Banda Aceh, Infoaceh.net — Satuan Tugas Universitas Syiah Kuala (Satgas USK) melalui Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan terus mempersiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji tahan lama (long shelf-life ready-to-eat meals) bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan USK dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dasar pada situasi darurat.
Ketua Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan Satgas USK, Dr Satriana, menyampaikan ketersediaan makanan siap saji sangat krusial di daerah bencana yang umumnya mengalami keterbatasan fasilitas memasak dan akses bahan pangan.
Menurutnya, pangan darurat harus memenuhi aspek keamanan, kepraktisan, dan daya simpan yang memadai.
“Dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan makanan yang aman, mudah dikonsumsi, dan dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Hal inilah yang menjadi fokus utama kami dalam menyiapkan pangan darurat,” ujar Dr. Satriana, Sabtu (3/12).
Program penyediaan makanan siap saji ini sebelumnya dikembangkan oleh tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kemudian dilanjutkan oleh Tim USK melalui skema alih pengetahuan.
Tim USK telah mengikuti pelatihan yang mencakup proses pengolahan, pengemasan, hingga penerapan standar keamanan pangan, sehingga produksi dapat dilakukan secara mandiri dan terstandar.
Adapun menu makanan siap saji yang diproduksi meliputi nasi uduk dan nasi liwet dengan masa simpan minimal satu tahun.
Nasi uduk disajikan bersama lauk ikan teri Medan dan telur orak-arik, sementara nasi liwet dilengkapi dengan ayam suwir.
“Seluruh menu dirancang agar praktis dikonsumsi tanpa memerlukan peralatan dapur yang memadai, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan gizi dasar,” bebernya.
Ketua Satgas USK Prof Dr Syamsidik ST MSc menegaskan keberlanjutan program ini merupakan hasil kolaborasi antarpenguruan tinggi yang saling mendukung dalam penguatan sistem pangan darurat.
“Melalui skema ini, produksi pangan darurat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar. Satgas USK berupaya memastikan bantuan pangan selalu tersedia dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Selain mendukung respons kebencanaan, kegiatan pengolahan dan pengemasan makanan siap saji ini juga sejalan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Proses produksi yang higienis, efisien, dan terukur diharapkan dapat meminimalkan pemborosan pangan serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam jangka panjang.



