Umum

Speaker Diarahkan ke Rumahnya Disetel Volume Maksimal

Infoaceh.net –  Warga Desa Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Eko mengaku mendapat teror usai protes acara sound horeg yang berlangsung di wilayahnya.

Eko mengatakan, setelah melayangkan protes, ia dan keluarganya dikucilkan, foto pribadinya bersama sang istri disebarkan ke komunitas sound horeg dengan narasi negatif, seolah mereka adalah musuh bersama.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

“Foto kami itu disebar oleh mereka, dikatakan ‘ini loh yang menghambat keberadaan sound horeg’,” ucap Eko, dilihat dari unggahan video akun Instagram @fakta.indo, Kamis, 30 Juli 2025.

Teror yang Eko dan keluarga alami tak sampai di situ. Ia menyampaikan, rumahnya juga didatangi rombongan komunitas sound horeg. Parahnya lagi, speaker sound system diarahkan langsung ke kediamannya dengan volume maksimal.

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

“Mulai jam 13.30 siang sampai sekitar pukul 21.00 malam, mereka sengaja menghadapkan sound itu ke arah rumah (saya). Kemudian sound itu disetel sekeras-kerasnya,” ucap Eko.

Eko mengatakan, insiden lebih serius pernah terjadi sebelumnya. Pada 2022, ia sempat dikeroyok oleh sekelompok massa setelah menegur rombongan sound horeg yang melintas di depan rumahnya.

Warga Desa Banyak yang tak Setuju, Tapi Pilih Diam

Menurut pengakuan Eko, warga desa sebenarnya banyak yang keberatan dengan kegiatan sound horeg. Salah satu alasannya adalah iuran yang diminta oleh panitia mencapai Rp500 ribu per kepala keluarga. Namun sayangnya, banyak warga memilih diam karena takut dikucilkan atau bahkan mendapat intimidasi serupa.

Bahkan, katadia, tak sedikit yang akhirnya memutuskan mengungsi sementara dari desa demi menghindari konflik.

Laporan ke Kepala Desa tak Digubris

Pak Eko mengaku sudah mencoba jalur resmi dengan melapor ke Kepala Desa. Sayangnya, upayanya tidak mendapat respons apa pun. Hal ini menambah kekecewaan, karena warga seperti dirinya justru dibiarkan menghadapi tekanan sendirian, tanpa perlindungan dari pemerintah desa.

Kini, satu-satunya harapan Pak Eko adalah tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Kediri dan pihak kepolisian. Ia meminta perlindungan atas kondisi yang dialami dirinya dan keluarganya, terutama dari ancaman sosial maupun kekerasan fisik yang mungkin terjadi kembali.

image_print
author avatar
Redaksi
Redaksi INFOACEH.net
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Artikel Terkait