Banda Aceh, Infoaceh.net — Dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, terus menunjukkan angka yang peningkatan jumlah korban jiwa.
Hingga Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 17.00 WIB, jumlah korban jiwa secara keseluruhan tercatat 1.167 orang meninggal dunia dan 165 orang dinyatakan hilang.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, berdasarkan laporan Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh.
Aceh Catat Korban Terbanyak
Di Provinsi Aceh, bencana banjir dan longsor berdampak pada 18 kabupaten/kota. BNPB mencatat 540 orang korbsn meninggal dunia sudah ditemukan, sementara 31 orang masih dinyatakan hilang dan 233 ribu jiwa mengungsi.
Kerusakan infrastruktur di Aceh juga sangat signifikan, meliputi: 631 rumah ibadah rusak, 141 fasilitas kesehatan rusak, 1.312 fasilitas pendidikan rusak, 17 jembatan rusak, 38 ruas jalan rusak, 145.188 rumah warga rusak
Sumatera Utara
Sementara di Provinsi Sumatera Utara, bencana melanda 18 kabupaten/kota dengan jumlah korban 365 orang meninggal dunia, 60 orang hilang, dan 13,9 ribu jiwa mengungsi.
Kerusakan fasilitas umum yang tercatat antara lain: 22 rumah ibadah rusak, 67 fasilitas kesehatan rusak, 1.217 fasilitas pendidikan rusak, 4 jembatan rusak, 12 ruas jalan rusak
25.549 rumah rusak
Sumatera Barat
Di Provinsi Sumatera Barat, bencana berdampak pada 16 kabupaten/kota. BNPB mencatat 262 orang meninggal dunia, 74 orang hilang, dan 10,8 ribu jiwa mengungsi.
Kerusakan infrastruktur meliputi: 150 rumah ibadah rusak, 7 fasilitas kesehatan rusak, 659 fasilitas pendidikan rusak, 13 jembatan rusak, 31 ruas jalan rusak, dan 7.742 rumah rusak.
Rekapitulasi Tiga Provinsi
Secara keseluruhan, dari 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi tersebut, tercatat:
1.167 orang meninggal dunia, 165 orang hilang, 257,8 ribu jiwa mengungsi.
Kerusakan fasilitas umum meliputi: 803 rumah ibadah rusak, 215 fasilitas kesehatan rusak, 3.188 fasilitas pendidikan rusak, 34 jembatan rusak, 81 ruas jalan rusak.
Sedangkan kerusakan rumah warga mencapai 178.479 unit, dengan rincian: 52.303 rumah rusak berat, 43.933 rumah rusak sedang, dsn 82.243 rumah rusak ringan.
Abdul Muhari menegaskan angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring dengan proses pendataan dan perkembangan kondisi di lapangan.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait saat ini terus memfokuskan upaya pada evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta percepatan penanganan darurat di wilayah terdampak.



