar: narasi dalam kondisi tampak stabil, tetapi sesungguhnya rapuh di tengah krisis kepercayaan. (Foto: Ist)
Opini
Negara “Seolah-olah”: Indonesia di Ambang Krisis Legitimasi
Rabu, 14 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Aceh
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa
Rabu, 14 Januari 2026
Tanah amblas di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Aceh Tengah hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan. (Foto: Ist)
Umum
Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 
Rabu, 14 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

Aceh Jadi Posko Induk Nasional Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026
Aceh

Koalisi Sipil Nilai Perpanjangan Ketiga Darurat Bencana Aceh Bukti Kegagalan Negara

Minggu, 11 Januari 2026
Aceh

Kondisi Memburuk, Aceh Utara Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 15 Hari

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Jumat, 9 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?