INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

Teladani Nabi Ibrahim, Berkurban Momentum Pembuktian Cinta kepada Allah

Last updated: Kamis, 22 Juni 2023 23:15 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 11 Menit
Dr Nurkhalis Mukhtar Lc MA (Pembina Yayasan Pelita Alfusalam dan Dosen STAI Al-Washliyah Banda Aceh)
SHARE

Oleh: Dr Nurkhalis Mukhtar Lc MA

NABI Ibrahim ‘Alaihisalam figur teladan yang sering disebut berulang-kali dalam Al-Qur’an. Beliau adalah Nabi pilihan yang memiliki nilai keteladanan yang tinggi.

Jembatan Darurat Dibangun Buka Akses ke Jamat Aceh Tengah yang Terputus Pascabanjir

Banyak peribadatan dalam Islam yang mengacu kepada tuntunan yang dilakukannya, kemudian dipertegas kembali oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seperti qurban.

- ADVERTISEMENT -

Dalam ibadah qurban misalnya, terkandung pelajaran yang sangat berharga dari seorang Nabi Ibrahim dengan anaknya Nabi Ismail. Tentu cinta yang hakiki perlu adanya pembuktian, salah satunya dengan berkurban seperti yang dilaksanakan oleh keduanya.

Karena kurban merupakan perwujudan cinta yang tulus dari hamba kepada Tuhan-Nya.

- ADVERTISEMENT -
Ditpolairud Polda Aceh yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa II Polda Aceh membersihkan fasilitas pendidikan di Aceh Tamiang.
Ditpolairud Polda Aceh Bersihkan Fasilitas Pendidikan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Dalam surat As-Shaffat digambarkan kisah yang begitu indah yang menceritakan betapa tingginya kepasrahan Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail sebagaimana yang diabadikan dalam Al-Qur’an, Nabi Ibrahim berkata kepada anaknya; “wahai anakku, sungguh aku melihat di dalam mimpiku bahwa aku menyembelihmu, bagaimana pandanganmu?”.

Nabi Ismail dengan yakin dan mantap menjawab “wahai ayahku, kerjakan apa yang diperintahkan, insyaAllah Engkau akan mendapati ku bersabar”, terhadap apa yang diperintahkan kepada ayah untuk menyembelih.

Tatkala Nabi Ibrahim mendengar jawaban dari anaknya, dia mengetahui bahwa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT telah dikabulkan, dengan dianugerahkan kepadanya seorang anak yang shaleh yaitu Nabi Ismail yang patuh.

Dibayar Lunas Sebelum Pekerjaan Rampung, Kejati Aceh Didesak Usut Proyek Tapaktuan Sport Center

Al-Qur’an menjelaskan secara rinci betapa indah dialog yang penuh keimanan dan keyakinan antara Ibrahim dan anaknya Ismail. Terasa suasana cinta yang tulus dan kepasrahan dari ayah dan anak.

- ADVERTISEMENT -

Tanpa bantahan Nabi Ismail berbaring di hadapan ayahnya untuk dikurbankan, namun Allah mengetahui bahwa kedua hambanya tersebut memiliki keikhlasan dan cinta yang tinggi nilainya kepada Allah, sehingga Allah mengganti sembelihan dengan seekor kibas yang besar. Cinta yang tulus menyebabkan para hamba Allah melakukan kurban khususnya pada Hari Raya ‘Idul Adha.

Pada hari raya Idul Adha dianjurkan bagi kaum muslimin untk melakukan ibadah kurban.
Bila dilihat, sebelum adanya perintah kurban kepada Nabi Ibrahim. Beliau dianugerahi anak yang sangat dicintainya itu ketika usia senja. Dalam usia yang telah lanjut, Nabi Ibrahim diberikan berita bahwa ia akan dianugerahi seorang anak yang sangat sabar dan patuh.

