Umum

Rawat Sejarah, Budayawan Aceh Kagumi Malaysia yang Miliki Banyak Museum

Infoaceh.net, MALAYSIA – Malaysia tercatat sebagai negara Malayu yang memiliki banyak museum tersebar di berbagai negeri (negara bagian).

Di satu negara bagian terdapat lebih dari tiga museum. Negara ini aktif mencatat, merawat dan memamerkan memori sejarah.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Budayawan yang juga Direktur Rumoh Manuskrip Aceh Tarmizi A Hamid, bersama mahasiswa Program Ph.D Universiti Utara Malaysia (UUM), Hasan Basri M Nur, pada bulan April dan Mei 2025 berkesempatan mengunjungi sejumlah museum di Malaysia dan Thailand.

“Negeri Kedah memiliki banyak museum. Salah satunya museum Dr. Mahathir Mohamad,” ujar Tarmizi A Hamid alias Cek Midi kepada media ini, Senin (5/5/2025).

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

Di kampus UUM sendiri, kata Tarmizi, terdapat museum yang terbuka untuk umum.

“Museum adalah jendela ilmu pengetahuan bagi dunia. Kampus UUM membuka mata dunia melalui museum kampus yang sangat bagus dan komprehensif,” lanjut Cek Midi.

Sementara Museum Mahathir yang terletak di pusat Kota Alor Setar, merupakan rumah kelahiran Mahathir yang disumbangkan untuk negara.

Mahathir Mohamad adalah sosok cerdas yang terlahir dari keluarga berpendidikan tinggi. Ayahnya seorang guru besar atau profesor pada era kekuasaan Inggris.

Mahathir adalah seorang dokter yang mampu mendeteksi dan mengobati berbagai penyakit.

Berbekal pengetahuan kedokteran, maka ketika ia menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia era pertama (1981-2003) mampu mendeteksi dan mengobati permasalahan negara.

Di tangannya, Malaysia menjadi negara maju jauh meninggalkan negara-negara tetangga yang lebih tua darinya sehingga ia pun terpilih lagi sebagai PM di usianya menjelang 100 tahun (2018-2020).

“Beruntunglah warga negara Malaysia memiliki sosok Mahathir. Tingkat kesejahteraan ekonomi, pendidikan dan kesehatan Malaysia di atas rata-rata negara lain,” sambung Tarmizi.

“Malaysia menjadi kosmopolit sejak berada di tangan Mahathir. Orang dari berbagai negara datang untuk belajar atau mencari kerja di Malaysia,” ujarnya.

Cek Midi melanjutkan, di Museum Mahathir dipamerkan berbagai benda peninggalan Mahathir sejak kecil, mulai alat-alat medis, buku-buku, foto perjalanan hidup hingga ijazah sarjana.

Museum ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran apa pun dari pengunjung.

Cek Midi menyarankan warga Aceh dan Indonesia yang bertamasya ke Negeri Kedah ada baiknya mengunjungi museum ini.

“Anda dijamin terbuka wawasan saat berada di museum ini. Anda dapat menilai betapa pentingnya merawat sejarah sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda,” pungkas Cek Midi.

image_print
author avatar
Fauzan
Wartawan infoaceh.net
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Artikel Terkait