INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

Patung Jokowi di Tanah Karo Jadi Sorotan: Tak Mirip Aslinya, Malah Dikaitkan dengan Kondisi Kesehatan dan Aura Supranatural

Last updated: Selasa, 24 Juni 2025 15:52 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 9 Menit
Aneh, Patung Jokowi di Tanah Karo Disebut Mirip dengan Wajah Pak Jokowi saat Sakit
SHARE

Infoaceh.net – Patung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik karena dinilai tidak mirip dengan wajah asli mantan presiden tersebut.

Pengamat hukum dan politik, Damai Hari Lubis, menyoroti kemungkinan kesalahan teknis dalam pembuatan patung ini.

11 Jembatan Bailey di Aceh Rampung, 15 Titik Lainnya Masih Dikerjakan 

“Mungkin gambar percontohan yang digunakan seniman Tanah Karo keliru, atau justru arsiteknya yang salah menangkap esensi wajah Jokowi,” ujarnya pada 23 Juni 2025.

- ADVERTISEMENT -

Ia menambahkan bahwa patung ini, meski memiliki kemiripan sepintas, lebih mengesankan aura supranatural yang kuat, seolah menyimpan makna di luar logika biasa.

Patung setinggi 7,5 meter yang dinamakan “Juma Jokowi” ini berdiri di Desa Kutambelin, Kecamatan Tigapanah, sebagai simbol terima kasih masyarakat atas pembangunan jalan sepanjang 37 kilometer di wilayah Liang Melas Datas (LMD).

- ADVERTISEMENT -
Polda Aceh Bangun Perumahan Meutuah Residen untuk Personel

Pembangunan patung ini dibiayai melalui swadaya masyarakat dengan total dana Rp2,5 miliar, termasuk sumbangan Rp500 juta dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Namun, kontroversi muncul ketika sebagian masyarakat mengaitkan ketidakmiripan wajah patung dengan kondisi kesehatan Jokowi yang belakangan dikabarkan mengalami alergi dengan gejala gatal-gatal.

“Anehnya, patung ini justru terlihat mirip wajah Pak Jokowi saat sakit. Entah kebetulan atau ada makna lain,” tutur Damai Hari Lubis pada 23 Juni 2025.

Monopoli Pengadaan APBK Aceh Selatan, Belasan Paket Proyek Digarap CV yang Sama

Fenomena ini memicu spekulasi bahwa patung tersebut memiliki dimensi magis, terutama karena Tanah Karo dikenal kuat memegang tradisi animisme meskipun mayoritas penduduknya kini beragama Kristen dan Islam.

- ADVERTISEMENT -

Patung Jokowi di Tanah Karo menjadi perbincangan hangat karena dianggap gagal menangkap karakter wajah presiden yang dikenal dengan ekspresi kalem namun tegas.

Menurut Damai Hari Lubis, masalah ini bisa berasal dari kesalahan teknis dalam proses pembuatan. “Gambar referensi yang digunakan seniman mungkin tidak akurat, atau arsiteknya kurang cermat dalam menerjemahkan wajah Jokowi ke dalam bentuk patung,” jelasnya pada 23 Juni 2025.

Ia menegaskan bahwa ketidaksesuaian ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga memicu persepsi yang lebih dalam di kalangan masyarakat.

Namun, seniman lokal yang mengerjakan patung, Joni Tarigan, membantah adanya kekeliruan.

“Kami menggunakan foto resmi Jokowi sebagai acuan. Prosesnya melibatkan puluhan pekerja lokal dan memakan waktu berbulan-bulan,” tegasnya pada 22 Mei 2025.

Joni menjelaskan bahwa patung berbahan tembaga ini dirancang dengan penuh ketelitian untuk menghormati jasa Jokowi dalam pembangunan infrastruktur di wilayah mereka. Meski begitu, ia mengakui bahwa seni bersifat subjektif.

“Jika ada yang bilang tidak mirip, itu soal persepsi masing-masing,” tambahnya.

Kepala Desa Kutambelin, Sada Ginting, juga membela proyek ini. “Patung ini adalah wujud rasa syukur kami atas jalan 37 kilometer yang dibangun Pak Jokowi.

Mirip atau tidak, ini simbol penghargaan kami,” ujarnya pada 16 Mei 2025. Ia menekankan bahwa pembangunan jalan tersebut telah mengubah kehidupan masyarakat, memudahkan akses ke pasar dan fasilitas umum, serta meningkatkan perekonomian lokal.

