ACEH UTARA, Infoaceh.net – Belum genap sebulan kembali dari pengungsian, warga Kabupaten Aceh Utara kembali harus menghadapi banjir.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (8/1/2026) menyebabkan banjir merendam sedikitnya empat kecamatan.
Empat kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Langkahan, Tanah Jambo Aye, Baktiya, dan Kecamatan Lhoksukon.
Di Kecamatan Lhoksukon, banjir merendam sedikitnya empat desa, yaitu Desa Alue Empok, Krueng LT, Dayah LT, dan Desa Kumbang LT.
Salah seorang warga Lhoksukon, Amrizal, mengatakan bahwa banjir kali ini terasa sangat memberatkan warga karena baru saja selesai membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir besar sebelumnya.
“Sebulan lalu kami mengungsi karena banjir besar pada 26 November 2025. Kami baru pulang dari pengungsian tanggal 1 Desember. Setelah bersih-bersih lumpur, sekarang rumah kami kembali terendam. Semua yang sudah dibersihkan, berlumpur lagi,” ujar Amrizal kepada Kompas.com.
Menurutnya, ketinggian air di pemukiman warga bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai satu meter. Sementara di badan jalan, ketinggian air pada Kamis malam mencapai sekitar 15 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.
Amrizal menjelaskan, banjir kali ini dipicu oleh hujan deras yang turun hampir sepanjang hari, sehingga menyebabkan Krueng (Sungai) Peuto meluap.
Kondisi tersebut diperparah dengan belum diperbaikinya tanggul yang jebol pada banjir besar sebelumnya.
“Ada dua titik tanggul yang jebol saat banjir November 2025, yaitu di Kilometer Lima dan Kilometer Tujuh. Sampai hari ini belum diperbaiki, sehingga saat air sungai naik, dua titik itu menjadi pintu masuk air ke pemukiman warga,” jelasnya.
Ia berharap hujan segera reda agar banjir cepat surut. Namun, warga juga mulai bersiap jika kondisi memburuk.
“Kalau hujan terus, kemungkinan besar kami akan mengungsi lagi,” kata Amrizal.
Selain merendam pemukiman, banjir juga dilaporkan menggenangi kawasan pengungsian di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Sejumlah tenda pengungsian di wilayah pedalaman dilaporkan terendam air.
Camat Langkahan Aceh Utara, T Reza Ichwan, belum memberikan keterangan. Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum menjawab panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan untuk meminta konfirmasi terkait kondisi banjir di wilayah tersebut.



