INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

Bukan Cuma Menjilat tapi Menghina Tuhan

Last updated: Rabu, 11 Juni 2025 15:20 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Bukan Cuma Menjilat tapi Menghina Tuhan
SHARE

Infoaceh.net –  Pernyataan kontroversial kembali mengguncang jagat maya. Kali ini datang dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur, yang menyebut mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi “memenuhi syarat untuk menjadi nabi”. Ucapan tersebut sontak memicu badai kritik di media sosial, bahkan dituding sebagai bentuk penistaan agama.

Contents
  • Simbolik atau Penistaan?
  • Dedy Nur: “Itu Kiasan, Bukan Wahyu”
  • Kontroversi yang Terus Bergulir

Dedy Nur, Ketua Biro Ideologi dan Kaderisasi PSI Bali, menyampaikan pernyataan itu melalui akun X (dulu Twitter) pribadinya, @DedyNurPalakka, pada Senin (9/6/2025). Ia memuji Jokowi sebagai sosok yang sangat dekat dengan rakyat, bahkan menyebut sang mantan presiden memiliki kualitas moral dan kepemimpinan yang layak disandingkan dengan para nabi.

Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa

“Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuma sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu rakyat,” tulis Dedy dalam cuitannya.

- ADVERTISEMENT -

Pernyataan itu muncul sebagai respons atas sindiran pengguna X @jhonsitorus_19, yang mengkritik dukungan Dedy terhadap Jokowi secara berlebihan. Namun alih-alih meredakan polemik, Dedy justru menegaskan bahwa penilaiannya terhadap Jokowi adalah bagian dari ruang gagasan dan kebebasan berpikir.

“Tidak ada yang berlebihan dalam ruang idea, bro Jhon,” balas Dedy.

- ADVERTISEMENT -
UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani MoU dengan Prince of Songkla University (PSU), Thailand, sebagai upaya memperkuat jejaring akademik internasional, Selasa (13/1).
UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Universitas Songkla Thailand

Simbolik atau Penistaan?

Respons publik tak tertahan. Cuitan Dedy langsung menjadi viral dan menuai kecaman. Beberapa netizen menilai Dedy telah melecehkan nilai-nilai keagamaan.

“Jokowi itu pembohong, pengkhianat, dan ingkar janji. Disebut memenuhi syarat sebagai nabi? Itu bukan cuma menjilat, tapi menghina Tuhan,” tulis akun @ch_chotimah2.

Tak hanya warganet biasa, peneliti media dan Politik Buni Yani turut angkat suara. Ia menilai ucapan Dedy sebagai bentuk penistaan agama yang membahayakan.

Tanah amblas di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Aceh Tengah hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan. (Foto: Ist)
Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 

“Hanya orang bodoh yang menyamakan manusia zalim dengan nabi. Jangankan jadi nabi, jadi camat saja Jokowi tidak layak,” kata Buni dalam unggahan Facebook-nya, Rabu (11/6/2025).

- ADVERTISEMENT -

Buni bahkan mengutip pendapat pakar otonomi daerah Prof. Ryaas Rasyid yang menyebut Jokowi tak memenuhi kapasitas untuk jabatan publik yang lebih rendah sekalipun.

Dedy Nur: “Itu Kiasan, Bukan Wahyu”

Menanggapi kritik deras yang mengalir, Dedy Nur akhirnya memberikan klarifikasi panjang. Ia menegaskan bahwa istilah “nabi” yang digunakannya bersifat simbolik, bukan merujuk pada definisi literal sebagaimana dalam ajaran agama.

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Dedy menjelaskan bahwa “nabi” secara harfiah berarti “orang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk disampaikan kepada umat manusia”. Namun, ia menyatakan bahwa dalam tradisi filsafat dan sastra, kata tersebut sering digunakan secara metaforis.

“Socrates disebut nabi akal budi, Marx nabi revolusi kelas, Gandhi nabi tanpa senjata. Tidak berarti mereka mendengar wahyu dari Tuhan,” ujar Dedy.

