Banda Aceh, Infoaceh.net – Pasca diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR), Muhammad Tito Karnavian, dijadwalkan melakukan inspeksi lapangan di sepanjang Pantai Utara Aceh, Rabu (21/1/2026).
Inspeksi tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana berjalan sesuai target, khususnya di wilayah pesisir utara Aceh yang terdampak cukup parah.
Kunjungan lapangan akan dimulai dari Kabupaten Pidie Jaya hingga Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa Kasatgas PRR akan tiba di Aceh didampingi Kepala Staf Umum TNI serta Kepala BNPB selaku Wakil Kasatgas PRR. Selama beberapa hari ke depan, rombongan akan turun langsung ke sejumlah titik krusial terdampak bencana.
“Inspeksi ini bertujuan memastikan pemulihan pascabencana dilakukan secara sungguh-sungguh, terintegrasi, dan dalam koridor percepatan,” ujar Safrizal.
Sejumlah lokasi yang akan ditinjau meliputi fasilitas pendidikan, permukiman warga, lahan pertanian, rumah ibadah, serta infrastruktur dasar. Di Kabupaten Pidie Jaya, Kasatgas PRR dijadwalkan meninjau SMAN 2 Meureudu yang masih tertimbun lumpur hingga atap bangunan serta sawah di Gampong Beuringen seluas sekitar 32,9 hektare yang mengalami rusak berat.
Di Kabupaten Bireuen, peninjauan dilakukan di permukiman warga Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, serta SDN 5 Kubu yang hingga kini masih tergenang air dan lumpur.
Sementara di Kabupaten Aceh Utara, rombongan akan mengunjungi Dusun Tanah Merah, Dusun Bidari, dan Dusun Seulemak, yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.
Selanjutnya, di Kabupaten Aceh Timur, Kasatgas PRR dijadwalkan meninjau lokasi Masjid Jabal Nur yang hilang tersapu banjir serta SDN Sarah gala yang masih terisolasi.
Sedangkan di Kabupaten Aceh Tamiang, peninjauan difokuskan pada dusun-dusun yang distribusi bantuan logistiknya belum merata.
Safrizal menegaskan, percepatan penanganan di Aceh menjadi sangat penting mengingat waktu yang semakin terbatas menjelang bulan Ramadhan dan IdulFitri.
Usai dari Aceh, Kasatgas PRR dijadwalkan melanjutkan inspeksi ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
















