Bener Meriah, Infoaceh.net — Gelombang kecemasan terus menyapu dataran tinggi Gayo menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.
Di tengah kondisi medan yang kian memburuk, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengeluarkan seruan darurat SOS darurat kepada pemerintah pusat agar segera turun tangan menangani krisis kemanusiaan yang telah berlangsung hampir sepekan.
Sudah lima hari masyarakat di sejumlah titik terisolasi total. Jalur utama menuju wilayah Bener Meriah serta Aceh Tengah tertutup material longsor, menyebabkan ribuan warga terjebak tanpa akses bantuan, informasi, maupun evakuasi.
Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyampaikan situasi di lapangan berada pada fase kritis.
Hingga Sabtu (29/11), belum ada tanda-tanda kehadiran bantuan signifikan dari pemerintah pusat.
“Sudah lima hari warga bertahan tanpa kepastian. Bantuan dari pusat belum masuk sama sekali. Komunikasi terputus, informasi minim, dan masyarakat hidup dalam kecemasan. Ini situasi yang kini sangat memperhatinkan,” ujar Dahlan dalam keterangan tertulisnya, Ahad (29/11).
Minimnya akses komunikasi membuat warga hanya bergantung pada sumber informasi terbatas. Beberapa desa bahkan belum terdata akibat terputusnya jalur darat dan runtuhnya infrastruktur.
Menurut Dahlan, longsor besar yang terjadi di sejumlah titik strategis membuat seluruh akses utama menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah lumpuh total.
Kondisi ini menghambat masuknya logistik penting seperti makanan, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan darurat.
“Pemerintah harus segera mengerahkan helikopter untuk membawa makanan, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya. Setiap penundaan bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Penggunaan jalur udara dianggap satu-satunya pilihan cepat saat ini mengingat kondisi tanah yang labil dan cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah tersebut.
YARA meminta pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh untuk mengambil langkah cepat dan terkoordinasi, termasuk melibatkan BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan dinas-dinas terkait.
Proses evakuasi korban, pendataan warga, hingga penyaluran bantuan harus dilakukan secara sistematis untuk mencegah bertambahnya korban.
Dahlan menekankan lambannya respons akan memperbesar risiko kemanusiaan. Mengingat, ribuan warga kini dalam keadaan rentan, terutama anak-anak, lansia dan perempuan.
Selain mendesak pemerintah, YARA juga mengajak masyarakat luas, organisasi sosial, komunitas mahasiswa, hingga relawan di berbagai wilayah untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi warga daratan tinggi Gayo.
“Warga Bener Meriah sedang berada pada titik paling rentan. Solidaritas dan tindakan cepat adalah kunci. Kita tidak boleh membiarkan mereka menghadapi bencana ini sendirian,” tegas Dahlan.