Kontroversi ini semakin menarik perhatian ketika wajah patung dikaitkan dengan kondisi kesehatan Jokowi. Damai Hari Lubis mencatat bahwa setelah kabar alergi Jokowi tersebar, banyak yang melihat kemiripan patung dengan wajahnya saat sedang sakit.

“Ini bisa jadi kebetulan, tapi bagi sebagian orang, kemiripan ini seperti cerminan supranatural,” ucapnya pada 23 Juni 2025.

Tanah Karo, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, dikenal sebagai wilayah dengan warisan budaya yang kaya.

Meskipun mayoritas penduduknya kini beragama Kristen dan Islam, tradisi animisme leluhur masih kuat dipegang oleh sebagian masyarakat yang menyebut diri mereka Orang Karo atau Batak Karo.

Dalam kepercayaan ini, benda seperti patung dapat dianggap memiliki jiwa atau kekuatan spiritual. “Patung Jokowi mungkin tidak hanya sekadar karya seni, tapi juga medium yang membawa makna supranatural,” tutur tokoh adat Karo, Mbelin Ginting, pada 20 Mei 2025.

Damai Hari Lubis menawarkan perspektif psikologis terhadap fenomena ini. “Dalam kejiwaan, pemikiran magis bisa membuat seseorang percaya bahwa sebuah benda atau tindakan memiliki pengaruh supranatural.

Ini yang mungkin terjadi dengan persepsi masyarakat terhadap patung ini,” jelasnya pada 23 Juni 2025. Ia menambahkan bahwa kemiripan patung dengan wajah Jokowi yang sedang sakit memperkuat keyakinan ini, meskipun secara logis bisa dijelaskan sebagai kebetulan atau interpretasi subjektif.

Namun, tidak semua warga setuju dengan pandangan mistis. “Saya rasa ini soal seni, bukan urusan supranatural. Seniman mungkin ingin memberikan interpretasi unik,” ucap Daniel Surbakti, seorang guru di Kecamatan Tigapanah, pada 19 Mei 2025. Ia menilai bahwa patung ini tetap menjadi kebanggaan masyarakat Karo, terlepas dari kontroversi yang muncul.

Mbelin Ginting menambahkan bahwa dalam tradisi Karo, pembuatan patung tokoh penting sering diiringi ritual untuk memastikan kehadiran roh yang baik. “Saya tidak tahu apakah ritual dilakukan untuk patung ini, tapi jika iya, itu bisa menjelaskan mengapa patung ini terasa ‘berbeda’ bagi sebagian orang,” ujarnya pada 20 Mei 2025.

Pembangunan patung Jokowi sepenuhnya dibiayai oleh swadaya masyarakat, dengan total dana Rp2,5 miliar. Dana ini berasal dari sumbangan warga enam desa dan tiga dusun di wilayah LMD, ditambah Rp500 juta dari Bobby Nasution.

“Kami ingin menunjukkan bahwa rakyat Karo bisa bersatu untuk menghormati pemimpin yang telah berjasa,” tegas Sada Ginting pada 16 Mei 2025. Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan 37 kilometer telah memudahkan akses ke pasar, sekolah, dan rumah sakit, sehingga patung ini menjadi simbol rasa syukur yang mendalam.

Meski demikian, penggunaan dana sebesar itu menuai pro dan kontra. Sebagian warga menilai dana tersebut lebih bermanfaat untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan atau kesehatan. “Patung ini bagus, tapi kalau uangnya dipakai untuk beasiswa atau fasilitas umum, mungkin dampaknya lebih besar,” tutur aktivis lokal, Sari Br Ginting, pada 21 Mei 2025.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa tidak ada anggaran publik yang digunakan. “Ini murni inisiatif masyarakat. Pemerintah hanya memfasilitasi peresmian,” jelas juru bicara Pemprov Sumatera Utara, Ahmad Zulfikar, pada 18 Mei 2025.

Patung ini juga telah menjadi daya tarik wisata baru di Desa Kutambelin, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tidak ada tiket masuk, tetapi pengunjung disarankan menyumbang untuk pemeliharaan. “Setiap akhir pekan, banyak wisatawan datang berfoto. Ini membantu pedagang lokal,” ucap Lina Tarigan, pedagang suvenir, pada 19 Mei 2025.

