INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Kak Limah, Wanita Eks Kombatan GAM yang Hidup Mandiri dengan Bengkelnya di Paya Bakong

Last updated: Kamis, 16 Oktober 2025 00:15 WIB
By M Zairin
Share
Lama Bacaan 6 Menit
Halimah (43) atau Kak Lima saat dikunjungi Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman atau Kak Na di bengkelnya, Gampong Pante Bahagia, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. (Foto: Ist)
Halimah (43) atau Kak Lima saat dikunjungi Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman atau Kak Na di bengkelnya, Gampong Pante Bahagia, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. (Foto: Ist)
SHARE

Paya Bakong, Infoaceh.net — Di tepi jalan berbatu Gampong Pante Bahagia, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, sebuah bengkel kecil berdiri sederhana di depan rumah papan beratap seng.

Dari dalamnya, suara kunci pas sesekali terdengar berpadu dengan desis angin yang datang dari bukit.

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Di sanalah Halimah (43), perempuan yang akrab disapa Kak Limah, bekerja setiap hari memperbaiki motor milik warga.

- ADVERTISEMENT -

Bagi masyarakat sekitar, Kak Limah bukan sekadar montir perempuan. Ia adalah sosok tangguh yang mewakili kisah panjang perempuan Aceh pascakonflik — mereka yang tidak hanya pernah menjadi saksi, tetapi juga bagian dari perjuangan.

Pertemuan Dua Perempuan Tangguh

- ADVERTISEMENT -
26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Selasa (14/10/2025) siang, suasana bengkel Kak Limah terasa berbeda. Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Usman atau Kak Na, datang bersilaturrahmi.

Mobil rombongan berhenti di depan bengkel yang sederhana itu, disambut pandangan heran beberapa warga yang melintas.

“Assalamu’alaikum Kak Limah, peu neupeuget nyan?” sapa Kak Na ramah sambil mendekat.

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

(Assalamu’alaikum Kak Limah, sedang perbaiki apa?)

- ADVERTISEMENT -

Kak Limah yang tengah berjongkok di samping motor bebek warna merah muda, segera berdiri. Tangannya yang masih berlumur oli ia seka dengan kain lusuh di bahu.

“Wa’alaikumsalam, itamong ie bak meusen baroe, lon bongkar siat,” jawabnya sambil tersenyum.

(Wa’alaikumsalam, masuk air ke mesin, sedang saya bongkar.)

Senyum keduanya merekah, mencairkan suasana. Tak ada jarak antara istri seorang gubernur dengan perempuan pekerja di pedalaman Aceh Utara itu.

Dulu Cuci Baju Pejuang, Kini Perbaiki Mesin Hidup

Dalam percakapan ringan itu, tersingkap kisah masa lalu Kak Limah. Saat konflik bersenjata melanda Aceh, ia dikenal di kalangan kombatan GAM sebagai sosok yang tak kenal takut. Rumahnya sering menjadi tempat persinggahan para pejuang yang turun gunung untuk sekadar mandi, mencuci pakaian, atau menikmati sepiring nasi hangat.

“Waktu itu hidup sulit. Tapi kalau mereka datang, saya bantu. Saya masak, cuci baju, apa saja yang bisa saya lakukan. Karena saya pikir, mereka berjuang untuk kita juga,” kenang Kak Limah sambil menunduk.

Ia tak pernah membawa senjata, tak pernah ikut pertempuran. Tapi pengabdian kecilnya — memasak, mencuci, menyembunyikan kabar — adalah bagian penting dari perjuangan itu.

“Saya hanya ingin membantu. Tidak pernah minta imbalan,” tambahnya lirih.

Suaminya, Kade (58), yang dulu juga terlibat dalam perjuangan, kini mengalami cedera permanen di tangan. Meski masih bisa bekerja, gerakannya terbatas. “Sekarang saya yang jadi pemain utama di bengkel,” kata Kak Limah dengan tawa kecil.

Kemandirian yang Tumbuh dari Luka Lama

Setelah perdamaian tercapai, Kak Limah tidak ingin terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Ia memilih bekerja keras, memanfaatkan keterampilan tangan untuk menyambung hidup.

“Hebat istri bapak ya, serba bisa,” ujar Kak Na sambil menatap bangga.

Kak Limah tersenyum malu, lalu menjawab dengan logat khas Aceh Utara: “Leu that, rah baje, pasang keramik jeut, peuget layang jeut ciet. Nyan layang lon peuget. Lon publoe ciet.”

(Banyak, cuci baju bisa, pasang keramik bisa, buat layangan juga bisa. Itu layangan buatan saya, saya jual juga.)

Ia kemudian menunjukkan beberapa layang-layang warna-warni yang tergantung di dinding bengkel. Hasil kreativitas tangannya itu kerap dibeli anak-anak kampung untuk bermain di sawah belakang rumah.

