INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Warisan Abad 14, Seumeuleung Raja Tradisi Sakral yang Terus Hidup di Tanah Daya

Last updated: Senin, 9 Juni 2025 19:46 WIB
By Fauzan
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Tradisi upacara adat Peumeunap dan Seumuleung Raja Tahun 2025 digelar di Komplek Makam Po Teumeureuhom, Desa Gle Jong, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, pada Ahad pagi (8/6/2025)
Tradisi upacara adat Peumeunap dan Seumuleung Raja Tahun 2025 digelar di Komplek Makam Po Teumeureuhom, Desa Gle Jong, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, pada Ahad pagi (8/6/2025)
SHARE

Calang, Infoaceh.net – Tradisi adat Peumeunap dan Seumeuleung Raja kembali digelar secara khidmat pada Ahad pagi (8/6/2025) di Komplek Makam Po Teumeureuhom, Desa Gle Jong, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Kegiatan ini menjadi penegasan pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai budaya serta sejarah perjuangan leluhur yang telah membentuk identitas masyarakat Daya sejak berabad-abad silam.

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Upacara adat yang rutin digelar setiap tahun ini dihadiri oleh lebih dari seribu peserta, yang terdiri dari tokoh adat, keturunan raja, unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat umum.

- ADVERTISEMENT -

Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai seremoni adat, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai-nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang hidup dalam keseharian masyarakat Aceh Jaya.

Hadirkan Para Raja, Perkuat Nilai Historis

- ADVERTISEMENT -
26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Salah satu ciri khas dari prosesi Peumeunap dan Seumeuleung adalah hadirnya para raja dari berbagai wilayah di Aceh dan luar daerah. Tahun ini, sejumlah raja yang turut hadir antara lain Raja Meureuhom Daya, Raja Samudra Pasai, Raja Teunom, Raja Tanah Nata, Raja Sinabang, Raja Seunagan, Raja Linge, Raja Meulaboh, Raja Tamiang, Raja Meureudu, Raja Kuala Unga, Raja Singkil, Raja Perlak, Raja Pedir, Raja Lamno, dan Raja Keluang.

Kehadiran para raja tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kekerabatan adat dan sejarah antarwilayah yang masih terjaga hingga kini. Hal ini juga menjadi momen penting dalam merevitalisasi kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan budaya warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian Prosesi Sarat Makna

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Prosesi dimulai sekitar pukul 10.40 WIB, ditandai penyambutan tamu agung dan para raja ke dalam Bale Peuniyoh. Setelah aba-aba diberikan oleh Panglima Adat, para raja diarak memasuki Astaka Diraja, didampingi keluarga dan para dayang-dayang yang mengenakan busana adat khas.

- ADVERTISEMENT -

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan doa bersama yang dipimpin oleh Mufti Besar Negeri Daya. Bagian yang paling ditunggu dalam rangkaian ini adalah penyampaian Amanat Raja yang disampaikan dalam bahasa Daya—bahasa tua yang kini semakin jarang digunakan.

Amanat ini menyuarakan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, penghormatan terhadap leluhur, dan pentingnya menjaga tanah pusaka.

Usai penyampaian amanat, dilaksanakan penyajian Bout Bu Ulee atau nasi besar sebagai simbol kemakmuran dan persatuan. Kemudian, prosesi dilanjutkan dengan ritual Seumeuleung, yaitu tradisi membasuh tangan raja oleh para dayang sebagai simbol penghormatan, kesetiaan, dan pengabdian rakyat kepada pemimpin adat.

Sinergi Masyarakat dan Aparat

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Zulfa Renaldo, yang hadir langsung dalam prosesi tersebut, mengapresiasi jalannya kegiatan dan menyebut tradisi ini sebagai salah satu kekuatan sosial masyarakat Aceh Jaya.

“Tradisi Peumeunap dan Seumeuleung Raja bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media pemersatu yang memperkuat ikatan sosial antarwarga dan antara masyarakat dengan aparat,” kata Kapolres.

“Kami dari jajaran kepolisian memberikan dukungan penuh, termasuk dalam hal pengamanan, agar seluruh prosesi berjalan tertib, aman, dan khidmat.”

