INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Dinsos Aceh Cari Solusi Atasi Masalah Sosial, Terutama Maraknya Pengemis

Last updated: Jumat, 12 Januari 2024 22:40 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Kadis Sosial Aceh Muslem Yacob menggelar pertemuan silaturrahmi dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Kadis Sosial Aceh Muslem Yacob menggelar pertemuan silaturrahmi dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
SHARE

BANDA ACEH — Dinas Sosial (Dinsos) Aceh menggelar pertemuan silaturahmi dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry.

Pertemuan ini merupakan upaya Pemerintah Aceh bersama kalangan akademisi untuk mencari solusi komprehensif dan strategis atas berbagai masalah sosial yang terjadi. Salah satunya masalah pengemis.

13 Jenazah Ditemukan di Tumpukan Kayu, Korban Jiwa Banjir Aceh Utara Jadi 229 Orang

Acara yang dipimpin Kadis Sosial Aceh Dr Muslem Yacob SAg MPd tersebut, turut dihadiri Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Prof Dr Kusumawati di aula Dinsos Aceh pada Kamis, 11 Januari 2024.

- ADVERTISEMENT -

Kadis Sosial Aceh Muslem Yacob menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai masalah sosial yang terus terjadi belakangan ini, terutama maraknya pengemis di Aceh.

Muslem menekankan perlu adanya tindakan bersama dan terpadu guna mengatasi masalah pengemis di Aceh.

- ADVERTISEMENT -
40 Hari Pascabanjir di Aceh Tengah, 30 Desa Masih Terisolir 

“Fenomena ini mengganggu kebatinan saya, menjamurnya pengemis dimana-mana apakah mungkin ada jaringan atau makelarnya? Hal ini tentu butuh kajian mendalam, dan yang mengerti langkah serta kiat-kiatnya dari Bapak/Ibu akademisi di UIN” kata Muslem.

“Saya lihat, pengemis bukan hanya sekedar menjadi permasalahan di lingkungan sosial, tapi juga berdampak negatif terhadap wisatawan yang berkunjung, banyak tamu kita dari Malaysia yang merasa terganggu saat datang ke sini ketika sedang menikmati kuliner tiba-tiba didatangi dan diminta-mintai,” ungkapnya.

Dalam pertemuan yang melibatkan pejabat Dinsos Aceh serta jajaran Wakil Dekan, para Ketua Prodi termasuk Prodi Kesos (Kesejahteraan Sosial) di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Muslem mengusulkan adanya program kolaborasi lebih lanjut.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memimpin Rapat Validasi Data Pembangunan Huntara bagi warga terdampak banjir di Aula Serbaguna Idi, Aceh Timur, Sabtu (3/1). (Foto: Ist)
Jelang Ramadhan, Bupati Aceh Timur Minta Pembangunan Huntara Dipercepat

Ia menyatakan perlu dilakukan penelitian mendalam guna memahami akar masalah dari perilaku mengemis tersebut, serta kemudian mengembangkan strategi penanganan yang efektif.

- ADVERTISEMENT -

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Prof Dr Kusumawati menyoroti pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam menangani fenonema pengemis di Aceh dan tidak parsial.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi menawarkan 5 program utama untuk menanggulangi masalah pengemis.

Pertama, yaitu dengan melakukan penelitian. Kedua, pemetaan sosial. Ketiga, pendampingan. Keempat, evaluasi serta terakhir yang kelima, integrasi.

Upaya ini baru berhasil jika dilakukan secara komprehensif, berkelanjutan dan tidak terlepas antara satu dengan lainnya. Sehingga langkah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.

“Kalau pengemis itu tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya maka akan terulang kembali, karena itu perlu didampingi melalui program ini,” ungkapnya.

Prof Kusumawati menambahkan, melalui 5 program itu para pengemis sebaiknya dilokalisasi saja. Hal ini bertujuan memudahkan dalam pembinaan.

Kemudian lanjutnya, dievaluasi dan diintegrasikan ke dalam masyarakat dengan tetap didampingi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

“Barangkali secara resource ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, tapi secara program dan keuangan ada di Dinsos, sehingga kita bisa berkolaborasi dalam hal ini,” kata Prof Kusumawati.

Program intensif itu sebutnya, optimis dapat merubah mindset dan prilaku pengemis dari yang selama ini merasa nyaman mengemis di jalan.

“Nah kalau kita masih menggunakan metode lama bantuan sosial seperti dulu, tidak akan efektif merubah kebiasaan mereka. Karena bagi mereka uang yang diberikan Pemerintah sangat kecil dibandingkan pendapatan dari hasil mengemisnya,” terang Prof Kusumawati.

Kepala Dinas Sosial Aceh menyambut positif usulan program kolaborasi tersebut.

Ia berharap, kerja sama dengan UIN Ar-Raniry bisa menjadi terobosan baru Pemerintah Aceh dalam menangani masalah sosial di antaranya masalah pengemis.