“Kadang terjual tiga atau empat sehari. Kalau lagi ramai, bisa dapat uang tambahan,” katanya bangga.

Kak Na tampak terharu melihat semangat itu. “Perempuan seperti Kak Limah membuktikan bahwa perdamaian sejati itu hidup di hati rakyat kecil — mereka tidak menuntut, hanya bekerja dan terus berbuat,” ujarnya.

Silaturahmi yang Tak Pernah Putus

Ketika ditanya apakah para mantan kombatan yang dulu ia bantu masih datang, Kak Limah mengangguk pelan.

“Masih sering datang bersilaturrahmi. Kadang cuma duduk, minum kopi, cerita masa lalu. Saya senang kalau mereka datang, berarti masih ingat,” tuturnya.

Ia menambahkan dengan nada lembut namun penuh makna, “Yang saya mau, teman-teman jangan sombong. Kalau jumpa, sapa-sapa saja, itu sudah cukup. Melihat mereka sehat, masih hidup, dan sukses saja saya sudah bahagia.”

Kata-kata itu membuat suasana hening sejenak. Di wajah Kak Limah, terlihat jelas ketulusan yang jarang ditemukan. Ia tidak menuntut apa pun dari masa lalunya, tidak pula menyesali apa yang telah berlalu. Yang tersisa hanyalah semangat hidup dan rasa syukur.

Bengkel Kecil, Cermin Perdamaian Besar

Kini, bengkel Kak Limah bukan sekadar tempat memperbaiki motor. Ia menjadi tempat bernaung, tempat cerita dan simbol perdamaian yang lahir dari tangan-tangan rakyat biasa.

Kak Na yang datang berkunjung pun mengagumi sosok Kak Limah. “Aceh butuh lebih banyak perempuan seperti Kak Limah,” katanya menutup pertemuan. “Mereka tidak hanya kuat bekerja, tapi juga kuat menjaga perdamaian.”

Sore itu, rombongan PKK Aceh pamit meninggalkan Pante Bahagia. Kak Limah kembali ke bengkelnya, mengambil kunci pas, dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Di bawah cahaya senja, perempuan itu kembali membetulkan mesin — seolah sedang memperbaiki sesuatu yang lebih besar dari sekadar kendaraan: mesin kehidupan dan perdamaian Aceh.

TAGGED:Aceh UtaraKak LimahKak NaKisah inspiratif Kak Limah montir perempuan Paya Bakong yang jadi simbol perdamaian Acehkisah pascakonflikmarlina usmanMarlina Usman kunjungi perempuan tangguh Aceh UtaraPaya Bakongpemberdayaan perempuanperdamaian Acehperempuan AcehPKK AcehPKK Aceh dorong pemberdayaan ekonomi dan kemandirian perempuan pascakonflikumkm acehutamawww.infoaceh.net
Previous Article DPW PKS Aceh menggelar konsolidasi, pelatihan kader, serta sosialisasi hasil Munas PKS di Hotel Ilona Boutique Aceh Besar, Selasa (14/10). (Foto: Ist) Sosialisasi Hasil Munas, PKS Aceh Gelar Konsolidasi dan Pelatihan Kader
Next Article Plt Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin didampingi Sekretaris Dinas Sabri saat melepas Marthunis di aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (15/10). (Foto: Ist) Disdik Aceh Lepas Marthunis, Murthalamuddin Siap Lanjutkan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Warna Baru Demokrasi: Tanpa Interupsi dan 'Mic Mati' Keberadaan jaringan Dasco di Senayan dinilai membawa warna baru dalam proses legislasi.
Politik
Mengenal ‘Kabinda’ dan ‘Adidas’, Jaringan Politik Kuat yang Kendalikan Ritme Undang-Undang di Senayan
Jumat, 2 Januari 2026
Ekonomi
BSI Serahkan 90 Unit Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang
Sabtu, 10 Januari 2026
Surat Warga
TA Sakti, Penjaga Ingatan Tanah Rencong yang Menghidupkan Kembali Majun Aceh
Jumat, 9 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Jumat, 9 Januari 2026
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Ketiga Kalinya, Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Kembali Diperpanjang hingga 22 Januari

Kamis, 8 Januari 2026
Kejari Banda Aceh menerima pelimpahan 6 tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus dugaan korupsi pengadaan tempat cuci tangan dan sanitasi pada SMA, SMK serta SLB se-Aceh, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Hukum

6 Tersangka Korupsi Sanitasi Sekolah Diserahkan ke JPU, Satu Anggota Dewan Belum Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Sejumlah Kecamatan di Aceh Timur dan Aceh Utara Kembali Terendam Banjir

Kamis, 8 Januari 2026
Umum

KSAD Jenderal Maruli Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Jalan Takengon-Bireuen   

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Usulkan Rp146 Miliar ke BNPB untuk Bersihkan Wilayah Bencana

Kamis, 8 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?