Banda Aceh, Infoaceh.net — Bencana ekologis banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh sejak 26 November 2025 menimbulkan dampak sangat besar, baik dari sisi korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur dan harta benda.
Hingga pertengahan Januari 2026, ratusan warga dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Berdasarkan data terbaru dari Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh di Banda Aceh, Rabu (14/1/2026) pukul 20.00 WIB, tercatat 559 orang meninggal dunia dan 31 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor tersebut. Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi ini berdampak pada 18 kabupaten/kota di Aceh. Jumlah warga terdampak mencapai 670.826 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 2.584.067 jiwa. Selain korban meninggal dan hilang, tercatat 4.939 orang mengalami luka ringan serta 456 orang mengalami luka berat. Jumlah pengungsi juga masih cukup tinggi. Data posko mencatat terdapat 988 titik pengungsian yang menampung 46.954 KK atau 142.112 jiwa. Para pengungsi tersebar di berbagai lokasi aman, termasuk balai desa, sekolah, rumah ibadah, dan tempat penampungan sementara lainnya. Bencana ini turut menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas umum dan layanan dasar masyarakat. Tercatat 227 gedung dan kantor pemerintahan rusak, 641 rumah ibadah mengalami kerusakan, 146 fasilitas kesehatan terdampak, serta 1.665 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Sektor infrastruktur transportasi juga mengalami dampak berat. Sebanyak 1.593 ruas jalan dilaporkan rusak, sementara 468 unit jembatan terdampak, sehingga menghambat akses logistik, distribusi bantuan, dan mobilitas warga di sejumlah wilayah. Kerugian harta benda masyarakat tercatat sangat besar. Data posko mencatat 148.806 unit rumah rusak, 63.187 ekor ternak mati atau hilang, serta kerusakan pada lahan pertanian berupa 56.652 hektare sawah, 100.376 hektare kebun, dan 32.341 hektare tambak. Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, relawan, dan berbagai pihak terkait terus melakukan upaya penanganan darurat, pencarian korban hilang, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pemulihan awal di wilayah terdampak. Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menyatakan angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus berubah seiring dengan perkembangan situasi serta hasil pendataan lanjutan di lapangan.


















