INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Pentas “Bohku”: Ketika Puisi Menampar Keangkuhan Kekuasaan

Last updated: Senin, 9 Juni 2025 02:30 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 3 Menit
Bohku
SHARE

ACEH bukan hanya tentang masa lalu yang heroik. Ia juga tentang hari ini yang getir. Di tanah Serambi Mekkah ini, kekuasaan tak lagi sekadar soal amanah.

Ia telah menjadi gelanggang adu licik, tempat syahwat jabatan bertarung tanpa malu. Saling cakar, saling tikam, berebut remah kuasa yang tak seberapa. Dan dalam gaduh itu, puisi masih berani bicara.

Indonesia memasuki tahun 2026 dengan satu ironi besar: narasi dalam kondisi tampak stabil, tetapi sesungguhnya rapuh di tengah krisis kepercayaan. (Foto: Ist)
Negara “Seolah-olah”: Indonesia di Ambang Krisis Legitimasi

Adalah Din Saja—budayawan, sastrawan, dan penafsir keresahan zaman—yang tak gentar menyuarakan suara hati rakyat lewat pementasan puisi bertajuk “Bohku”.

- ADVERTISEMENT -

Tapi lihatlah, betapa ironi itu nyata: pentas yang seharusnya berlangsung di gedung megah Taman Budaya Aceh, malah diusir ke kantin. Ya, kantin, tempat makan pegawai, tempat sisa kopi dingin dan piring kotor.

Begitu rendahnya nilai seni di mata penguasa, hingga disingkirkan dari ruang resmi hanya karena ia terlalu jujur.

- ADVERTISEMENT -
Wajah Aceh di Simpang Lima: Cermin Akhlak Kota Serambi Mekkah

Pertanyaannya: apakah ini Aceh yang dulu berdarah demi kehormatan? Apakah ini negeri yang katanya menjunjung syariat dan akhlak? Atau justru sekarang berubah menjadi tanah absurd, tempat budaya diinjak-injak, dan seniman dipaksa diam?

Bohku bukan sekadar puisi. Ia adalah peluru nurani. Dalam kesederhanaan ruang, puisi-puisi Din Saja menyala seperti bara, menyuarakan kekecewaan rakyat yang lelah ditipu.

Ia menelanjangi tabiat penguasa yang menyulap hukum menjadi alat balas dendam, menjadikan korupsi sebagai ibadah berjamaah, dan menghalalkan segala cara demi tampuk jabatan.

Uang Bencana Aceh Mengendap, Empati Hilang: Derita Korban yang Terabaikan

Tak ada lampu sorot. Tak ada dekorasi megah. Tapi justru dari situlah puisi menjadi murni. Karena puisi sejatinya bukan tontonan, tapi perlawanan.

- ADVERTISEMENT -

Sebab di saat lisan para elite sibuk berdusta, puisi hadir sebagai suara kebenaran yang tak bisa disuap.

Hadir di acara itu politisi, sastrawan, dan seniman nasional seperti Nasir Djamil, Mulyadi, Sarjev, dan Thayeb Loh Angen. Tapi mereka tak datang untuk selfie atau cari panggung.

Mereka datang untuk menjadi saksi: bahwa puisi belum mati. Bahwa di Aceh, masih ada suara yang tak bisa dibungkam.

Dan bagi mereka yang mabuk kuasa, puisi Din Saja mungkin terasa seperti cambuk. Menyakitkan. Mengganggu. Seperti azan yang terdengar mengusik di telinga orang-orang yang tak ingin diingatkan Tuhan.

Tapi bagi kami yang masih percaya, puisi adalah doa yang bersajak. Ia menyejukkan. Ia menguatkan. Dan yang paling penting, ia mengingatkan: bahwa kekuasaan adalah titipan, bukan warisan.

Penulis: Sri Radjasa MBA (Pekerja Kesenian)
TAGGED:utama
Previous Article Menteri Iran Bakal Ungkap Dokumen Sensitif Nuklir Israel Iran Ancam Ungkap Ribuan Dokumen Sensitif Israel: Disebut ‘Harta Karun’ Intelijen
Next Article PPIH Imbau Jemaah Indonesia Tunda Tawaf Ifadah, Masjidil Haram Dipadati Jemaah Asing PPIH Imbau Jemaah Indonesia Tunda Tawaf Ifadah, Masjidil Haram Dipadati Jemaah Asing

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Selasa, 13 Januari 2026
Hukum
Empat Kali Jadi Kurir, Warga Pidie Akhirnya Ditangkap di Bandara SIM Selundupkan Sabu 1,9 Kg  
Selasa, 13 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Aceh
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa
Rabu, 14 Januari 2026
Tanah amblas di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Aceh Tengah hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan. (Foto: Ist)
Umum
Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 
Rabu, 14 Januari 2026
Hukum
Kardono Ditunjuk Jadi Kajari Aceh Barat Daya
Selasa, 13 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Kantor Wali Kota Langsa. (Foto: Ist)
Ekonomi

Pemerintah Aceh Tolak Evaluasi APBK Langsa 2026, Anggaran Dinilai Tak Sesuai Aturan

Senin, 12 Januari 2026
Tiga calon Rektor USK periode 2026-2031 yakni: Prof Agussabti, Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani. (Foto: Ist)
Pendidikan

MWA Tetapkan Tiga Calon Rektor USK Periode 2026–2031, Ini Namanya

Senin, 12 Januari 2026
Muhammad Hasbar Kuba, Koordinator Kaukus Peduli Aceh sekaligus Konsultan Hukum di DSI Lawfirm.
Politik

DPRK Diam, Publik Desak Sidang Angket Pemakzulan Bupati Aceh Selatan

Senin, 12 Januari 2026
Kejari Banda Aceh menerima pelimpahan 6 tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus dugaan korupsi pengadaan tempat cuci tangan dan sanitasi pada SMA, SMK serta SLB se-Aceh, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Hukum

6 Tersangka Korupsi Sanitasi Sekolah Diserahkan ke JPU, Satu Anggota Dewan Belum Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026
Umum

KSAD Jenderal Maruli Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Jalan Takengon-Bireuen   

Kamis, 8 Januari 2026
Direktorat Tipidter Bareskrim Polri turun ke Aceh Tamiang untuk menyelidiki dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang diduga menjadi pemicu banjir bandang disertai kayu gelondongan di wilayah itu. (Foto: Dok. Bareskrim Polri)
Nasional

Bareskrim Polri Turun ke Aceh Tamiang, Usut Kayu Gelondongan dan Penyebab Banjir Bandang  

Selasa, 6 Januari 2026
Opini

Belajar dari Venezuela: Ketika Kekuasaan Ditinggalkan Loyalitas

Senin, 5 Januari 2026
Opini

1.794 Hektare Tambak Tenggelam, Luka yang Tersisa Pascabanjir Pidie

Senin, 5 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?