INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Ekonomi

Mentan Amran: Hilirisasi Bisa Jadikan Indonesia Negara Superpower, Petani Harus Jadi Pelaku Utama

Dara Adinda
Last updated: Senin, 9 Juni 2025 20:30 WIB
By Dara Adinda
Share
Lama Bacaan 3 Menit
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (dok: Kementan)
SHARE

Infoaceh.net – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan hilirisasi produk pertanian adalah kunci menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri dan berpengaruh secara global. Bahkan,

Ia meyakini Indonesia bisa menjadi negara superpower jika hilirisasi pertanian dijalankan konsisten selama satu dekade ke depan.

PLN Aceh Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Prioritaskan Keselamatan Kerja

“Hilirisasi adalah kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/6/2025).

- ADVERTISEMENT -

Amran menegaskan, kekuatan sektor pertanian tak cukup hanya dari sisi produksi. Justru, nilai tambah dari pengolahan, inovasi, dan industri hilir menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis petani.

Ia mencontohkan, harga kelapa yang biasanya hanya Rp1.350 per kilogram, bisa melonjak hingga Rp145.000 per liter bila diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO). Komoditas lain seperti kakao dan mete juga mengalami peningkatan nilai hingga 38 kali lipat bila ditangani dengan baik di sektor hilir. Bahkan, kelapa sawit kini sudah diolah menjadi bahan bakar terbarukan B50 sebagai pengganti solar.

- ADVERTISEMENT -
Tak Bisa Andalkan APBA, Pemerintah Aceh Minta Dukungan Semua Pihak Pulihkan Ekonomi Pascabencana

“Kita harus menggeser mindset dari jual mentah ke olahan bernilai tinggi. Di situlah kuncinya,” ujar Amran.

Mentan juga mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa S2 dan S3, untuk ambil bagian dalam revolusi pertanian melalui riset dan inovasi. Menurutnya, peran akademisi sangat vital dalam mempercepat transfer teknologi dan menciptakan model pertanian modern yang ramah lingkungan.

Dengan investasi sebesar Rp371 triliun di sektor pertanian, kata Amran, negara bisa memperoleh keuntungan hingga Rp9.000 triliun dan menciptakan 8 juta lapangan kerja baru.

TKDN Hulu Migas Aceh Tembus 68,71 Persen, BPMA Lampaui Target Nasional 2025

“Kebijakan kita sekarang difokuskan langsung kepada petani dan masyarakat. Kita ingin pertanian jadi motor penggerak ekonomi desa,” tegasnya.

- ADVERTISEMENT -

Amran juga menyoroti krisis pangan global yang saat ini melanda 58 negara. Menurutnya, kelangkaan pangan bukan hanya soal ekonomi dan gizi, tetapi juga bisa memicu konflik sosial hingga gejolak politik.

“Kalau kebijakan pertanian bermasalah, maka negara juga akan bermasalah. Maka dari itu, sektor pertanian harus diperkuat dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Pertanian telah melakukan refocusing anggaran agar lebih tepat sasaran. Sebanyak 241 regulasi yang dianggap menghambat produksi juga disederhanakan. Selain itu, peningkatan sarana dan infrastruktur pertanian terus dilakukan untuk mempercepat akselerasi produksi.

Hasilnya mulai terlihat. Berdasarkan data BPS, produksi beras nasional pada Januari–Juli 2025 mencapai 21 juta ton, atau naik 14,49 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan, laporan USDA memperkirakan total produksi beras Indonesia bisa mencapai 34,6 juta ton hingga akhir 2025 — jauh melampaui target 32 juta ton.

Amran menegaskan, arah pembangunan pertanian ke depan harus berpusat pada petani. Artinya, bukan hanya korporasi besar yang menikmati hasil, tetapi petani kecil harus didorong menjadi pelaku utama hilirisasi.

“Kita tidak mau petani hanya jadi buruh di lahannya sendiri. Kita ingin petani jadi pelaku usaha yang sejahtera,” pungkasnya.

TAGGED:anak muda pertanianbiofuel sawitBPS berasHilirisasi pertanianIndonesia superpowerinvestasi pertaniankakao hilirkebijakan pertaniankrisis pangan globalMentan Amran Sulaimanmetenilai tambah produkpertanian modernpetani mandiriproduksi beras 2025riset hilirisasi.USDA IndonesiaVCO kelapaVirgin Coconut Oil
Previous Article Kejagung kembali panggil tiga eks mantan stafsus Nadiem Makarim Kasus Chromebook Kemendikbud: Tiga Mantan Stafsus Nadiem Diperiksa, Kejagung Bongkar Pemufakatan Jahat
Next Article PSI Buka Pintu Lebar-lebar untuk Jokowi PSI Ajak Jokowi Jadi Ketum: Rumah Politik Kaesang Kini Siap Tampung Sang Ayah

Populer

Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Surat Warga
Kebun Pala Warga Alue Keutapang Pidie Jaya Mati Total Akibat Banjir Bandang
Senin, 12 Januari 2026
Muhammad Hasbar Kuba, Koordinator Kaukus Peduli Aceh sekaligus Konsultan Hukum di DSI Lawfirm.
Politik
DPRK Diam, Publik Desak Sidang Angket Pemakzulan Bupati Aceh Selatan
Senin, 12 Januari 2026
Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA resmi mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031.
Pendidikan
Mantan Komisaris Bank Aceh Prof Mirza Tabrani Daftar Calon Rektor USK
Minggu, 19 Oktober 2025
Aceh
Tanah Amblas Terjadi di Ketol Aceh Tengah, Badan Geologi ESDM Terjunkan Tim Mitigasi
Sabtu, 11 Desember 2021

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Ekonomi

22 Ribu Hektare Tambak dan Sawah di Aceh Utara Rusak Parah Akibat Banjir Bandang

Minggu, 11 Januari 2026
Ekonomi

Telkomsel Raup Untung di Tengah Bencana Aceh  

Sabtu, 10 Januari 2026
Ekonomi

Dana TKD Aceh Rp1,7 Triliun Dikembalikan, Dek Fad Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo

Sabtu, 10 Januari 2026
Ekonomi

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Aceh ​

Sabtu, 10 Januari 2026
Ekonomi

BSI Serahkan 90 Unit Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Sabtu, 10 Januari 2026
Ekonomi

97 Persen SPBU Terdampak Bencana di Aceh Sudah Beroperasi

Sabtu, 10 Januari 2026
Ekonomi

12.638 Hektare Kebun Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir-Longsor

Jumat, 9 Januari 2026
Ekonomi

Danantara Serahkan 388 Unit Huntara di Aceh Tamiang, PLN Pastikan Kesiapan Listrik

Jumat, 9 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?