INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Ekonomi

Menteri Pertanian Optimis Indonesia Segera Ekspor Jagung

Last updated: Rabu, 7 Februari 2024 00:11 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 6 Menit
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Provinsi Aceh, di Gampong Deunong, Aceh Besar, Selasa (6/2)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Provinsi Aceh, di Gampong Deunong, Aceh Besar, Selasa (6/2)
SHARE

ACEH BESAR – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengaku optimis, masifnya gerakan tanam jagung di Indonesia akan berimbas positif bagi peningkatan produksi jagung.

Dengan gerakan bersama, Mentan bahkan optimis, tiga tahun mendatang Indonesia mampu melakukan ekspor jagung.

Tumpukan kayu di lokasi banjir bandang Kecamatan Serba Jadi Lokop, Aceh Timur, Kamis (1/1/2026). (Foto: Ist)
Kerugian Sektor Perikanan Aceh Timur Capai Rp2,64 Triliun Akibat Banjir

Hal tersebut disampaikan Mentan usai melakukan panen jagung bersama Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya, di lahan seluas 5 hektar, di Batalyon 112/Dharma Jaya, Gampong Deunong, Kecamatan Darul Imarah, Selasa (6/2/2024).

- ADVERTISEMENT -

“Kalau gerakan kita seperti ini, paling lambat 3 tahun kita sudah bisa kembali melakukan ekspor. Kalau gerakannya seperti yang dilakukan Pak Gubernur Aceh dan Pak Pangdam, bahkan saya optimis bisa lebih cepat Indonesia melakukan ekspor jagung,” kata Mentan.

Mentan mengungkapkan, saat ini angka impor jagung Indonesia itu angkanya masih kecil hanya dikisaran 250 ribu ton.

- ADVERTISEMENT -
Petugas PLN menyambung jaringan listrik di Rumah Hunian Sementara Aceh Tamiang. PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik dan kWh meter untuk masing-masing rumah yang telah terbangun. (Foto: Ist)
PLN Sambung Jaringan Listrik ke Bangunan Huntara di Aceh Tamiang 

Jika gerakan tanam jagung bisa massif dilakukan, maka Aceh saja sudah mampu menutupi kebutuhan tersebut.

“Jika per hektar mampu menghasilkan 5 ton minimal per hektarnya, maka hanya dibutuhkan 100 hektar lahan. Dan Aceh saja akan mampu menyelesaikan. Ini hanya masalah kecil Cuma ceritanya saja yang besar. Seperti food estate, yang diperdebatkan itu yang 600 hektar. Kami sudah tanam, sudah panen tapi tetap saja diperdebatkan,” kata Mentan.

Bantu Bibit untuk 60 Ribu Hektar Lahan di Aceh

BSI berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
BSI Bangun 15 Persen Huntara Korban Banjir Aceh

Pada kesempatan tersebut, Amran juga menegaskan, Kementan akan mendukung penuh Aceh dalam upaya menggerakkan penanaman jagung di Tanoh Rencong.

- ADVERTISEMENT -

“Bu Kadis, mau tanam berapa jagung di Aceh?” tanya Mentan kepada Kepala Dinas Pangan Aceh Cut Huzaimah.

“Saya sudah ajukan 60 ribu Pak,” jawab Cut Huzaimah.

“Siap, 100 ribu pun saya berikan. Daerah itu mudah, didukung penuh. Dipermudah pupuknya, diberikan bibit benih gratis, selesai. Yang terpenting adalah, jika ini menguntungkan maka masyarakat akan terus menanam, terus berproduksi Bulog menjaga dan memastikan agar harganya tidak jatuh harus diserap. Jadi, Pemerintah peduli pada sarana produksi namun hal yang juga tak kalah penting adalah peduli pada hasil akhir, yaitu harga,” ujar Amran tegas.

Mentan menambahkan, jika petani mendapatkan untung, maka tidak perlu disuruh untuk menanam, mereka akan menanam sendiri, tidak usah diimbau atau diajak.

Tetapi sebaliknya, jika rugi, maka setengah mati kita imbau dan ajak pun mereka tidak akan mau menanam.

“Karena itu, sekali lagi kami mengapresiasi Pak Gubernur dan Pak Pangdam. Kita insan pertanian ini seharusnya malu, kenapa justru kedua tokoh ini yang menggerakkan. Meski kita ketahui, sesuai Perpres yang ditandatangani pada 3 Maret 2011, bahwa jika ada kondisi ekstrem, TNI, Mendagri, Panglima TNI harus turun. Jadi, Pangdam Iskandar Muda ini betul-betul visioner, tahu betul bahwa ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara,” sambung Mentan.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Pangdam. Ini merupakan sebuah gerakan luar biasa yang bisa kita sumbangkan bukan semata untuk konsumsi, untuk ketahanan pangan bagi rakyat Indonesia, tetapi juga untuk kemanusiaan jika ke depan produksi jagung kita sudah surplus.

Tapi yang terpenting yang ingin kami sampaikan adalah, bahwa ini sudah ada hilal, sudah ada tanda-tanda untuk stop impor. Kami yakin karena kami sudah keliling di 15 provinsi dan semua serentak tanam jagung.

Dahulu, sambung Amran, Indonesia bukan semata swasembada tetapi juga mampu mengekspor jagung pada 2018-2019. Namun saat ini kita harus impor karena memang ada tekanan yang diakibatkan oleh El-Nino.

