INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Transaksi Fee Proyek Pakai Uang Tunai, Perlu OTT Ungkap Korupsi di Aceh

Last updated: Senin, 28 Juli 2025 20:02 WIB
By Fauzan
Share
Lama Bacaan 3 Menit
Transaksi fee proyek di Aceh sering pakai uang tunai
Transaksi fee proyek di Aceh sering pakai uang tunai
SHARE

Banda Aceh, Infoaceh.net – Praktik korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Aceh sulit diungkap tanpa adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Menurut Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar, banyak transaksi yang terjadi dalam proses penganggaran hingga pelaksanaan proyek menggunakan uang tunai dan dilakukan secara tertutup, sehingga menyulitkan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusutnya secara tuntas.

Pemkab Aceh Utara menetapkan status Transisi Darurat menuju Pemulihan pascabencana banjir selama satu bulan, terhitung 6 Januari hingga 5 Februari 2026. (Foto: Ist)
Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh Utara Berakhir, Pemkab Tetapkan Status Transisi Selama Satu Bulan

“Selama ini, praktik korupsi di sektor pengadaan sulit dibuktikan kecuali melalui OTT, seperti yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut). Tanpa OTT, hampir mustahil terbongkar karena sistemnya rapi dan tertutup,” ujar Nasruddin, Senin (28/7/2025).

- ADVERTISEMENT -

Ia menjelaskan bahwa dana pokok-pokok pikiran (pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menjadi salah satu titik rawan korupsi. Setiap anggota DPRA disebut memiliki kewenangan menitipkan anggaran kepada Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) tertentu, yang kemudian dijadikan proyek atau kegiatan di dinas terkait.

“Setelah anggaran disepakati dengan Kepala SKPA, kemudian dimasukkan ke dalam Rencana Kegiatan RAPBA, dibahas di paripurna, dan disahkan dalam APBA. Setelah itu, anggota DPRA tinggal meminta daftar paket sesuai dana yang dititip, lalu menunjuk koordinator untuk berhubungan dengan pejabat pengadaan,” jelasnya.

- ADVERTISEMENT -
Pemerintah Aceh meminta Kemensos segera menyalurkan bantuan jaminan hidup bagi korban banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh. (Foto: Ist)
Pemerintah Aceh Minta Bantuan Jaminan Hidup Rp450 Ribu per Bulan Segera Disalurkan

Koordinator yang ditunjuk berperan sebagai “perpanjangan tangan” anggota dewan, termasuk dalam menunjuk kontraktor pelaksana.

Dalam praktiknya, fee proyek diserahkan kepada koordinator, dan anggota dewan berpura-pura tidak tahu-menahu.

“Inilah modus yang terjadi selama ini. Semua berlangsung di bawah tangan, tanpa dokumen resmi, dan diserahkan secara tunai,” tegas Nasruddin.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA.
Evaluasi Mendagri Turun, APBA 2026 Segera Ditindaklanjuti Pemerintah Aceh

Proyek Minim “Cashback” Diabaikan

- ADVERTISEMENT -

Nasruddin juga menyoroti kecenderungan anggota dewan yang hanya menitipkan dana pokir pada dinas-dinas dengan potensi “cashback” atau imbal balik tinggi.

Sebaliknya, proyek sosial seperti pembangunan rumah dhuafa jarang diminati karena dianggap tidak menguntungkan.

“Tak ada satu pun dari 2.000 rumah layak huni yang dibiayai dana pokir. Para anggota lebih suka menempatkan anggaran di dinas seperti Pendidikan Aceh, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pertanian, Koperasi, dan UKM, karena pengadaannya besar dan rawan permainan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang pernah beredar pada tahun anggaran 2023, Ketua DPRA mendapat alokasi dana pokir hingga Rp100 miliar, pimpinan DPRA Rp75 miliar, dan anggota lainnya Rp50 miliar.

Padahal, pokir semestinya berasal dari hasil Musrenbang yang mengakomodasi aspirasi masyarakat dari bawah.

Ia juga mendesak APH untuk tidak ciut menghadapi tekanan politik, termasuk dari pimpinan DPRA. Proses pemanggilan Dirkrimsus Polda Aceh oleh Ketua DPRA baru-baru ini disebut sebagai ajang “saling gertak” yang belum jelas hasilnya.