Anak yang sabar itu adalah Ismail yang merupakan tumpuan harapan dan cita-cita Ibrahim dan Isterinya Hajar. Setelah Ismail lahir, belum lama Ibrahim menimang anaknya, ia kemudian diperintah oleh Allah SWT untuk meletakkan anaknya di sebuah lembah yang tandus, disebut dalam Al-Qur’an dengan waadin ghairi dzi zar’in sebuah lembah yang tandus tanpa penghuni, tanpa cahaya kehidupan; pepohonan, air, makanan, penduduk, kecuali hanya bekal yang mereka bawa.

Siti Hajar hanya menanyakan kepada Nabi Ibrahim apakah penempatan mereka di lembah yang tandus merupakan perintah dari Allah ta’ala, atau inisiatif dari Nabi Ibrahim. Dengan mantap Nabi Ibrahim menjawab bahwa Allah yang memerintahkannya.

Hiduplah Ismail dan ibunya Siti Hajar di sebuah lembah yang tandus dan gersang, yang kemudian terjadi perubahan signifikan di lembah tersebut setelah ada sumber kehidupan yaitu air zamzam yang penuh keberkahan.

Menginjak usia remaja Ismail dan ayahnya membangun sebuah tempat yang menjadi jantung hati umat Islam di seluruh dunia yaitu Ka’bah rumah Allah yang agung. Dimana Allah memerintahkan Ibrahim ‘alaihisalam untuk menyeru manusia agar datang melakukan ibadah ke tempat yang mulia. Tidak terhitung manusia yang datang kesana untuk melakukan tawaf, sa’i dan ibadah lainnya.

Jadi Ka’bah yang merupakan kiblatnya umat Islam diseluruh dunia merupakan bangunan yang cikal bakalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail ‘alaihima salam.

Nabi Ismail dalam catatan sejarah memiliki banyak keutamaan, sebagai seorang Nabi ia juga penjaga Tanah Haram dan terkenal sangat tunduk dan patuh kepada ayahnya, tidak pernah sama sekali membantah ayahnya dalam hal apapun.

Dari tulang sulbinya pula Rasul pilihan, penutup para nabi dan rasul lahir Nabi Muhammad. Sehingga dalam rentetan kakek Rasulullah termasuk Ismail salah satunya. Rasulullah sebagaimana disebutkan oleh beliau dalam beberapa riwayat, berpindah dari rahim dan tulang sulbi yang suci. Karena Rasulullah adalah manusia terbaik kedudukan dan nasabnya di sisi Allah.

Selain membangun Ka’bah bersama ayahnya Nabi Ibrahim, Ismail juga dikisahkan dalam Al-Qur’an memiliki kepasrahan yang tinggi dengan membenarkan setiap perbuatan Nabi Ibrahim yang dibimbing oleh Wahyu. Kisah berawal ketika beberapa malam Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anak yang sangat ia cintai.

Nabi Ibrahim merenungkan arah datangnya mimpi adakah dari ilham yang benar ataukah ia hanya bunga tidur belaka. Pada hari yang disebut dengan hari Tarwiyah ia melakukan perenungan hingga pada hari Arafah ia yakin bahwa mimpi tersebut datangnya dari Allah dan sebuah kebenaran yang mesti ditunaikan.

Setelah mantap keyakinannya, ia dengan tekad yang kuat tanpa keraguan membawa anaknya ke sebuah tempat untuk disembelih, di tengah perjalanan datanglah syetan yang ingin menimbulkan keraguan di hati Ibrahim dengan menggodanya agar tidak menyembelih anak yang ia cintai.

Nabi Ibrahim membalas godaan syetan dengan melempar tujuh batu yang dalam konteks sekarang disebut dengan melontar jamarat bagi para jama’ah haji.

Adapun Rasulullah Muhammad melaksanakan kurban untuk dirinya dan umatnya. Begitu banyak hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah menerangkan kepada umatnya untuk meniru sunnah yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihisalam.