“Tetapi Alhamdulillah, setelah kami keliling hampir di seluruh wilayah Indonesia, di 15 provinsi, kami mengecek itu tanaman sudah ada yang dipanen dan ada yang masih dalam proses perawatan dan penanaman. Tadi juga barusan kita melakukan tanam sambal panen bersama Pak Gubernur dan Pak Pangdam. Sekali lagi terima kasih kami sampaikan kepada Pak Gubernur dan Pak Pangdam, luar biasa gerakan yang telah dilakukan ini,” kata Mentan.

Sementara itu, menjawab pertanyaan media terkait Kredit Usaha Rakyat bidang pertanian, Amran menjelaskan, KUR masih harus menunggu proses dan skema penyaluran yang tepat. Namun saat ini Kementerian memiliki program langsung, yaitu pemberian bibit gratis.

“Kalau KUR itu masih harus kita pikirkan. Tetapi, sekarang saya bantu langsung bibitnya, gratis. KUR biarlah berproses karena hujan ini kan tidak bisa kita atur dan kendalikan. Sehingga kami memutuskan untuk merefokusing anggaran di Kementan itu sebesar Rp 7,7 triliun.

“Jadi, anggaran untuk seminar, rapat dan kegiatan yang tidak tepat guna, kami refocusing dan mencapai Rp 7,7 triliun yang akan kita manfaatkan untuk pengadaan bibit yang akan kita bagikan gratis, belikan peralatan pertanian, membangun irigasi tersier,” sebutnya.

Kemudian, sambung Amran, Presiden juga sudah menambah anggaran untuk pengadaan pupuk sebesar Rp 14 triliun. Jadi, KUR itu memang penting.

Namun karena ada El-Nino, maka harus ada insentif El-Nino. Karena ini atas perintah Presiden, maka gerakan ini kita lakukan secara masif di seluruh Indonesia. Untuk mendukung upaya ini, Kementan telah menandatangani MoU dengan Panglima TNI.

Usai panen jagung bersama, Mentan didampingi Penjabat Gubernur dan Pangdam Iskandar Muda, menyerahkan bibit jagung dan padi kepada sejumlah kelompok tani serta menghadiri pertemuan dengan ribuan penyuluh pertanian dan para petani Aceh di halaman parkir Lapangan Tembak Rindam Iskandar Muda. (IA)

TAGGED:ekonomieksporindonesiajagungmenterioptimispertaniansegera
Previous Article Diskusi sore (evening talk) yang bertajuk "Ilegal Fishing dan Kerusakan Terumbu Karang di Aceh" di halaman sekretariat Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh, Banda Aceh, Selasa 6 Februari 2024 Penangkapan Ikan dengan Cara Merusak, Ekosistem Laut Aceh Terancam
Next Article Sebanyak 68 perusahaan di Aceh menerima penghargaan prestisius atas pencapaian Zero Accident (Nihil Kecelakaan) dalam upaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Selasa (6/2) 68 Perusahaan di Aceh Terima Penghargaan Nihil Kecelakaan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Terdakwa korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Aceh Jaya T. Reza Fahlevi, meninggal dunia pada Jum'at malam, 2 Januari 2026. (Foto: Ist)
Hukum
Sekda Nonaktif Terdakwa Korupsi PSR Aceh Jaya Meninggal Dunia  
Sabtu, 3 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Viral Link Video Andini Permata dan Bocil Bikin Heboh Warganet
Umum
Misteri Video Andini Permata dan ‘Bocil’: Viral Tanpa Identitas, Netizen Dibohongi?
Minggu, 6 Juli 2025
Warna Baru Demokrasi: Tanpa Interupsi dan 'Mic Mati' Keberadaan jaringan Dasco di Senayan dinilai membawa warna baru dalam proses legislasi.
Politik
Mengenal ‘Kabinda’ dan ‘Adidas’, Jaringan Politik Kuat yang Kendalikan Ritme Undang-Undang di Senayan
Jumat, 2 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Lanjutan pembangunan Gedung Dinas Pengelolaan Keuangan Aceh (DPKA) Tahap IV yang merupakan tahap akhir dengan APBA sebesar Rp23,7 miliar tidak selesai hingga akhir tahun 2025. (Foto: Ist)
Ekonomi

Empat Tahun Dikerjakan, Gedung Dinas Keuangan Aceh Tak Rampung Akhir 2025

Kamis, 1 Januari 2026
Bupati Aceh Besar Muharram Idris meninjau Pasar Hewan yang baru direhab di Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Rabu (31/12). (Foto: Ist)
Ekonomi

Selesai Direhab, Pasar Hewan Sibreh Siap Digunakan 

Kamis, 1 Januari 2026
PLN terus bekerja keras memulihkan sistem kelistrikan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh. (Foto: Ist)
Ekonomi

Pulihkan Listrik 1.214 Desa, PLN Aceh Terus Berjuang Tembus Akses ke 180 Desa Terisolir  

Kamis, 1 Januari 2026
PT Pembangunan Aceh (PEMA) melanjutkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.
Ekonomi

PT PEMA Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Simpang Jernih

Rabu, 31 Desember 2025
Ekonomi

Layanan Pulih 100%, BSI Pastikan Operasional dan Transaksi Nasabah di Aceh Kembali Normal

Selasa, 30 Desember 2025
Ekonomi

Waspada Phishing “CoreTax”, Bank Aceh Imbau Nasabah Lindungi Data Pribadi

Selasa, 30 Desember 2025
Ekonomi

Pertamina Pulihkan 12 Sumur dan Pasok Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh Tamiang 

Senin, 29 Desember 2025
Ekonomi

Tembus Jalur Darat, 7 Mobil Tangki Pertamina Pasok BBM ke SPBU Bener Meriah

Senin, 29 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?