INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Nihil Kasus PMK, Pemerintah Aceh Puji Peran Dokter Hewan

Last updated: Sabtu, 21 Januari 2023 22:42 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran membacakan sambutan Pj Gubernur Aceh pada Musyawarah Anggota PDHI Cabang Aceh di Amel Convention Hall Banda Aceh, Sabtu (21/1)
SHARE

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memuji dan mengapresiasi peran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Aceh, pada upaya pencegahan dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2022.

Sebagaimana diketahui, atas sumbangsih dan kerja keras para dokter hewan, Aceh mampu mencatat zero case di Oktober 2022.

Jusuf Kalla Serahkan Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional ke Mualem di Aceh Utara

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran, saat membacakan sambutan Pj Gubernur Aceh, pada Musyawarah Anggota PDHI Cabang Aceh, di Gedung Amel Convention Hall Banda Aceh, Sabtu (21/1).

- ADVERTISEMENT -

“Alhamdulillah, berbagai upaya penanganan dan pencegahan membuahkan hasil yang baik. Keberhasilan penanganan PMK di Aceh tidak terlepas dari peran para dokter hewan yang telah mencurahkan pikiran, tenaga dan bekerja maksimal untuk mendukung pemerintah. Dalam banyak kesempatan, Pak Gubernur selalu menyampaikan apresiasi kepada PDHI atas dukungannya selama ini,” ujar Zalsufran.

Sebagaimana diketahui, saat awal PMK mewabah, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, telah memerintahkan Sekda Aceh, Kadisnak Aceh bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi PMK di seluruh Aceh.

- ADVERTISEMENT -
Aceh Jadi Posko Induk Nasional Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Selama pandemi PMK mewabah di Aceh, sebanyak 47.519 ternak warga terinveksi PMK. Sebagai upaya pencegahan Pemerintah Aceh melalui Disnak Aceh telah melakukan vaksinasi kepada sebanyak 63.716 ternak warga di seluruh Aceh.

Upaya ini cukup membuahkan hasil karena sebanyak 47.143 ternak warga dinyatakan sembuh. Meski demikian, sebanyak 312 ternak warga mati akibat PMK dan 64 ekor ternak warga telah dilakukan pemotongan paksa. Sesuai data Dinas Peternakan, saat ini Aceh telah nihil kasus PMK, namun tetap siaga melakukan berbagai pengawasan agar penyebaran kasus baru dapat dibendung.

Dalam sambutannya, Zalsufran menegaskan, selama keterlibatan PDHI dan seluruh insan veteriner tak hanya terkait penanganan PMK. Para dokter hewan di Aceh punya andil besar dalam menjaga keberlangsungan hidup hewan liar yang dilindungi dan hewan peliharaan.

Koalisi Sipil Nilai Perpanjangan Ketiga Darurat Bencana Aceh Bukti Kegagalan Negara

“Dalam banyak kasus, dokter hewan selalu ambil bagian mengobati hewan liar yang terluka akibat jerat di hutan. Selain itu, masih banyak lagi peran dokter hewan di Aceh. Karenanya pada kesempatan ini, kami atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para dokter hewan di Aceh atas kerja-kerjanya selama ini,” imbuh Zalsufran.

- ADVERTISEMENT -

Mengingat vitalnya peran insan veteriner, Pemerintah Aceh memandang pentingnya meningkatkan peran dokter hewan dalam pembangunan, sebab peran yang ada di pundak profesi ini bagi kehidupan masyarakat tidaklah kecil.

Profesi ini sangat dibutuhkan dalam menentukan kebijakan mengenai segala hal terkait peternakan dan kesehatan hewan.

Apalagi di era perdagangan bebas saat ini, tantangan pembangunan di bidang peternakan semakin kompleks. Peran dokter hewan pun turut mengalami pergeseran, dari semula yang berupa pendekatan penyakit, bergeser menjadi pendekatan kesehatan hewan.

“Kondisi itu semakin diperketat lagi dengan persaingan perdagangan ternak dan hasil ternak antar negara, di mana isu terkait hewan ternak turut mengalami pergeseran, dari konsep risiko nol atau zero risk menjadi konsep risiko yang masih dapat diterima acceptable risk,” kata Zalsufran.

“Semua dinamika ini tentu menghadirkan tantangan tersendiri bagi profesi dokter hewan. Perubahan ini paralel dengan kemajuan ekonomi global, terutama dengan adanya perjanjian perdagangan antara negara di bidang peternakan atau hewan. Hal ini menuntut reaksi cepat dari para dokter hewan sebagai tenaga ahli dalam mengantisipasi setiap perubahan dengan perhitungan analisa risiko yang kritis dan sistematis. Itu sebabnya profesi dokter hewan dituntut lebih berperan dalam melihat fenomena global yang berkembang saat ini,” sambung Zalsufran.

Oleh karena itu, lanjut Zalsufran, sebagai wadah berhimpunnya para dokter hewan di Aceh, PDHI Cabang Aceh sudah semestinya tanggap dengan situasi ini.

Hal ini perlu saya tegaskan, sebab selama ini masih ada anggapan bahwa dokter hewan hanya membidangi urusan kesehatan hewan saja.

“Profesi ini juga penting bagi kesehatan rakyat dan kemajuan pangan. Kita tidak boleh lupa, bahwa sekat-sekat global yang semakin tipis, sangat potensial memunculkan penyakit menular yang bermula dari hewan. Untuk mencegah terjadinya hal ini, tentu diperlukan keterlibatan para dokter hewan untuk mengantisipasi agar tidak mewabah di daerah kita,” ujar Kadisnak.

Zalsufran optimis, PDHI sebagai wadah silaturrahmi bagi para anggotanya, dapat pula berperan sebagai media untuk meningkatkan kapasitas anggota, saling berbagi pengetahuan tentang isu-isu terkini mengenai pangan, dunia hewan dan peternakan serta mendorong peran dokter hewan agar dilibatkan lagi dalam pembangunan daerah.

“Kami optimis, Musyawarah Anggota PDHI Aceh dapat memetakan berbagai tantangan, mencari solusi, hingga melahirkan berbagai program yang lebih baik, guna meningkatkan peran dokter hewan untuk mendukung program pembangunan Aceh ke arah yang lebih baik. Insya Allah kegiatan ini berjalan lancar dan sukses,” pungkas Zalsufran.(IA)

Previous Article LBH Banda Aceh Desak Kepala Komnas HAM Perwakilan Aceh Mundur
Next Article Jelang Imlek, Polres Sabang Gelar Razia di Pelabuhan Balohan

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Selasa, 13 Januari 2026
Tiga calon Rektor USK periode 2026-2031 yakni: Prof Agussabti, Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani. (Foto: Ist)
Pendidikan
MWA Tetapkan Tiga Calon Rektor USK Periode 2026–2031, Ini Namanya
Senin, 12 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Opini
Uang Bencana Aceh Mengendap, Empati Hilang: Derita Korban yang Terabaikan
Selasa, 13 Januari 2026
Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA resmi mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031.
Pendidikan
Mantan Komisaris Bank Aceh Prof Mirza Tabrani Daftar Calon Rektor USK
Minggu, 19 Oktober 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

Kondisi Memburuk, Aceh Utara Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 15 Hari

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Jumat, 9 Januari 2026
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Ketiga Kalinya, Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Kembali Diperpanjang hingga 22 Januari

Kamis, 8 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?