Sehingga ketika para jamaah haji melontar jamarat pada hari ke sepuluh Dzulhijjah yang disebut dengan hari nahar/menyembelih tepatnya pada hari raya kurban atau Idul Adha, sangat dianjurkan setelah pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha untuk melaksanakan ibadah kurban sebagaimana firman Allah yang berbunyi “sungguh, kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
Hari Raya Idul Adha disebut dengan Hari Raya Qurban, karena amalan yang paling utama pada hari raya ini adalah perwujudan cinta sesungguhnya bagi seorang hamba kepada Allah yaitu dengan melakukan ibadah kurban. Bahkan dalam riwayat disebutkan bahwa tidak ada amalan yang paling dicintai oleh Allah pada hari raya kurban melainkan menyembelih hewan sembelihan, dan dosa-dosa orang yang berkurban diampuni dosanya sebelum darah dari hewan sembelihan tersebut jatuh ke bumi.

Sabda Rasulullah, “Tidak ada amalan Anak Adam yang lebih disukai oleh Allah pada hari raya kurban melainkan berkurban. Sesungguhnya binatang-binatang kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya, darahnya benar-benar jatuh di sebuah tempat di sisi Allah sebelum jatuh di bumi. Maka berbahagialah bagi jiwa yang berkurban.”

Begitu agung dan mulianya perbuatan kurban, sehingga banyak ayat dan hadits yang memotivasi dan menganjurkan kita untuk berkurban. Kurban yang dipersembahkan pun semestinya kurban yang terbaik, seperti kurban yang dipersembahkan oleh anak Nabi Adam yaitu Habil yang memberikan ternak yang paling bagus yang ia miliki.

Di antara syarat-syarat binatang kurban adalah selamat dari berbagai kekurangan seperti tidak berpenyakit, buta, pincang, dan sangat kurus. Al-Qur’an menjelaskan bahwa seseorang tidak mendapatkan kebaikan secara sempurna dalam kebaikan kecuali ia memberikan yang terbaik yang ia miliki.

Karena Allah adalah zat yang maha sempurna dan baik, tidak menerima kecuali segala yang baik-baik. Karena itu kurban merupakan bentuk manifestasi cinta seorang hamba kepada Tuhannya, semestinya dipersembahkan yang terbaik.

Agar kurban yang dipersembahkan pada hari yang mulia memiliki pahala yang istimewa di sisi Allah, tentu bagi seseorang yang ingin berkurban untuk mempelajari sisi-sisi syariat dalam pensyariatan kurban.

Karena darah, daging yang dikurbankan tidak akan sampai kepada Allah, yang akan sampai hanyalah niat dan ketakwaan.

Disyaratkan agar binatang kurban tidak disembelih sebelum matahari terbit pada Hari Idul Adha dan telah berlalu waktu yang cukup untuk pelaksanaan shalat Idul Adha. Dan, hewan kurban boleh disembelih kapan saja pada tiga hari sesudahnya yang dikenal dengan hari tasyrik yang diharamkan berpuasa pada hari tersebut. Waktu penyembelihan selesai dengan berlalunya tanggal 13 Dzulhijjah.

Rasulullah bersabda “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini adalah mengerjakan shalat. Kemudian kita pulang dan menyembelih kurban. Barangsiapa yang mengerjakan-seperti tuntunan, maka dia telah mendapatkan sunnah kita. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu maka itu adalah daging yang dipersembahkan untuk keluarganya dan sama sekali bukan merupakan kurban”.

Menurut kajian fikih, hukum berkurban adalah sunnah muakkad. Makruh meninggalkannya apabila ada kemampuan. Riwayat Anas bin Malik, bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua ekor kambing kibas yang berwarna putih hitam dan bertanduk.

Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri. Rasulullah menyebut nama Allah seraya bertakbir. Sehingga sangat dianjurkan bagi yang pandai menyembelih untuk menyembelih sendiri. Adapun yang tidak bisa menyembelih sendiri maka boleh hukumnya mewakilkan kepada orang lain, dan hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihan.

Rasulullah pernah berpesan kepada anaknya Fatimah untuk datang dan menghadiri tempat penyembelihan dengan membaca ketika hewan disembelih “Inna shalati wanusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin, la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana awwalul muslimin”.

