Ekonomi

Layanan ATM BSI di Aceh Masih Menjengkelkan Nasabah

BANDA ACEH — Nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) di Provinsi Aceh untuk kesekian kalinya kembali dibuat jengkel dan kesal atas layanan buruk yang diberikan oleh bank tersebut.

Pasalnya, layanan penarikan uang secara tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik BSI di Kota Banda Aceh kembali bermasalah dan bikin ulah.

Sejumlah nasabah mengeluhkan tidak bisa menarik uang tunai di beberapa ATM BSI dalam dua hari ini karena adanya gangguan yang terjadi.

Di ATM BSI yang mengalami gangguan penarikan uang tunai tersebut menampilkan tulisan pemberitahuan di layar berupa “Mohon Maaf, ATM Ini Sedang Tidak Berfungsi”.

Tulisan lainnya yang membuat nasabah kesal adalah “Mohon Maaf, ATM Ini Tidak Bisa Mengeluarkan Uang”. Padahal nasabah tersebut sudah memasukkan kartu ATM-nya ke dalam mesin dan telah bertransaksi, namun uang yang ditunggu tidak kunjung keluar.

Akibat sejumlah ATM yang tidak berfungsi dengan baik, nasabah terpaksa harus bersusah payah naik kendaraan lagi dan berputar-putar mencari ATM BSI yang lainnya di ibu kota Provinsi Aceh untuk bisa melakukan penarikan uang.

Tapi begitu sampai di ATM yang berfungsi tersebut, nasabah tidak bisa langsung menarik uang tapi terpaksa harus sedikit bersabar sejenak menunggu antrian di ATM dengan jumlah antrian lima sampai tujuh orang.

Keluhan tersebut di antaranya disampaikan oleh Muslim, seorang warga dan nasabah pemegang kartu ATM BSI di Banda Aceh.

Awalnya ia hendak bertransaksi di ATM BSI di kawasan Ulee Kareng. Dari tiga mesin ATM, dua mengalami gangguan dan hanya satu yang berfungsi itupun terjadi antrian sampai beberapa orang.

Warga tersebut kemudian menuju ke ATM BSI lainnya di kawasan Jalan T Panglima Nyak Makam, di depan sebuah hotel berbintang. Lagi-lagi dia dibuat kecewa tak bisa menarik uang karena mesin ATM BSI di sana tidak berfungsi.

Ia kemudian menuju ke pusat kota Banda Aceh untuk mencari ATM BSI yang berfungsi dengan baik. Barulah di tempat ini dia bisa menarik uang setelah lelah berputar-putar dengan kendaraannya.

“Saya harus berputar-putar sampai ke kota untuk menarik sedikit uang di ATM. Ini tentu sangat menjengkelkan dengan pelayanan ATM BSI yang tidak berfungsi. Katanya layanan ATM BSI sudah normal sekarang, tapi kok masih ada saja gangguan meskipun tidak semuanya. Semoga ini cepat dibenahi,” kata Muslim, nasabah BSI di Kota Banda Aceh, Senin (29/8).

Warga Banda Aceh lainnya, Muhammad juga mengeluhkan adanya gangguan yang kerap terjadi ATM BSI.

Ia justru mengkhawatirkan kondisi tersebut nantinya akan berdampak tidak baik terhadap pelaksanaan syariat Islam di bidang ekonomi syariah, dengan pemberlakuan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Qanun Lembaga Keuangan Syariah.

“Jangan sampai gara-gara pelayanan ATM BSI seperti itu, nanti timbul kesan negatif bahwa bank syariah tidak bisa melayani nasabah dengan baik dan bermunculan sumpah serapah bahkan caci maki dengan kata-kata kotor seperti yang selama ini kita lihat komentar-komentar warga di berbagai media sosial.

Ini tentunya harus disadari oleh BSI, jangan sampai gara-gara layanan mereka yang buruk, nanti justru yang disalahkan adalah Qanun LKS dan minta bank konvensional dikembalikan lagi ke Aceh karena bank syariah dianggap tidak mampu dan sering menyusahkan nasabah saat tarik uang di ATM. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi,” pungkas Muhammad. (IA)

Artikel Terkait