Meulaboh, Infoaceh.net — Di saat Aceh masih bergulat dengan dampak banjir dan longsor yang meluas, aktivitas pertambangan justru dilaporkan tetap berjalan.
Informasi dan rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan lalu lintas truk-truk besar yang diduga milik rekanan perusahaan tambang batubara PT Mifa Bersaudara keluar-masuk kawasan Meulaboh, Aceh Barat.
Fakta ini memantik reaksi keras publik yang menilai empati dan kepekaan sosial tengah diuji di tengah darurat kemanusiaan.
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh telah menyebabkan ratusan ribu rumah rusak, akses jalan terputus, dan permukiman tertimbun lumpur serta puing kayu.
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana di lapangan menghadapi keterbatasan serius alat berat.
Ekskavator, bulldozer dan dump truck sangat dibutuhkan untuk membuka jalur evakuasi, membersihkan material banjir, serta memulihkan infrastruktur dasar.
Namun di saat yang sama, alat berat justru terlihat aktif mendukung operasional tambang.
Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Zakaria M. Yacob atau lebih dikenal Bang Jack Libya, menyampaikan kritik tegas terhadap kondisi tersebut.
Ia menegaskan, Aceh hingga kini masih berada dalam status darurat bencana, sehingga seluruh pihak semestinya mengedepankan kepentingan kemanusiaan.
“Aceh ini belum pulih. Lumpur masih basah, longsor masih mengancam. Dalam situasi darurat seperti ini, yang dibutuhkan rakyat adalah empati dan keberpihakan, bukan aktivitas eksploitasi yang berjalan seperti biasa,” ujar Jack Libya, Selasa, 6 Januari 2025.
Menurutnya, ketimpangan antara kebutuhan penanganan bencana dan aktivitas pertambangan mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola sumber daya alam.
Jack menilai, alat berat milik perusahaan yang selama ini mengeruk kekayaan alam Aceh seharusnya dapat dialihkan sementara untuk membantu masyarakat terdampak.
“Rakyat masih mengangkat lumpur dengan tangan, sementara alat berat sibuk mengangkut hasil tambang. Ini ironi yang menyakitkan,” katanya.
Desakan serupa juga datang dari tokoh nasional. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melalui media sosial meminta pemerintah pusat menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan dan logging di Aceh.
Ia mendorong agar peralatan berat perusahaan digeser untuk membersihkan desa-desa dan permukiman warga dari lumpur dan puing-puing bencana.
Banjir dan longsor yang dipicu Cyclone Senyar disebut sebagai salah satu bencana terparah dalam sejarah Aceh dan Sumatera.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bahkan menyebut peristiwa ini sebagai “tsunami kedua” bagi Aceh, merujuk pada skala kerusakan dan dampak sosial ekonomi yang luas.
Sejumlah laporan lapangan menyebutkan, kerugian material akibat Banjir Aceh 2025 di beberapa wilayah melampaui dampak Tsunami 2004.
Ribuan rumah rusak berat, lahan pertanian gagal panen, dan mata pencaharian warga terhenti.
Banyak kalangan menilai bencana ini diperparah oleh kerusakan lingkungan yang terjadi bertahun-tahun, mulai dari pembukaan hutan untuk perkebunan sawit hingga praktik logging legal dan ilegal yang masif.
Dalam situasi tersebut, Jack Libya menegaskan bahwa keberlanjutan aktivitas tambang di tengah bencana bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan soal nurani dan tanggung jawab sosial.
“Tambang bisa berhenti sementara, keuntungan bisa ditunda. Tapi keselamatan rakyat dan pemulihan Aceh tidak bisa menunggu,” ujarnya.
Sorotan publik yang kian menguat ini menempatkan pemerintah pusat dan pelaku usaha pada persimpangan penting, yakni melanjutkan aktivitas ekonomi seperti biasa, atau menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat Aceh yang masih berjuang keluar dari bencana.
Aktivitas Tambang PT Mifa Tetap Beroperasi di Tengah Bencana Aceh
Artikel Terkait
Meriahkan Ramadhan, Bank Aceh Kembali Hadirkan “Gampong Ramadhan in…
Banda Aceh, Infoaceh.net – Bank Aceh Syariah kembali menghadirkan kemeriahan Ramadhan 1447…
Bank Aceh Kembali Raih Predikat WTP Laporan Keuangan 2025
● Jadi Modal Utama Raih Kepercayaan Nasabah Banda Aceh, Infoaceh.net -- Bank Aceh Syariah…
Sidak di Banda Aceh Jelang Lebaran, Pertamina Periksa Takaran BBM-LPG
Banda Aceh, Infoaceh.net — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara…
Pemko Banda Aceh Bangun Instalasi Pengolahan Air Baru Senilai Rp22…
Turut hadir Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Wakil…
Dukung Program 3 Juta Rumah, Aceh Siap Bebaskan Retribusi PBG dan…
Rakor tersebut turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait,…
PLN Aceh Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026
Program bertajuk “Mudik Aman 2026: Berbagi Harapan” ini menjadi bagian dari Tanggung Jawab…
BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah di Aceh, 19.293 Agen Layani…
“BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan…
Pemerintah Aceh Gelar Rapim Percepatan Realisasi APBA 2026
Penyambutan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh…
Demam Emas Global: Harga Melesat 230 Persen, China dan Polandia Pimpin…
Sejak 2020, emas jadi primadona investasi global. Simak daftar negara pembeli emas…
Pertamina Sumbagut Perkuat Pelayanan Konsumen SPBU Selama Ramadhan
Sebagai bentuk kepedulian selama bulan Ramadhan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut…
Expo Ramadan USK Targetkan Omzet Rp350 Juta
EXIS Ramadhan USK 2026 resmi dibuka dengan 80 tenant kreatif mahasiswa dan alumni. Simak…
BPR Syariah Hikmah Wakilah Salurkan Zakat Rp75 Juta ke Baitul Mal…
Keberadaan Baitul Mal memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi zakat berjalan…
















