INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Ibu Asal Aceh Barat Alami Kebutaan, Diduga Korban Malpraktik Dokter RSUDZA

Last updated: Minggu, 18 Februari 2024 15:29 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 6 Menit
Seorang pasien Yusmanila, asal Meulaboh, Aceh Barat mengalami kebutaan mata sebelah kanan secara permanen, diduga disebabkan malpraktik dokter RSUDZA Banda Aceh
Seorang pasien Yusmanila, asal Meulaboh, Aceh Barat mengalami kebutaan mata sebelah kanan secara permanen, diduga disebabkan malpraktik dokter RSUDZA Banda Aceh
SHARE

BANDA ACEH — Seorang pasien asal Meulaboh, Aceh Barat mengalami kebutaan mata sebelah kanan secara permanen.

Suami pasien menganggap apa yang terjadi pada istrinya disebabkan korban malpraktik dokter saat menangani proses embolisasi (penyumbatan suatu pembuluh darah) melalui selang dari pangkal paha ke otak.

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Pasien tersebut adalah Yusmanila (41). Proses menyemprotkan obat melalui selang ditangani oleh dokter bedah Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, di ruang bedah rumah sakit plat merah milik Pemerintah Aceh itu, Selasa malam, 13 Februari 2024.

- ADVERTISEMENT -

Yusmanila merupakan ibu dua orang anak usia 10 dan 3 tahun, warga Kecamatan Samatiga, Aceh Barat.

“Apa yang terjadi pada istri saya baru saya ketahui setelah proses embolisasi dan dikembalikan ke ruang inap (Nabawi), dia muntah hebat, dan langsung mata sebelah kanan tidak bisa melihat lagi,” ujar Azhar, suami Azhar, Sabtu, 17 Februari 2024.

- ADVERTISEMENT -
Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Azhar menceritakan istrinya divonis mengindap tumor pembuluh darah di bagian hidung sejak tahun 2022 dan telah dilakukan tindak operasi pada tahun itu juga di RSUDZA Banda Aceh. Sayangnya, baru satu tahun berselang penyakit yang sama kambuh lagi.

Sejak merasakan keluhan yang sama, Azhar memutuskan membawa kembali istrinya ke RSUDZA Banda Aceh berdasarkan surat rujukan yang dikeluarkan RSUD Cut Nyak Dien Meulaboh akhir Januari 2024.

“Awalnya, berobat jalan karena tinggal di rumah saudara di Blang Oi. Setelah melalui semua proses pemeriksaan, dijadwalkan operasi pada Selasa (13/2), makanya disuruh rawat inap mulai Senin (12/2),” ungkap Azhar sambil sesekali mengusap mata istrinya yang terus mengeluarkan air setelah embolisasi dilakukan.

Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Menurut Azhar kondisi istrinya saat pertama masuk ke Ruang Rawat Inap Nabawi dalam kondisi bugar tanpa mengeluh sakit apapun. Namun, petaka mulai menghampiri saat dokter bagian THT membawa istrinya ke ruang bedah untuk dilakukan pemeriksaan kembali.

- ADVERTISEMENT -

“Saat itu, tim dokter THT memeriksa kembali hidung saya dengan cara dicongkel dengan alat. Padahal, sebelumnya salah satu dokter penanggungjawab tidak merekomendasikan dan sudah mengintruksikan hidung saya tidak boleh lagi dicongkel-congkel karena tumornya memang letaknya di pembuluh darah, sedikit saja bergoyang pasti keluar darah,” sambung Yusmanila sambil menangis terisak-isak.

Dalam kejadian itu, menurut Azhar, darah yang keluar dalam hidung istrinya tidak bisa berhenti sehingga keluar kurang lebih 1 botol air mineral atau sekitar setengah liter. Setelah kejadian itu, operasi yang telah dijadwalkan terpaksa dibatalkan karena ditakutkan akan terjadi pendarahan saat operasi dilakukan.

“Saat itu juga saya bilang sama dokter-dokter itu (kalau tidak salah namanya dokter Fadila), kan saya sudah menolak kenapa kalian paksa. Apalagi dokter Beni (bagian THT) belum memberikan tanda tangan, tapi kalian paksa-paksa jadi begini kejadiannya, saat itu semua dokter diam. Jadi waktu dicongkel-congkel, dokter yang congkel itu mengajari dokter-dokter muda lain, sepertinya saya dijadikan bahan uji coba mereka,” ungkap Yusmanila.

Nah, setelah itu sambung Azhar istrinya kembali dibawa ke ruang inap dangan kondisi darah yang masih menetes dari lubang hidung. Keesokan harinya, tiba-tiba tim dokter memutuskan untuk dilakukan embolisasi (penyumbatan suatu pembuluh darah) melalui selang dari pangkal paha ke otak.

Operasi kecil itu dilakukan mulai habis Magrib hingga pukul 23.00 WIB malam dengan tujuan untuk menutup kuntup darah agar tidak terjadi pendarahan saat operasi.