“Jadi yang penting ke depan ada langkah-langkah strategis perubahan, sehingga penanganannya dari hulu sampai ke hilir. Semoga bisa kita wujudkan bersama. Jadi susun saja langkah-langkahnya seperti apa, nanti kita sesuaikan dengan pendanaanya,” kata Kadis Muslem.

Sebelumnya diketahui, Dinsos Aceh telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry dalam penempatan mahasiswa magang dari fakultas tersebut di Dinas Sosial.

Sebagai bagian dari memperkuat dan memperkaya paktek serta pengetahuan tentang dunia pekerja sosial.

Pada kesempatan ini, Kadis Sosial Aceh juga menyerahkan alat praktik untuk penanganan dan pendampingan kelompok difabel kepada Laboratorium Prodi Kesos, yang diterima langsung oleh Ibu Dekan, turut didampingi oleh para wakil dekan, para kaprodi dan unsur pimpinan Dinas Sosial Aceh. (IA)

TAGGED:acehatasicaridinsosDinsos Aceh Cari Solusi Atasi Masalah SosialmaraknyamasalahMasalah SosialpengemissolusisosialterutamaTerutama Maraknya Pengemis
Previous Article Pemerintah Aceh bersama Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) membahas potensi optimalisasi Kawasan Sabang, sebagai basis pendukung untuk industri minyak dan gas di Aceh FTZ Sabang Dikembangkan Jadi Shorebase Dukung Industri Migas Aceh
Next Article Kadisdikbud Aceh Besar, Bahrul Jamil melihat proses belajar di sekolah SD saat melakukan kunjungan Saweu Sikula Kecamatan Pulo Aceh, Kamis (11/1/2024) Bahrul Jamil Ingin Mutu Pendidikan Pulo Aceh Setara dengan Daerah Lain di Aceh Besar

Populer

Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Terdakwa korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Aceh Jaya T. Reza Fahlevi, meninggal dunia pada Jum'at malam, 2 Januari 2026. (Foto: Ist)
Hukum
Sekda Nonaktif Terdakwa Korupsi PSR Aceh Jaya Meninggal Dunia  
Sabtu, 3 Januari 2026
Umum
AKBP Chairul Ikhsan Gantikan Sujoko sebagai Kapolres Aceh Besar
Sabtu, 20 Desember 2025
Nasional
40 Hari Berlalu, Pemerintahan Prabowo Dinilai Gagal Tangani Bencana Ekologis Aceh-Sumatera
Senin, 5 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Lebih satu bulan pascabanjir bandang dan longsor melanda Aceh, warga korban bencana masih belum mampu membersihkan rumah mereka yang terkubur lumpur setinggi dua hingga empat meter. (Foto: Ist)
Aceh

Tak Mampu Bersihkan Rumah Terkubur Lumpur, Korban Banjir Aceh Minta Bantuan Pemerintah

Jumat, 2 Januari 2026
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau progres pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). (Foto: Ist)
Aceh

Prabowo Tinjau Kesiapan Huntara Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang

Jumat, 2 Januari 2026
Sebuah ironi telanjang terkuak dalam skema pembiayaan penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera. (Foto: Ist)
Aceh

Ironi Anggaran Bencana Aceh-Sumatera: Rp165 Ribu per Hari untuk TNI, Pengungsi Banjir Hanya Rp10 Ribu

Jumat, 2 Januari 2026
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma meninjau langsung kondisi baut Jembatan Bailey penghubung Bireuen–Takengon, tepatnya di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen. (Foto: Ist)
Aceh

Haji Uma Cek Langsung Baut Jembatan Bailey Teupin Mane, Ini Temuan di Lapangan

Jumat, 2 Januari 2026
Malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Banda Aceh berlangsung tanpa perayaan, Rabu malam (31/12). (Foto: Ist)
Aceh

Empati untuk Korban Bencana, Malam Tahun Baru 2026 di Banda Aceh Tanpa Perayaan

Kamis, 1 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun memimpin rapat perdana penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) pascabencana banjir bandang dan longsor Aceh di Ruang Rapat Sekda, Rabu (31/12).
Aceh

Tim Kerja R3P Mulai Susun Blueprint Rehab-Rekon Aceh Pascabencana  

Kamis, 1 Januari 2026
Pemerintah Pusat memastikan pengembalian Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh tahun anggaran 2026 dengan nilai Rp1,6 triliun. (Foto: Ilustrasi)
Aceh

Pusat Kembalikan DAK dan TKD Aceh Rp1,6 Triliun, Pemulihan Bencana Jadi Prioritas Nasional

Kamis, 1 Januari 2026
Empat kabupaten kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor, akibat dampak cuaca ekstrem yang masih berlangsung. (Foto: Ist)
Aceh

4 Kabupaten di Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga Awal Januari 2026

Kamis, 1 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?