Kemenangan ini diraih melalui riset mendalam mengenai kesehatan mental tenaga kesehatan yang bertajuk: Innovative Esketamine Nasal Spray as Adjunctive Therapy for Treatment-Resistant Depression: A Systematic Review and Meta-Analysis on Its Potential Use in Healthcare Workers.
Tim peneliti yang terdiri dari lima mahasiswa tangguh: Salwa Keisha, Nazira Evanda, Naja Nurilhaqqi Araz Albani, Putri Suhaila, dan Najwa Alifa. Mereka mengangkat isu yang sangat krusial bagi dunia medis saat ini.
Fokus penelitian ini diarahkan secara khusus pada tenaga kesehatan, kelompok yang rentan mengalami tekanan psikologis berat, burnout, hingga depresi akibat beban kerja yang ekstrim.
“Penelitian ini kami susun sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental rekan sejawat dan tenaga kesehatan yang sering kali terabaikan, padahal mereka adalah garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan,” ungkap Salwa, mewakili tim.
Prestasi ini tidak diraih dengan mudah. Tim FK USK harus bersaing ketat dengan delegasi dari universitas-universitas ternama di berbagai negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, Singapura dan Thailand.
Karya mahasiswa USK dinilai unggul oleh dewan juri internasional karena relevansi topik yang sangat kuat, ketajaman metodologi penelitian, serta kontribusi nyata terhadap diskursus kesehatan mental berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine).
Keterlibatan mereka dalam ajang ini merupakan bagian dari delegasi Asian Medical Students’ Association (AMSA) USK di bawah naungan AMSA Indonesia, yang membuktikan aktifnya peran mahasiswa kedokteran Aceh dalam jaringan akademik global.
Capaian membanggakan ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan universitas.
“Prestasi di Nepal ini membuktikan mahasiswa USK mampu menghadirkan kontribusi ilmiah yang relevan terhadap isu global. Kami berkomitmen penuh mendukung pengembangan potensi mahasiswa agar terus berani membawa nama USK ke panggung dunia,” tegas Prof Mustanir.
Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FK USK Dr Rina Suryani Oktari SKep MSi menilai capaian ini sebagai wujud nyata dari keunggulan akademik yang dibarengi dengan kepekaan sosial.
“Karya ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga peka terhadap isu kesehatan dunia. Ini adalah inspirasi bagi seluruh civitas akademika,” ujar Rina.