Menurut pengakuan Yusmanila, proses ini dilakukan dengan bius lokal. Sehingga, apa yang dilakukan dokter semua dapat dilihat dan dirasakan, karena sangat sakit saat selang itu dimasukkan dalam badan hingga ke otak.

“Terasa sekali saat masuk obat ke otak, dan itu banyak sekali. Saya tidak teringat soal mata, tapi saya teringat nanti kepala saya pasti sudah rusak, karena banyak sekali obat yang disemprot,” ujarnya sambil sesekali menatap kosong wajah anaknya.

Selesai itu dilakukan, menurut Azhar istrinya itu mengalami muntah-muntah hebat hingga setengah sadar. Dalam kondisi tersebut, kedua matanya memang tidak bisa dibuka, dan ia sempat berpikir mungkin karena pengaruh obat.

Ternyata, perkiraannya salah karena setelah sadar sekitar pukul 04.00 pagi, mata kanannya sama sekali tidak bisa melihat.

“Sejak saat itulah, saya menangis sekuat-kuatnya. Karena waktu masuk kemari, mata saya tidak ada keluhan sedikit pun. Jadi, bukan berkurang penyakitnya, malah bertambah. Saya teringat, anak masih kecil-kecil, siapa yang merawat kalau kondisi saya seperti ini, walaupun bisa melihat dengan mata kiri, namun pasti mengganggu, terutama kami orang kerja tani di kampung,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, Azhar mengaku tidak terima dan meminta manajemen RSUDZA Banda Aceh untuk bertanggungjawab.

Karena, baik bagian THT dan Bagian Bedah plin plan dalam memberikan penjelasan dan terkesan tidak bertanggung jawab.

“Kemarin (Jum’at 15/2) sudah dicek ke Poli Mata dan kata dokter spesialis, berdasarkan hasil USG bahwa matanya buta permanen sebelah kanan. Saya berharap, pihak rumah sakit bertanggung jawab, dan bagaimana penanganan penyakit utama itu, ini masih terkatung-katung tanpa penjelasan pasti, sementara kami sudah dua minggu di sini,” harap Azhari dengan suara lirih.

Sementara Direktur RSUDZA Banda Aceh dr Isra Firmansyah SpA PhD yang diminta penjelasanya mengaku akan mengecek terlebih dahulu laporan tersebut.

“Terimakasih atas laporannya. Akan saya cek,” jawab dr Isra Firmansyah singkat melalui pesan WhatsApp.

Sayang, setelah beberapa hari usai Direktur RSUDZA memberikan penjelasan, belum ada tindak lanjut. Bahkan pengakuan mengejutkan, tim dokter yang melakukan embolisasi sudah lepas tangan dan tidak lagi melakukan pemantauan kondisi pasien. (IA)

TAGGED:acehalamiasalbaratdidugadokteribukebutaan,korbanmalpraktikrsudza,
Previous Article Puluhan anak panti Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) Dinas Sosial Aceh menjalani pemeriksaan telinga gtatis pada Ahad (18/2) Atasi Gangguan Pendengaran, Anak Panti RSAN Jalani Pemeriksaan Telinga Gratis
Next Article Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto melepas 9,2 ton beras bantuan pangan cadangan untuk 922 KPM di Pulo Aceh, menggunakan kapal kayu, di Dermaga Ulee Lheu Banda Aceh, Ahad (18/2) Pj Bupati Aceh Besar Lepas Beras Bantuan Pangan untuk 922 KK di Pulo Aceh

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Surat Warga
TA Sakti, Penjaga Ingatan Tanah Rencong yang Menghidupkan Kembali Majun Aceh
Jumat, 9 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh
Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus
Kamis, 8 Januari 2026
Aceh masih bertahan sebagai provinsi dengan persentase jumlah penduduk miskin tertinggi di pulau Sumatera per Maret 2024, yakni 14,23 persen. (Foto: BPS)
Aceh
Aceh Masih Pertahankan Provinsi Termiskin di Sumatera
Senin, 1 Juli 2024

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Ketiga Kalinya, Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Kembali Diperpanjang hingga 22 Januari

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Sejumlah Kecamatan di Aceh Timur dan Aceh Utara Kembali Terendam Banjir

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Usulkan Rp146 Miliar ke BNPB untuk Bersihkan Wilayah Bencana

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

1.000 Rumah Hunian Tetap Mulai Dibangun untuk Korban Banjir di Bireuen

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Bener Meriah Tetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Pascabencana Selama 90 Hari

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Gaji ASN Belum Dibayar Akibat Kelalaian Pemkab Aceh Utara

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Fenomena Langka: Warga Nagan Raya Temukan Gas Menyala dari Dalam Tanah Bekas Banjir  

Rabu, 7 Januari 2026
Aceh

Daftar Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Diterjang Banjir di Tujuh Kabupaten

Rabu, 7 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?