Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh, Infoaceh.net — Penetapan tiga calon kuat Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh periode 2026–2031 oleh Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Senin (12/1), menjadi momentum penting yang akan menentukan arah dan wajah pendidikan tinggi Aceh lima tahun ke depan.

Salah satu calon yang ditetapkan adalah Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA, yang merupakan mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK.

Di tengah proses tersebut, aspirasi publik mulai menguat. Masyarakat menaruh harapan besar agar USK dipimpin oleh figur yang tidak hanya piawai secara administratif, tetapi juga memiliki visi jauh ke depan, mampu menjawab tantangan global, serta tetap berpijak pada kebutuhan dan karakter Aceh.

Ketua Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh, Drs M. Isa Alima, menyebutkan, bahwa USK membutuhkan pemimpin dengan kepemimpinan transformatif—sosok yang mampu mengintegrasikan keunggulan akademik, inovasi riset dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“USK harus dipimpin oleh figur yang mampu membaca perubahan zaman, menjahit kepentingan lokal dengan tantangan global, dan menjadikan kampus sebagai motor penggerak kemajuan Aceh,” ujar Isa Alima, Senin (12/1).

Menurutnya, di tengah ketatnya kompetisi global antarperguruan tinggi, USK tidak boleh terjebak pada rutinitas akademik semata.

Kampus kebanggaan Aceh itu dituntut berani melakukan lompatan strategis melalui penguatan riset, inovasi, dan hilirisasi ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“USK bukan sekadar institusi akademik. Ia adalah mata air gagasan dan pusat harapan masa depan Aceh. Menahkodai USK berarti mengelola masa depan generasi Aceh, bukan hanya mengurus mahasiswa hari ini,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Isa Alima secara terbuka menyatakan penghormatan dan keyakinannya kepada Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA—Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK bidang pemasaran jasa—sebagai figur paling tepat untuk memimpin USK periode lima tahun ke depan.

Ia menilai Prof Mirza Tabrani merepresentasikan perpaduan ideal antara kapasitas intelektual, pengalaman manajerial, serta visi pembangunan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

“Beliau memiliki pemahaman kuat tentang tata kelola modern perguruan tinggi, penguatan jejaring nasional dan internasional, serta keberanian mengambil keputusan strategis. Ini penting agar USK terus maju dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional,” jelas Isa yang juga Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh.

Lebih lanjut ia menekankan, kepemimpinan USK ke depan harus mampu menjembatani keunggulan akademik dengan kontribusi sosial.

Kampus, kata dia, harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan ketimpangan, penggerak inovasi ekonomi, sekaligus penguat karakter generasi muda Aceh.

“Dengan Prof Mirza Tabrani, saya melihat peluang besar bagi USK untuk melaju lebih jauh sebagai universitas unggul, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi pendidikan serta pembangunan masa depan Aceh,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menambah dinamika dalam proses pemilihan Rektor USK, sekaligus mencerminkan harapan publik agar kampus kebanggaan Aceh dipimpin oleh sosok yang mampu menjaga marwah keilmuan dan melangkah pasti menatap masa depan.