INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

Sebut Bencana Sumatera Hanya Mencekam di Medsos, Kepala BNPB Dikecam Tak Punya Empati

Dara Adinda
Last updated: Minggu, 30 November 2025 22:56 WIB
By Dara Adinda
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bener Meriah. (Foto: Ist)
Bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bener Meriah. (Foto: Ist)
SHARE

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memicu kecaman dari berbagai kalangan di Aceh, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Pernyataan BNPB yang menyebut kondisi “mencekam tapi membaik” serta belum memenuhi kriteria sebagai bencana nasional dinilai tidak mencerminkan empati terhadap situasi nyata di lapangan.

Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, melontarkan kritik keras terhadap Direksi Pertamina yang dinilai lamban merespons kelangkaan BBM di Aceh pascabanjir bandang dan longsor, sehingga terjadi antrian panjang di SPBU. (Foto: Ist)
Nasir Djamil Kecam Direksi Pertamina: Warga Aceh Kesulitan BBM, Antrian Panjang di SPBU

Ketua Umum HMI FKIP USK, Rivaldi, menyebut pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang “keliru dan menyakitkan”, bahkan menyebutnya sebagai “kebodohan” yang lahir dari ketidaktahuan atas kondisi warga di wilayah terdampak.

- ADVERTISEMENT -

“Ini pernyataan yang tidak punya empati. Tidak pantas keluar dari lembaga yang seharusnya berada di garis depan kemanusiaan. Ketika saya turun ke lapangan, saya melihat warga terkurung tanpa makanan, jalan terputus, anak-anak menangis. Ini bukan laporan statistik—ini nyawa manusia,” ujarnya dengan nada keras di Banda Aceh, Ahad (30/11).

Dalam laporan yang dihimpun mahasiswa, sejumlah gampong di Aceh disebut benar-benar terputus dari akses luar. Hujan deras yang belum sepenuhnya reda, longsor yang menutup jalan, serta banjir yang merusak jembatan membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan terhambat.

- ADVERTISEMENT -
Personel TNI ikut membantu proses penyaluran bantuan di Pining Gayo Lues.
Bantuan Akhirnya Jangkau Kawasan Terisolir Pining Gayo Lues

“Bantuan rakyat untuk rakyat terhenti di simpul-simpul jalan yang ambruk. Banyak warga terisolasi, orang tua bertahan di atap rumah, dan komunikasi putus,” kata Rivaldi.

Ia mempertanyakan dasar BNPB menyebut situasi membaik, sementara kondisi di lapangan masih menunjukkan krisis kemanusiaan.

“Membaik di mana? Membaik untuk siapa? Atau hanya membaik di laporan kertas yang disusun tanpa melihat lumpur di tanah kami?” tegasnya.

Pemain Persiraja Banda Aceh, Muammar Khadafi mengaku sudah lima hari tidak dapat berkomunikasi dengan anak, istri dan keluarganya di kampung halaman, Idi, Aceh Timur. (Foto: Ist)
Pemain Persiraja Muammar Khadafi Cari Keluarga di Aceh Timur: Sudah Lima Hari Tak Terhubung

BNPB: Situasi Belum Masuk Kriteria Bencana Nasional

- ADVERTISEMENT -

Di sisi lain, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan banjir dan longsor tersebut belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai bencana nasional. Ia menegaskan penetapan status harus mengacu pada perbandingan dengan dua bencana nasional yang pernah diputuskan Indonesia: pandemi COVID-19 dan tsunami Aceh 2004.

“Kita tidak perlu diskusi panjang. Yang pernah ditetapkan sebagai bencana nasional itu Covid-19 dan tsunami 2004. Sementara bencana besar lain seperti gempa Palu, NTB dan Cianjur pun tidak ditetapkan sebagai bencana nasional,” ujarnya dalam konferensi pers, Jum’at (28/11).

Menurutnya, kondisi yang tampak “mencekam” di media sosial tidak sepenuhnya mencerminkan situasi terkini di lapangan. Ia menyebut akses menuju lokasi kini lebih terbuka dibanding sebelumnya.

“Memang kemarin kelihatannya mencekam di media sosial. Tapi begitu sampai ke sini, sekarang rekan media hadir dan tidak hujan,” katanya.

Masih Berstatus Bencana Daerah

BNPB menegaskan bahwa saat ini banjir dan longsor di Sumatera bagian utara masih berstatus bencana daerah tingkat provinsi.

Meski demikian, pemerintah pusat disebut telah memberikan dukungan penuh.

“Pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, Polri dan instansi terkait mensupport semaksimal mungkin. Presiden, TNI, dan Polri juga mengerahkan bantuan besar-besaran,” tambah Suharyanto.