“Jangan sampai terjadi bargaining antara Polda Aceh dan pimpinan DPRA yang membuat kasus ini hilang di lorong gelap. Masyarakat butuh kejelasan dan keberanian aparat untuk bertindak,” pungkas Nasruddin.

Previous Article General Manager PLN UID Aceh, Mundhakir, bersama jajaran melakukan kunjungan ke PLTD di Pulau Balai dan Pulau Haloban, Aceh Singkil. (Foto: Ist) PLN Pastikan Pulau Terluar Aceh Terlistriki Jelang HUT ke-80 RI
Next Article Setelah harga beras premium di pasaran kian tak terkendali dan melewati batas HET, Pemerintah Aceh akhirnya baru tersadar untuk menggelar operasi pasar. Harga Beras Kian Melambung, Pemerintah Aceh Baru Tersadar Akan Gelar Operasi Pasar

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Umum
AKBP Chairul Ikhsan Gantikan Sujoko sebagai Kapolres Aceh Besar
Sabtu, 20 Desember 2025
Viral Link Video Andini Permata dan Bocil Bikin Heboh Warganet
Umum
Misteri Video Andini Permata dan ‘Bocil’: Viral Tanpa Identitas, Netizen Dibohongi?
Minggu, 6 Juli 2025
Warga Kampung Tampu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, digemparkan peristiwa pencurian dengan kekerasan (curat) yang terjadi pada Senin dini hari, 5 Januari 2026. (Foto: Ist)
Hukum
Jadi Korban Pencurian di Bener Meriah, Suami Tewas dan Istri Kritis
Selasa, 6 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Banjir susulan kembali memutus akses alternatif menuju Kampung Gemboyah, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Susulan Kembali Putus Akses 4 Kampung di Aceh Tengah

Senin, 5 Januari 2026
Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh Utara bertambah menjadi 229 orang. (Foto: Ist)
Aceh

13 Jenazah Ditemukan di Tumpukan Kayu, Korban Jiwa Banjir Aceh Utara Jadi 229 Orang

Senin, 5 Januari 2026
Mobilisasi ekonomi masyarakat di sejumlah desa terisolir di Kabupaten Aceh Tengah saat ini hanya bergantung pada sling manual swadaya masyarakat menggunakan kabel listrik PLN dan sangat tidak aman serta berbahaya untuk menyeberangi sungai berarus deras dan berbatu. (Foto: Ist)
Aceh

40 Hari Pascabanjir di Aceh Tengah, 30 Desa Masih Terisolir 

Senin, 5 Januari 2026
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memimpin Rapat Validasi Data Pembangunan Huntara bagi warga terdampak banjir di Aula Serbaguna Idi, Aceh Timur, Sabtu (3/1). (Foto: Ist)
Aceh

Jelang Ramadhan, Bupati Aceh Timur Minta Pembangunan Huntara Dipercepat

Sabtu, 3 Januari 2026
Lebih satu bulan pascabanjir bandang dan longsor melanda Aceh, warga korban bencana masih belum mampu membersihkan rumah mereka yang terkubur lumpur setinggi dua hingga empat meter. (Foto: Ist)
Aceh

Tak Mampu Bersihkan Rumah Terkubur Lumpur, Korban Banjir Aceh Minta Bantuan Pemerintah

Jumat, 2 Januari 2026
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau progres pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). (Foto: Ist)
Aceh

Prabowo Tinjau Kesiapan Huntara Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang

Jumat, 2 Januari 2026
Sebuah ironi telanjang terkuak dalam skema pembiayaan penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera. (Foto: Ist)
Aceh

Ironi Anggaran Bencana Aceh-Sumatera: Rp165 Ribu per Hari untuk TNI, Pengungsi Banjir Hanya Rp10 Ribu

Jumat, 2 Januari 2026
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma meninjau langsung kondisi baut Jembatan Bailey penghubung Bireuen–Takengon, tepatnya di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen. (Foto: Ist)
Aceh

Haji Uma Cek Langsung Baut Jembatan Bailey Teupin Mane, Ini Temuan di Lapangan

Jumat, 2 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?