Umum

Aceh Tenggara Turunkan Status Darurat Bencana ke Pemulihan

Kutacane, Infoaceh.net — Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menjadi daerah pertama di Aceh yang menurunkan status dari tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor ke tahap pemulihan pascabencana.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Ia mengaku bangga atas kinerja Kapolres Aceh Tenggara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menangani bencana secara cepat dan terpadu.
“Saya sangat bangga terhadap Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda. Kabupaten ini menjadi yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” kata Irjen Pol Marzuki Ali Basyah saat kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (19/1/2026).
Jenderal bintang dua asal Tangse itu menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari soliditas dan kerja sama antara bupati, Forkopimda, Kapolres, Dandim, serta seluruh elemen masyarakat yang saling bahu-membahu dalam penanganan bencana.
Menurutnya, kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi filosofi hidup masyarakat Aceh Tenggara. Ia berharap semangat itu terus dipertahankan dan digelorakan dalam proses pembangunan daerah ke depan.
Abituren Akabri 1991 itu mengungkapkan ia melihat langsung kepemimpinan daerah yang aktif hadir di tengah masyarakat.
Bupati, Kapolres, dan Dandim disebutnya konsisten turun ke lapangan serta memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.
“Saat itu tentu tidak mudah, karena sebagian dari mereka juga merupakan korban bencana. Namun karena semangat sepakat segenep sudah berjalan dengan baik, semua tantangan bisa diatasi. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Kapolda turut mengajak seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan di Kabupaten Aceh Tenggara diselesaikan secara bersama-sama dengan mengedepankan musyawarah dan kebersamaan guna mempercepat pemulihan.
Ia juga mengingatkan bahwa saat bencana pertama kali terjadi, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda berjalan efektif dan responsif.
Selain itu, Kapolda Aceh mengimbau masyarakat untuk mendukung langkah-langkah pemerintah dalam proses pemulihan.
Jika masih terdapat kekurangan, ia meminta agar dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama, bukan saling menyalahkan atau mengekspos secara negatif.
“Kita semua punya keterbatasan. Kesempurnaan hanya milik Allah. Mari kita saling menutupi kekurangan dan membangun Kutacane yang kita cintai ini bersama-sama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh juga menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat yang masih perlu dibantu, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
“Kami membawa bantuan sembako dan memiliki empat unit helikopter. Menjelang puasa, mari kita data kebutuhan masyarakat dan menyalurkannya dengan tepat. Dengan begitu, semangat sepakat segenep dapat terus kita jaga,” pungkasnya.
Editor: Arif Ramdan

Beri Komentar

Artikel Terkait