Damai Hari Lubis menilai bahwa kontroversi ini mencerminkan dinamika sosial yang kompleks. “Patung ini tidak hanya soal seni, tapi juga tentang bagaimana masyarakat memaknai kepemimpinan dan budaya mereka. Mirip atau tidak, patung ini telah membuka diskusi yang menarik,” ujarnya pada 23 Juni 2025.

Kontroversi patung Jokowi juga ramai dibahas di media sosial, dengan pandangan yang beragam. Sebagian memuji inisiatif masyarakat Karo, sementara yang lain mengkritiknya sebagai bentuk “kultus individu”. “Patung ini menunjukkan cinta rakyat kepada Jokowi, tapi seharusnya fokusnya pada karya nyata, bukan simbol,” tulis pengguna media sosial, @KaroBersatu, pada 6 November 2023.

Bagi masyarakat Karo, patung ini bukan sekadar monumen, tetapi juga representasi identitas budaya dan solidaritas mereka. “Kami bangga bisa membangun ini tanpa bantuan pemerintah. Ini bukti kekuatan komunitas kami,” tegas Sada Ginting pada 16 Mei 2025. Patung ini juga meningkatkan kunjungan wisata, memberikan dampak ekonomi bagi pedagang lokal di sekitar lokasi.

Damai Hari Lubis menutup pandangannya dengan nada reflektif.

“Apakah patung ini benar-benar tidak mirip, atau kita yang terlalu terpaku pada ekspektasi? Yang jelas, patung ini telah menjadi cermin budaya, seni, dan persepsi masyarakat Karo,” ujarnya pada 23 Juni 2025.

Dengan segala kontroversinya, patung Jokowi di Tanah Karo tetap berdiri sebagai simbol yang kaya makna, mengundang kita untuk melihat lebih dalam tentang seni, budaya, dan hubungan manusia dengan pemimpinnya.

TAGGED:AlergiAnalisis Hukum PolitikAnimisme KaroBobby NasutionDamai Hari LubisJuma JokowiKabupaten KaroKesehatan JokowiKontroversi MiripnasionalPatung Jokowiperistiwaprabowo:Sumatera UtaraSwadaya Masyarakatwww.infoaceh.net
Previous Article 75 Orang Diciduk Polisi saat Nikmati Pesta Gay Polisi Gerebek Pesta Gay Bertajuk ‘The Big Star’ di Puncak, 75 Orang Diamankan
Next Article Iran Serang Pangkalan Militer AS, Qatar Marah-marah dan Janjikan Pembalasan Qatar Kutuk Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Militer AS Al Udeid, Ancam Balas Langsung

Populer

Olahraga
Persiraja Bungkam Persikad Depok 1-0, Gol Connor Flynn Jadi Penentu
Senin, 12 Januari 2026
Surat Warga
Kebun Pala Warga Alue Keutapang Pidie Jaya Mati Total Akibat Banjir Bandang
Senin, 12 Januari 2026
Aceh
Sekjen Pertama Partai Aceh Tgk Yahya Muadz Meninggal Dunia
Minggu, 5 September 2021
Aceh
Koalisi Sipil Nilai Perpanjangan Ketiga Darurat Bencana Aceh Bukti Kegagalan Negara
Minggu, 11 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Umum

Balai Pengajian Dayah Thalibul Huda di Aceh Besar Terbakar

Sabtu, 10 Januari 2026
Umum

Ditlantas Polda Aceh Umumkan Persyaratan Urus STNK Hilang-Rusak Akibat Bencana

Sabtu, 10 Januari 2026
Umum

500 Ton Beras dan Bantuan Logistik PMI Tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Kapolres Pidie Jaya Serahkan Ekskavator Percepat Pembersihan Lumpur

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Huntara Mulai Dibangun di Aceh Timur, Target 10 Hari Siap

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Gas Muncul di Tanah Bekas Banjir Nagan Raya, BPMA: Aman Selama Tidak Ada Pembakaran  

Jumat, 9 Januari 2026
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Bireuen, akan dimulai bulan Januari 2026. (Foto: Ist)
Umum

Bulan Ini, Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Krueng Tingkeum di Kutablang Bireuen

Jumat, 9 Januari 2026
Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman dan Ketua Yayasan Tarara Global Humanity Muhammad Haykal menandatangani MoU pembangunan fasilitas air siap minum berbasis wakaf, Rabu (7/1). (Foto: Ist)
Umum

Yayasan Turki Bangun Fasilitas Air Siap Minum Wakaf di Kampus UIN Ar-Raniry

Jumat, 9 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?