Kriteria Penetapan Bencana Nasional

Mengacu pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, penetapan bencana nasional mempertimbangkan lima indikator utama:

  1. Jumlah korban jiwa
  2. Kerugian harta benda

  3. Kerusakan prasarana dan sarana

  4. Luas wilayah terdampak

  5. Dampak sosial-ekonomi

Status nasional ditetapkan jika dampak bencana melampaui kapasitas pemerintah daerah dalam penanganan darurat.

HMI: Negara Tidak Boleh Abai

Menutup pernyataannya, Rivaldi menegaskan bahwa penderitaan masyarakat Aceh tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Negara tidak boleh hanya hadir ketika mengambil. Negara harus hadir ketika rakyatnya hanyut. Jika negara tidak bergerak, kami mahasiswa dan rakyat akan bersuara sampai terdengar ke pintu-pintu yang selama ini tertutup,” ujarnya.

TAGGED:Akses Bantuan TerputusBelum Kriteria Bencana NasionalBencana Hidrometeorologi AcehKepala BNPB SuharyantoKritik HMI FKIP USKPerbandingan Tsunami 2004Pernyataan Mencekam Tapi MembaikUU Nomor 24 Tahun 2007 Bencanawww.infoaceh.net
Previous Article Personel TNI ikut membantu proses penyaluran bantuan di Pining Gayo Lues. Bantuan Akhirnya Jangkau Kawasan Terisolir Pining Gayo Lues
Next Article APH Diminta Tindak Pedagang  Cari Untung Naikkan Harga di Tengah Darurat Bencana
Tidak ada komentar

Beri KomentarBatalkan balasan

Populer

Aceh
Dua Warga Aceh Terindikasi Corona, Bandara SIM Tak Periksa Suhu Tubuh Penumpang
Kamis, 2 April 2020
Aceh
KKP Banda Aceh Periksa Suhu Tubuh Penumpang di Pelabuhan Ulee Lheu
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Genjot investasi, Wali Kota Undang Pengusaha dan BKPM-RI
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Kewaspadaan Bersama Antisipasi Penyebaran Covid-19
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Delapan Rumah Terbakar di Kutacane
Sabtu, 11 April 2020

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow
IKLAN HARI PAHLAWAN PEMKO
IKLAN PEMKO SABANG SUMPAH PEMUDA
IKLAN BANK ACEH HARI SANTRI
IKLAN DJP OKTOBER 2025

Berita Lainnya

Umum

Lebih 100 Santri Terjebak Banjir di Aceh Tamiang Selama 5 Hari

Minggu, 30 November 2025
Tim Laznas Dewan Dakwah Aceh bersiap dari Posko Dewan Dakwah Aceh di gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar untuk menyalurkan bantuan ke Pidie Jaya, Ahad, 30 November 2025.
Aceh

Laznas Dewan Dakwah Aceh Antar Bantuan untuk Korban Banjir Pidie Jaya

Minggu, 30 November 2025
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Umum

Menko AHY Tekankan Penguatan Tanggap Darurat di Aceh, Sumut dan Sumbar

Minggu, 30 November 2025
Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen, terputus akibat diterjang banjir. (Foto: Ist)
Umum

Lancarkan Jalur Darat, Pemerintah Bangun Jembatan Alternatif di Awe Geutah Bireuen

Minggu, 30 November 2025
Bupati Aceh Tenggara M Salim Fakhry ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Aceh periode 2025-2030.
Politik

Tanpa Pemilihan, Salim Fakhry Langsung Ditunjuk Jadi Ketua Golkar Aceh 2025–2030

Minggu, 30 November 2025
Setelah lima hari terisolasi akibat banjir besar dan longsor, Kabupaten Aceh Tengah akhirnya dikunjungi langsung Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah menggunakan helikopter TNI, Ahad (30/11). (Foto: Ist)
Aceh

Lima Hari Terisolir, Wagub Fadhlullah Tembus Aceh Tengah dengan Helikopter TNI

Minggu, 30 November 2025
Korban meninggal dunia banjir Aceh sudah mencapai 80 orang, 71 hilang, 207.017 warga mengungsi. (Foto: Ist)
Aceh

Korban Meninggal Banjir Aceh Sudah 80 Orang, 71 Hilang, 207.017 Warga Mengungsi

Minggu, 30 November 2025
Kapal Patroli BC 30001 mengangkut bantuan logistik untuk korban bencana Aceh tiba di Pelabuhan Langsa. (Foto: Ist)
Umum

Kapal Patroli Bea Cukai Angkut Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Aceh

Minggu, 30 November 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?