Pemko Banda Aceh Dituding Pangkas Anggaran Masjid dan Alquran, Ini Penjelasan Kadis SI

Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh Ustadz Ridwan Ibrahim

BANDA ACEH — Pemko Banda Aceh dituding melakukan pemangkasan anggaran pembangunan sejumlah rumah ibadah di Banda Aceh hingga pengadaan Al-Qur’an pada tahun anggaran 2022.

Padahal Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq sejak awal telah berjanji akan ekstra hati-hati dalam melakukan rasionalisasi anggaran agar tidak merugikan masyarakat.

“Sangat memilukan Pj Wali Kota Bakri Siddiq melakukan pemangkasan anggaran sejumlah rumah ibadah hingga pengadaan Alquran,” ungkap Koordinator Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Untuk Rakyat (GeMPuR), Asrinaldi kepada media, Senin 10 Oktober 2022.

Dia menyontohkan, salah satu pembangunan rumah ibadah yang dipangkas anggarannya yakni pembangunan Masjid At-Taqwa Gampong Seutui yang terancam dipotong, padahal tendernya sudah dilakukan.

“Pembangunan Masjid Taqwa Seutui itu sudah ditender juga akhirnya pembangunannya terancam gagal dilaksanakan karena anggarannya terancam dipotong. Belum lagi sejumlah pembangunan/rehab rumah ibadah lainnya yang kecil-kecil juga berpotensi dipangkas anggarannya termasuk pengadaan Alquran. Hal ini menunjukkan banyak program kerakyatan dan keagamaan akan terhenti pembangunannya di bawah kepemimpinan Pj Wali Kota Bakri Siddiq,” ujarnya.

GeMPuR juga menuding sosok Pj Wali Kota Banda Aceh tidak benar-benar menyelamatkan program kerakyatan dan keagamaan sebagaimana komitmen dan penegasannya sebelumnya, tapi justru sebaliknya secara diam-diam mengabaikan kepentingan agama dan rakyatnya.

“Seharusnya yang dilakukan Pj Wali Kota adalah menyelamatkan program kerakyatan dengan memaksimalkan realisasi PAD, namun fakta pahit harus ditelan oleh masyarakat Banda Aceh bahwa PAD masih belum bisa dimaksimalkan, sehingga program keagamaan dan kerakyatan akhirnya dikorbankan. Sehingga sangat wajar jika masyarakat kota menilai bahwa ‘Pj Wali Kota Bakri Siddiq adalah pemimpin yang cakapnya tak serupa bikin,” tegasnya.

Benarkan tudingan bahwa Pemko Banda Aceh telah memangkas anggaran untuk kegiatan agama seperti pembangunan masjid serta sarana ibadah lainnya, termasuk pengadaan Alquran yang notabenenya untuk penguatan agama dan syiar Islam?

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh Ustadz Ridwan Ibrahim turut memberikan penjelasan atas tudingan tersebut.

“Komitmen Pj Wali Kota Banda Aceh tak perlu diragukan soal penguatan syariat Islam,” Kepala DSI Kota Banda Aceh Ridwan Ibrahim

Menurutnya. Pj Wali Kota Banda Aceh telah menegaskan komitmennya terhadap implementasi syariat Islam. Salah satunya dengan menginstruksikan Dinas Syariat Islam (DSI) untuk mempercepat realisasi pengadaan Alquran dan pembangunan masjid yang sudah direncanakan sebelumnya.

Kepala DSI Kota Banda Aceh Ridwan Ibrahim membantah tudingan pemangkasan program tersebut sebagaimana disebut Koordinator Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Untuk Rakyat (GeMPUR), Asrinaldi, dalam siaran persnya.

“Pengadaan Alquran serta program pembangunan sejumlah rumah ibadah pada tahun ini terus disiapkan, dan bila perlu ditambah. Instruksi Pak Pj Wali Kota terkait hal ini cukup jelas,” kata Ridwan, Selasa (11/10/2022).

Meskipun Pemerintah Kota Banda Aceh sedang melakukan rasionalisasi anggaran, tapi untuk pembangunan sarana dan prasarana ibadah terus dilanjutkan sebagai komitmen Bakri Siddiq dalam pelaksanaan dan penguatan syariat Islam.

“Lihat saja bagaimana beliau setiap Sabtu dan Ahad menggerakkan Shalat Subuh berjamaah di berbagai masjid lewat program Sajadah Fajar. Tujuannya untuk memakmurkan masjid. Bukan hanya sebatas tempat ibadah, masjid juga menjadi tempat bermusyawarah, bersilaturahmi, dan sebagai pusat pembangunan umat. Sejalan dengan itu, program pengadaan Alquran dan pembagunan masjid akan terus kita lanjutkan. Komitmen Pak Pj Wali Kota tak perlu diragukan,” ujarnya.

Menurut Ridwan, bila ada berita miring yang menyebutkan Pj Wali Kota Banda Aceh tidak pro syariat Islam, adalah hal yang sama sekali tidak mendasar.

“Hal ini dibuktikan dengan masih tersedianya plot anggaran pengadaan Alquran dan pembangunan masjid pada tahun 2022, yang dalam waktu singkat ini akan segera dilaksanakan.”

“Di antaranya, Masjid Taqwa di Seutui, Masjid Al-Maghfirah di Gano dan Masjid Muhammadiyah akan terus kita lanjutkan pembangunannya. Program kerakyatan dan keagamaan memang telah menjadi komitmen Pak Pj Wali Kota dan akan terus dilaksanakan ke depan,” katanya.

Oleh sebab itu, ia pun mengharapkan dukungan seluruh masyarakat untuk mewujudkan komitmen Bakri Siddiq.

“Termasuk dengan memberi informasi, data, dan fakta yang benar, serta masukan positif untuk pembangunan kota. Harapan rakyat menjadi prioritas kebijakan Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Bakri Siddiq, apalagi di bidang keagaamaan,” pungkasnya. (IA)