Banda Aceh, Infoaceh.net — Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh terus berupaya memastikan mahasiswa yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera mendapatkan dukungan yang layak.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pembukaan pendaftaran Bantuan Biaya Hidup dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Layanan Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT).
Pendaftaran bantuan tersebut dibuka pada 9 Desember 2025, sesuai pengumuman Rektor USK. Program ini ditujukan bagi mahasiswa USK yang terdampak bencana, baik secara langsung maupun akibat kondisi keluarga yang terkena banjir dan tanah longsor.
Hingga 14 Desember 2025, tercatat 3.878 mahasiswa telah mendaftar sebagai calon penerima bantuan. Seluruh data pendaftar tersebut selanjutnya akan melalui proses verifikasi dan validasi oleh tim yang ditetapkan Universitas Syiah Kuala, guna memastikan ketepatan sasaran dan kelengkapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari hasil verifikasi tahap awal, sebanyak 1.345 mahasiswa telah berhasil diajukan untuk proses pencairan dana bantuan.
Rektor USK Prof Dr Ir Marwan berharap PPAPT dapat memproses pencairan dana tersebut secepat mungkin, dengan tetap memperhatikan tahapan serta mekanisme yang diatur dalam peraturan keuangan yang berlaku.
Selain itu, sebanyak 1.539 data mahasiswa lainnya juga telah diajukan kepada Kemdiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk dapat ditetapkan sebagai penerima Bantuan Biaya Hidup Tahap II.
“USK berharap tambahan data tersebut dapat disetujui, mengingat besarnya jumlah mahasiswa USK yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor Sumatera, baik secara pribadi maupun kondisi keluarga,” kata Rektor USK, Selasa (23/12).
Melalui program bantuan ini, USK menegaskan komitmennya hadir dan berpihak kepada mahasiswa di tengah situasi darurat, serta memastikan keberlangsungan studi mahasiswa tetap terjaga meskipun dihadapkan pada musibah bencana alam.

