Momentum Hari Raya Idul Adha merupakan momen pembuktian cinta secara tulus dan ikhlas yang ditandai dengan mempersembahkan hewan kurban terbaik sebagai bentuk kecintaan kita kepada sunnah Rasulullah dan mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail yang sangat mengharukan serta penuh keteladanan. Mari berkurban!

Penulis:
Ustaz Dr Nurkhalis Mukhtar Lc MA (Pembina Yayasan Pelita Alfusalam dan Dosen STAI Al-Washliyah Banda Aceh)

TAGGED:allahberkurbancintaibrahimkepadamomentumnabipembuktianteladaniumum
Previous Article Penghancuran sisa bangunan Rumoh Geudong di Gampong Bilie Aron Kecamatan Geulumpang Tiga Kabupaten Pidie dilakukan menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo pada 27 Juni nanti Amnesty International Sesalkan Penghancuran Sisa Bangunan Rumoh Geudong
Next Article Peringkat Pendidikan Aceh Anjlok, Perlu Evaluasi Menyeluruh

Populer

Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Terdakwa korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Aceh Jaya T. Reza Fahlevi, meninggal dunia pada Jum'at malam, 2 Januari 2026. (Foto: Ist)
Hukum
Sekda Nonaktif Terdakwa Korupsi PSR Aceh Jaya Meninggal Dunia  
Sabtu, 3 Januari 2026
Nasional
40 Hari Berlalu, Pemerintahan Prabowo Dinilai Gagal Tangani Bencana Ekologis Aceh-Sumatera
Senin, 5 Januari 2026
Umum
AKBP Chairul Ikhsan Gantikan Sujoko sebagai Kapolres Aceh Besar
Sabtu, 20 Desember 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Tingkat aktivitas Gunungapi Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). (Foto: Ist)
Umum

Kegempaan Mereda, Status Gunung Burni Telong Turun ke Level Waspada

Minggu, 4 Januari 2026
Juru Bicara Posko Penanganan Banjir Bandang dan Longsor Aceh, Murthalamuddin. (Foto: Ist)
Umum

Relawan ASN Pemerintah Aceh ke Lokasi Bencana Tidak Dibiayai APBA

Sabtu, 3 Januari 2026
BNPB menyiapkan tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar bagi pelajar yang sekolahnya rusak akibat banjir dan longsor di Aceh-Sumatera. (Foto: Ist)
Umum

Sekolah Rusak Diterjang Banjir, BNPB Siapkan Tenda Sekolah Darurat Mulai 5 Januari

Sabtu, 3 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun bersama Asisten I Sekda Aceh Syakir dan rombongan terjebak longsor di Gampong Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, Sabtu (3/1). (Foto: Ist)
Umum

Rombongan Sekda Aceh Terjebak Longsor di Gayo Lues  

Sabtu, 3 Januari 2026
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum LSM Aceh, Sudirman. (Foto: Ist)
Umum

Forum LSM Aceh: Jangan Perkeruh Penanganan Pascabencana dengan Isu Politik

Sabtu, 3 Januari 2026
Sekcam Kecamatan Peukan Bada Rusydi SAg memberikan sambutan usai terpilih aklamasi sebagai Ketua ISAB, di Aula UDKP Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jum'at (2/1).
Umum

Rusydi Terpilih Ketua Ikatan Sekcam Kabupaten Aceh Besar   

Sabtu, 3 Januari 2026
Pemerintah melalui BNPB menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor Acrh di Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Umum

Pemerintah Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu per Bulan untuk Warga Korban Banjir Aceh

Jumat, 2 Januari 2026
Rapat Koordinasi Penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh Pascabencana yang digelar di Kantor Gubernur Aceh, Jum'at (2/1/2026). (Foto: Ist)
Umum

Dokumen Rehab-Rekon Aceh Pascabencana Ditarget Rampung Januari 2026

Sabtu, 3 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?