Marak Penipuan Gebyar Hadiah Catut Bank Aceh, Nasabah Diimbau Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

Banda Aceh, Infoaceh.net — Seiring maraknya upaya penipuan yang mengatasnamakan PT Bank Aceh Syariah, manajemen Bank Aceh mengimbau seluruh nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital, khususnya yang menjanjikan hadiah “Gebyar Bank Aceh” atau undian berhadiah.
Belakangan ini, Bank Aceh menemukan sejumlah akun palsu dan pesan berantai yang beredar melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, hingga sambungan telepon.
Pesan-pesan tersebut menawarkan hadiah dengan syarat mudah, namun mencatut nama dan identitas Bank Aceh.
Modus tersebut merupakan bentuk phishing yang bertujuan mencuri data pribadi nasabah, termasuk informasi perbankan yang dapat berujung pada pengurasan saldo rekening.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, melalui Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Ilham Novrizal, menegaskan bahwa keamanan dana dan data nasabah menjadi prioritas utama perbankan.
Namun demikian, perlindungan tersebut memerlukan peran aktif dari nasabah.
“Kami mengamati adanya peningkatan upaya penipuan digital yang semakin canggih. Pelaku sering menggunakan identitas palsu yang sangat mirip dengan identitas resmi Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat. Karena itu, kami mengimbau nasabah agar tidak pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai karyawan bank,” ujar Ilham dalam keterangannya, Selasa (20/1).
Ilham menegaskan, Bank Aceh tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah melalui saluran tidak resmi.
“Perlu diingat, Bank Aceh tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP melalui media sosial, pesan singkat, atau telepon. Jika ada pihak yang meminta data tersebut, dapat dipastikan itu adalah hoaks dan bentuk penipuan. Segera abaikan dan laporkan melalui kanal resmi Bank Aceh,” tegasnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat beberapa modus utama yang kerap digunakan pelaku, antara lain pemberitahuan sebagai pemenang undian berhadiah yang mengharuskan nasabah memberikan data akun atau membayar biaya administrasi tertentu, serta akun palsu berlogo Bank Aceh yang secara aktif menghubungi nasabah melalui pesan pribadi.
Untuk menghindari kerugian finansial, Bank Aceh memberikan sejumlah panduan kepada nasabah, di antaranya hanya berinteraksi dengan akun media sosial resmi Bank Aceh, tidak pernah membagikan kode OTP (One-Time Password) kepada siapa pun, serta selalu menggunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung melalui Google Play Store atau Apple App Store.
Nasabah juga diimbau untuk tidak mengklik tautan dari nomor atau akun tidak dikenal yang mengarahkan pada pengisian data pribadi.
Untuk memperoleh informasi yang akurat atau menyampaikan pengaduan, nasabah dapat menghubungi Contact Center Bank Aceh di nomor 1500845 atau mengakses situs resmi www.bankaceh.co.id.
“Bank Aceh terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan siber secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah untuk bersama-sama menjaga keamanan finansial di era digital,” tutup Ilham.