PIDIE JAYA, Infoaceh.net — Di tengah belum jelasnya arah dan kepastian pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh, inisiatif justru tumbuh dari tingkat paling bawah.
Di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), warga bersama Yayasan Perempuan Anak dan Negeri (YPANBA) menyepakati program pemulihan pascabencana berbasis masyarakat, saat masa tanggap darurat masih berlangsung hingga 8 Januari 2026.
Kesepakatan tersebut lahir di tengah situasi pemulihan yang masih penuh ketidakpastian di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara selama 40 hari terakhir.
Hingga kini, banyak warga masih menghadapi keterbatasan akses bantuan, minimnya pendampingan berkelanjutan, serta belum terintegrasinya program pemulihan sosial, ekonomi dan lingkungan.
Di Gampong Blang Dalam, kondisi tersebut mendorong warga dan aparatur gampong untuk tidak menunggu lebih lama.
YPANBA yang kembali hadir untuk kedua kalinya di gampong tersebut menggelar diskusi bersama pemerintah gampong dan perwakilan warga guna merumuskan langkah pemulihan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
Program pemulihan yang disepakati menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan kelembagaan gampong.
Sejumlah lembaga gampong, seperti PKK dan Karang Taruna, dilibatkan secara aktif sebagai penggerak pemulihan. Aset gampong, termasuk mesin pencacah sampah, direncanakan untuk dioptimalkan guna mendukung pemulihan ekonomi warga sekaligus pengelolaan lingkungan pascabencana.
Ketua YPANBA, Ruwaida, menegaskan kelompok perempuan dan remaja memiliki peran strategis dalam proses pemulihan.
Menurutnya, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa perempuan dan generasi muda sering kali menjadi kelompok paling terdampak, namun sekaligus memiliki kapasitas besar untuk mendorong perubahan.
“Pelibatan perempuan dan remaja bukan sekadar simbolis. Mereka memiliki pengetahuan lokal, jejaring sosial, dan daya dorong yang kuat untuk memastikan pemulihan berjalan inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ruwaida, Ahad (4/1).
Keuchik Gampong Blang Dalam, Mukhtar, menyatakan kolaborasi dengan YPANBA menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian warga di tengah keterbatasan dukungan yang ada.
Ia menilai pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata.
“Kami berharap pemulihan ini benar-benar memperkuat warga, bukan hanya memberi bantuan sesaat. Gampong harus menjadi subjek, bukan sekadar penerima,” kata Mukhtar.
Langkah yang ditempuh di Gampong Blang Dalam menunjukkan di tengah ketidakpastian kebijakan dan lambannya transisi dari tanggap darurat ke pemulihan, inisiatif warga mampu menjadi fondasi awal untuk bangkit.
Dari gampong, proses pemulihan pascabencana di Pidie Jaya mulai dijalankan—tanpa menunggu kepastian dari atas.



