Sajian Khas dan Ziarah Leluhur

Setelah upacara inti selesai, seluruh tamu dan peserta disuguhi kuliner khas daerah, seperti Bu Rame, Bu Leukat Takeh, dan Air Surbat, yang disiapkan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.

Sajian ini bukan sekadar pelengkap acara, melainkan bagian dari filosofi kebersamaan dalam adat Aceh.

Acara kemudian ditutup dengan ziarah ke Makam Po Teumeureuhom, tokoh legendaris yang diyakini sebagai raja besar yang mempersatukan wilayah Daya dan memimpin perjuangan melawan penjajah sejak abad ke-14.

Makam ini menjadi pusat spiritual masyarakat Daya dan titik awal sejarah panjang kerajaan-kerajaan kecil yang berdiri di pesisir barat Aceh.

Tradisi yang Terus Dijaga

Ketua Panitia Pelaksana, Tgk. Jamaluddin, mengatakan bahwa persiapan tradisi ini dilakukan jauh hari sebelumnya, termasuk koordinasi intensif dengan unsur pemerintah, keamanan, dan tokoh adat.

Hal ini dilakukan agar kegiatan adat ini tetap terjaga orisinalitas dan kekhidmatannya.

“Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Peumeunap dan Seumeuleung tidak luntur oleh zaman. Ini bukan hanya seremoni, tapi bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Aceh Jaya,” ujarnya.

Selain sebagai agenda tahunan, tradisi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya silaturahmi antarketurunan raja dan masyarakat umum, serta sebagai momentum untuk merefleksikan sejarah perjuangan nenek moyang yang telah mempertahankan tanah leluhur dengan jiwa dan raga.

TAGGED:Aceh Jayaamanat rajabahasa Dayabudaya Aceh Jayabudaya pesisir baratcalang,identitas budaya AcehKapolres Aceh JayaKomplek Makam Gle Jongkuliner khas Aceh JayaMakam Po Teumeureuhommasyarakat DayaPeumeunapRaja Dayaraja-raja Acehritual adat AcehSejarah Acehsejarah Kerajaan DayaSeumeuleung Rajatradisi adat Acehtradisi leluhurupacara adat Acehutamawww.infoaceh.netziarah makam raja
Previous Article Kepala Intel Imigrasi Kotamobagu Sulut Kaget Ada 11 WNA asal China di Lokasi Tambang Ilegal Garini Kepala Intel Imigrasi Kotamobagu Sulut Kaget Ada 11 WNA asal China di Lokasi Tambang Ilegal Garini
Next Article Empat Mahasiswa UGM Wakili Indonesia dalam Ajang PIMUN 2025 di Paris Empat Mahasiswa UGM Wakili Indonesia dalam Ajang PIMUN 2025 di Paris

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Warna Baru Demokrasi: Tanpa Interupsi dan 'Mic Mati' Keberadaan jaringan Dasco di Senayan dinilai membawa warna baru dalam proses legislasi.
Politik
Mengenal ‘Kabinda’ dan ‘Adidas’, Jaringan Politik Kuat yang Kendalikan Ritme Undang-Undang di Senayan
Jumat, 2 Januari 2026
Ekonomi
BSI Serahkan 90 Unit Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang
Sabtu, 10 Januari 2026
Surat Warga
TA Sakti, Penjaga Ingatan Tanah Rencong yang Menghidupkan Kembali Majun Aceh
Jumat, 9 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Jumat, 9 Januari 2026
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Ketiga Kalinya, Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Kembali Diperpanjang hingga 22 Januari

Kamis, 8 Januari 2026
Kejari Banda Aceh menerima pelimpahan 6 tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus dugaan korupsi pengadaan tempat cuci tangan dan sanitasi pada SMA, SMK serta SLB se-Aceh, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Hukum

6 Tersangka Korupsi Sanitasi Sekolah Diserahkan ke JPU, Satu Anggota Dewan Belum Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Sejumlah Kecamatan di Aceh Timur dan Aceh Utara Kembali Terendam Banjir

Kamis, 8 Januari 2026
Umum

KSAD Jenderal Maruli Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Jalan Takengon-Bireuen   

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Usulkan Rp146 Miliar ke BNPB untuk Bersihkan Wilayah Bencana

Kamis, 8 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?