Menurutnya, Jokowi layak disebut memiliki sifat kenabian karena membela rakyat, mengedepankan kesederhanaan, dan membawa pesan moral. Dedy pun menepis anggapan bahwa satu ide harus didukung banyak orang untuk sah disebut pemikiran.

“Banyak ide besar justru lahir dari satu orang. Gandhi dan Mandela dulunya juga dianggap gila.”

Kontroversi yang Terus Bergulir

Meski telah memberikan klarifikasi, gelombang kritik belum mereda. Sejumlah pihak masih menilai bahwa penyebutan “nabi” bahkan secara simbolik tetap berbahaya dan berpotensi menyinggung keyakinan umat beragama.

Dedy sendiri dikenal sebagai loyalis Jokowi. Dalam berbagai kesempatan di media sosial, ia kerap membela Jokowi dan keluarganya, termasuk di tengah kritik tajam terhadap dinasti politik yang muncul usai masa jabatan Jokowi berakhir.

Pernyataan Dedy kini menjadi topik panas di ruang publik digital dan memicu perdebatan lebih luas: sejauh mana kebebasan berpendapat dapat dibenarkan ketika menyangkut simbol-simbol suci keagamaan?***

TAGGED:nasionalperistiwaprabowo:www.infoaceh.net
Previous Article Dekan FKIP USK, Dr Syamsulrizal MKes Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK Raih Akreditasi Unggul
Next Article Harga Emas, Logam Mulia Produk Antam dan Global Kompak Naik Gegara Ini

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Selasa, 13 Januari 2026
Hukum
Empat Kali Jadi Kurir, Warga Pidie Akhirnya Ditangkap di Bandara SIM Selundupkan Sabu 1,9 Kg  
Selasa, 13 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Aceh
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa
Rabu, 14 Januari 2026
Tanah amblas di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Aceh Tengah hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan. (Foto: Ist)
Umum
Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 
Rabu, 14 Januari 2026
Hukum
Kardono Ditunjuk Jadi Kajari Aceh Barat Daya
Selasa, 13 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Ratusan personel BPBD dan Damkar Bireuen menggelar unjuk rasa di halaman Gedung DPRK Bireuen, Selasa (13/1/2026) terkait tudingan penimbunan bantuan untuk korban banjir bandang. (Foto: Ist)
Umum

Dituding Timbun Bantuan, BPBD dan Damkar Bireuen Geruduk Gedung DPRK

Rabu, 14 Januari 2026
Umum

Pemerintah Aceh Masuk 8 Besar Nasional Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Selasa, 13 Januari 2026
Umum

Tanah Amblas di Ketol Aceh Tengah Terus Meluas, Jalan Lintas Kabupaten Terancam Putus 

Senin, 12 Januari 2026
Kantor Wali Kota Langsa. (Foto: Ist)
Ekonomi

Pemerintah Aceh Tolak Evaluasi APBK Langsa 2026, Anggaran Dinilai Tak Sesuai Aturan

Senin, 12 Januari 2026
Dinas Sosial Aceh menggelar zikir dan doa bersama untuk korban banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh-Sumatera, pada Senin, 12 Januari 2026. (Foto: Ist)
Umum

Dinsos Aceh Gelar Zikir dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera

Senin, 12 Januari 2026
Tiga calon Rektor USK periode 2026-2031 yakni: Prof Agussabti, Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani. (Foto: Ist)
Pendidikan

MWA Tetapkan Tiga Calon Rektor USK Periode 2026–2031, Ini Namanya

Senin, 12 Januari 2026
Muhammad Hasbar Kuba, Koordinator Kaukus Peduli Aceh sekaligus Konsultan Hukum di DSI Lawfirm.
Politik

DPRK Diam, Publik Desak Sidang Angket Pemakzulan Bupati Aceh Selatan

Senin, 12 Januari 2026
Umum

44 Desa Terdampak Bencana di Aceh Tengah Kembali Terang dengan Genset Darurat

Senin, 12 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?