TAKENGON, Infoaceh.net — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Longsor menyusul kondisi lapangan yang masih membutuhkan penanganan intensif.
Perpanjangan ini ditetapkan oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui Keputusan Bupati Aceh Tengah Nomor 360/1/BPBD/2026 tentang Perpanjangan Kelima Masa Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi.
Status tanggap darurat tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 9 – 22 Januari 2026.
Keputusan perpanjangan diambil dengan mempertimbangkan situasi terkini di lapangan.
Hingga saat ini, tercatat 26 kampung masih dalam kondisi terisolir akibat terputusnya akses jalan darat dan belum tertanganinya sejumlah jembatan secara permanen.
Di beberapa lokasi, aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan logistik masih harus mengandalkan jembatan darurat berbahan kawat sling.
Keterbatasan akses tersebut juga menyebabkan sebagian bantuan terpaksa disalurkan melalui jalur udara (dropping).
Kondisi ini semakin diperparah dengan tingginya intensitas curah hujan yang masih mengguyur wilayah Aceh Tengah, sehingga meningkatkan potensi terjadinya longsor dan banjir susulan di sejumlah kecamatan.
Dalam ketetapan tersebut juga ditegaskan bahwa masa berlaku status tanggap darurat dapat dipersingkat maupun kembali diperpanjang, sesuai hasil kajian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi riil di lapangan.
Seluruh pembiayaan yang timbul akibat penetapan status tanggap darurat ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tengah Tahun 2026, serta sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan darurat, pemulihan akses wilayah, serta memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.
26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana
Artikel Terkait
Puluhan Anak TK-SD Keracunan MBG di Simpang Mamplam Bireuen
BIREUEN, Infoaceh.net – Sebanyak 45 anak dari tingkat TK, PAUD hingga SD di Kecamatan…
Mualem Potong TPP PNS Pemerintah Aceh 16,87 Persen
Kebijakan pemotongan TPP PNS ini muncul di tengah tekanan fiskal Pemerintah Aceh pada…
Ratusan Ribu Rumah Rusak, Pembangunan Huntap Lamban: Aceh Desak Pusat…
Wagub mendorong penugasan langsung kepada BUMN Karya agar proses pembangunan dapat…
Masjid Raya Baiturrahman Jadi Magnet Ramadan, Ikon Spiritualitas Aceh…
Masjid Raya Baiturrahman bersiap menyambut jemaah Ramadan 2026. Simak sejarah, keunikan…
Di Tengah Bencana, Pemerintah Aceh Terbitkan 20 Izin Tambang Sepanjang…
“Jangan sampai masyarakat hanya menerima banjir dan kerusakan lingkungan, sementara…
Jualan Siang Hari Ramadan, Usaha Makanan Cepat Saji di Banda Aceh…
“Kami memastikan seluruh poin dalam Seruan Bersama Forkopimda dipatuhi tanpa pengecualian.…
UEA Akan Bangun Masjid Agung dan Islamic Center di Banda Aceh, Pemko…
“Masjid agung yang kami idamkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat…
Gema Ramadan di Tanjung Selamat: Masjid Babul Magfirah Menjadi Jantung…
Bangunan masjid tampak mencolok dengan nuansa warna hijau dan krem yang memberi kesan…
Mendagri Tinjau Pembangunan Jembatan Kutablang Bireuen, Target Rampung…
Rombongan kemudian bergerak ke Kabupaten Pidie Jaya. Bersama Bupati Pidie Jaya Sibral…
Jalani Puasa di Tenda, Mendagri dan Wagub Tinjau Pengungsi Banjir di…
Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga hari kedua, para korban banjir bandang…
Ramadhan Tiba, Puluhan Ribu Korban Banjir Aceh Jalani Puasa di Tenda…
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemulihan pascabencana di…
Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng, Dari Rumah Ibadah Jadi Pusat…
Didirikan pada 1980 di atas tanah wakaf seluas 8.815 meter persegi, masjid ini hadir untuk…

















