JANTHO, Infoaceh.net – Pemkab Aceh Besar harus mengambil langkah-langkah ketat dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026 akibat terjadinya penyusutan signifikan pada Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Kondisi ini membuat Aceh Besar memasuki masa krisis anggaran yang memaksa pemerintah memangkas sejumlah pos belanja, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), SPPD, hingga belanja makan-minum.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, mengungkapkan postur anggaran 2026 jauh lebih ramping dibanding tahun sebelumnya sehingga seluruh sektor harus berhemat tanpa kecuali.
“Efisiensi ini terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Aceh Besar. Dampaknya kita harus melakukan pemangkasan di banyak lini agar anggaran tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Syech Muharram, Jum’at malam (14/11/2025).
TPP Turun dari 14 Menjadi 12 Bulan
Salah satu kebijakan paling mencolok adalah pemangkasan TPP pegawai. Jika biasanya TPP diberikan selama 14 bulan, pada tahun anggaran 2026 jumlahnya dipangkas menjadi 12 bulan. Langkah ini ditempuh karena keterbatasan fiskal daerah yang tidak lagi mampu menanggung beban tambahan.
Selain itu, anggaran perjalanan dinas (SPPD) dan belanja makan-minum juga dikurangi secara terukur. Pemerintah menilai langkah tersebut harus diambil agar anggaran bisa dialokasikan ke sektor-sektor yang lebih mendesak.
“Semua harus fokus pada pemenuhan kebutuhan rakyat. Kita tidak bisa lagi mengalokasikan anggaran seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.
Beban Anggaran Meningkat, OPD Diminta Ajukan Data Riil
Selain berkurangnya TKD, meningkatnya beban anggaran seperti kewajiban pembayaran P3K dan R4 turut mempersempit ruang fiskal Aceh Besar. Karena itu, Bupati memerintahkan setiap SKPD dan OPD untuk menyerahkan data pegawai dan kebutuhan belanja secara lengkap, rinci, dan transparan.
“Kami tidak ingin ada penyusunan anggaran yang sifatnya copy–paste. Semua harus berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Transparansi itu wajib,” kata Syech Muharram.
Meski berada dalam tekanan fiskal, pemerintah memastikan bahwa prinsip pemerataan pembangunan tetap menjadi fokus utama. Aceh Besar tetap mempertahankan alokasi dana Rp 1 miliar untuk setiap kecamatan serta Rp 1 miliar untuk masing-masing dari enam daerah pemilihan (dapil).
Dana tersebut diarahkan khusus untuk program ketahanan pangan, seperti pembangunan jalan usaha tani, sumur bor, dan irigasi.
“Kita tidak bicara menang atau kalah Pilkada. Ini murni untuk pemerataan pembangunan seluruh Aceh Besar, termasuk Pulo Aceh,” tegasnya.
Menghadapi situasi fiskal yang semakin ketat, Bupati mengajak seluruh pihak—baik eksekutif, legislatif, maupun masyarakat—untuk realistis dan memahami kondisi anggaran Aceh Besar.
“Dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, kita bisa melewati masa sulit ini. Yang penting adalah terus menjaga denyut ekonomi rakyat dan menjamin pembangunan tetap berjalan,” pungkas Syech Muharram.
Aceh Besar Hadapi Krisis Anggaran 2026: TPP Pegawai Dipangkas, SPPD Dikurangi
Artikel Terkait
Taufik Zass Terpilih Jadi Ketua PWI Aceh Selatan 2026–2029
Muhammad Taufik Zass terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh…
Pemerintah Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi Penanggulangan Bencana
Banda Aceh, Infoaceh.net -- Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun meluncurkan…
Polda Aceh Bagikan 2,7 Ton Kurma ke 53 Lokasi di Banda Aceh dan Aceh…
BANDA ACEH, Infoaceh.net – Polda Aceh melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas)…
Jalan Provinsi di Banda Aceh Dibiarkan Rusak dan Berlubang di…
BANDA ACEH, Infoaceh.net – Wajah infrastruktur yang buruk di Ibu Kota Provinsi Aceh…
Ditlantas dan Polresta Banda Aceh Evaluasi Traffic Light di Simpang FE…
Banda Aceh, Infoaceh.net – Polda Aceh melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) bersama…
Buka Rakernis Bidpropam 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Jaga Marwah Polri
Banda Aceh, Infoaceh.net – Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah membuka Rapat Kerja…
Diserbu Warga, UIN Ar-Raniry Tambah Paket Buka Puasa Jadi 2.500 Porsi…
Pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak sore. Pelajar dan mahasiswa tampak…
Wakapolda Tutup Rapim Polda Aceh, Tegaskan Komitmen Kawal Stabilitas…
“Seluruh Kapolres dan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan pembinaan anggota secara…
Kuah Beulangong Dijual Siang Ramadhan di Pasar Sibreh, Satpol PP-WH…
Kasatpol PP-WH Aceh Besar, Muhajir melalui Kasi Penyidik Darwadi yang memimpin operasi…
Abaikan Fatwa MPU, Program MBG Ramadan di Aceh Dinilai…
Sebelumnya MPU Aceh mengusulkan agar konsumsi makanan selama Ramadan diserahkan sepenuhnya…
Program MBG Tetap Jalan di Aceh Selama Ramadhan, Dibagikan Sore Saat…
Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan asupan…
Polda Aceh Gelar Rapim 2026, Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan…
Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Rapim Polda Aceh menjadi momentum…

















