Banda Aceh, Infoaceh.net — Satuan Tugas (Satgas) Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana secara resmi membuka Posko Induk Nasional di Banda Aceh.
Aceh dipilih sebagai pusat kendali utama karena menjadi wilayah terdampak paling parah dalam bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera, selain Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Pembentukan Satgas Nasional ini merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Presiden menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Nasional, didampingi Wakil Ketua Satgas Richard Tampubolon, dengan dewan pengarah yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Seiring pembukaan posko induk, Tito Karnavian memimpin rapat perdana Satgas Nasional secara hybrid bersama Menko PMK, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Sekretaris Kabinet, Wakil Ketua Satgas, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, serta para sekretaris jenderal kementerian dan lembaga terkait, Kamis (8/1/2026).
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menegaskan pihaknya telah melakukan standby force dan pendampingan intensif di wilayah Sumatera sejak awal masa tanggap darurat.
“Kehadiran Posko Induk di Banda Aceh diharapkan menjadi pusat kendali terpadu untuk memastikan seluruh tahapan pemulihan berjalan terarah, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Ahad (11/1/2026).
Safrizal menyebutkan, penunjukan Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas didasarkan pada luasnya wilayah terdampak yang mencakup tiga provinsi.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Dalam Negeri, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh.
Terkait target kerja, Satgas Nasional akan bergerak secepat-cepatnya sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Prioritas utama difokuskan pada percepatan pembangunan hunian layak bagi masyarakat terdampak yang saat ini masih berada di pengungsian.
Selain itu, penanganan rumah rusak ringan dan sedang akan dipercepat melalui skema kompensasi agar warga dapat segera kembali ke tempat tinggal masing-masing.
“Selain penanganan fisik, Posko Induk juga diharapkan menjadi kanal utama komunikasi publik, terutama untuk menyampaikan perkembangan kerja pemerintah secara transparan dengan melibatkan rekan-rekan media nasional dan lokal, termasuk optimalisasi media sosial,” tambah Safrizal.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Kepala Satgas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR, Sufmi Dasco Ahmad, secara resmi menyerahkan kepemimpinan pemulihan bencana banjir dan longsor Sumatera kepada Mendagri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
“Mulai saat ini, kami persilakan Pak Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera untuk memimpin hingga seluruh proses pemulihan selesai,” kata Dasco.
Dengan demikian, Satgas Nasional yang dipimpin Tito akan mengambil alih penuh eksekusi pemulihan pascabencana di lapangan.
Sementara itu, Satgas Galapana DPR RI tetap berperan sebagai pendamping, menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi sesuai kewenangan DPR RI.
Langkah ini menjadi tonggak awal penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera berjalan efektif, terukur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat terdampak.
Aceh Jadi Posko Induk Nasional Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Artikel Terkait
Puluhan Anak TK-SD Keracunan MBG di Simpang Mamplam Bireuen
BIREUEN, Infoaceh.net – Sebanyak 45 anak dari tingkat TK, PAUD hingga SD di Kecamatan…
Mualem Potong TPP PNS Pemerintah Aceh 16,87 Persen
Kebijakan pemotongan TPP PNS ini muncul di tengah tekanan fiskal Pemerintah Aceh pada…
Ratusan Ribu Rumah Rusak, Pembangunan Huntap Lamban: Aceh Desak Pusat…
Wagub mendorong penugasan langsung kepada BUMN Karya agar proses pembangunan dapat…
Masjid Raya Baiturrahman Jadi Magnet Ramadan, Ikon Spiritualitas Aceh…
Masjid Raya Baiturrahman bersiap menyambut jemaah Ramadan 2026. Simak sejarah, keunikan…
Di Tengah Bencana, Pemerintah Aceh Terbitkan 20 Izin Tambang Sepanjang…
“Jangan sampai masyarakat hanya menerima banjir dan kerusakan lingkungan, sementara…
Jualan Siang Hari Ramadan, Usaha Makanan Cepat Saji di Banda Aceh…
“Kami memastikan seluruh poin dalam Seruan Bersama Forkopimda dipatuhi tanpa pengecualian.…
UEA Akan Bangun Masjid Agung dan Islamic Center di Banda Aceh, Pemko…
“Masjid agung yang kami idamkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat…
Gema Ramadan di Tanjung Selamat: Masjid Babul Magfirah Menjadi Jantung…
Bangunan masjid tampak mencolok dengan nuansa warna hijau dan krem yang memberi kesan…
Mendagri Tinjau Pembangunan Jembatan Kutablang Bireuen, Target Rampung…
Rombongan kemudian bergerak ke Kabupaten Pidie Jaya. Bersama Bupati Pidie Jaya Sibral…
Jalani Puasa di Tenda, Mendagri dan Wagub Tinjau Pengungsi Banjir di…
Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga hari kedua, para korban banjir bandang…
Ramadhan Tiba, Puluhan Ribu Korban Banjir Aceh Jalani Puasa di Tenda…
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemulihan pascabencana di…
Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng, Dari Rumah Ibadah Jadi Pusat…
Didirikan pada 1980 di atas tanah wakaf seluas 8.815 meter persegi, masjid ini hadir untuk…

















