Mendagri Tito Puji Kinerja Bupati Aceh Timur Tangani Dampak Bencana

Aceh Timur, Infoaceh.net — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memuji kepemimpinan dan kinerja Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam menangani dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah kabupaten tersebut.
Pujian itu disampaikan saat Mendagri bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Kamis (22/1/2026).
Rombongan Mendagri tiba di Gampong Sahraja menggunakan helikopter TNI Angkatan Darat pukul 14.00 WIB, sementara helikopter rombongan Kepala BNPB mendarat di lokasi yang sama.
Setibanya di lokasi, Mendagri langsung meninjau sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan parah, di antaranya masjid yang rata dengan tanah serta Sekolah Dasar Negeri Sarahgala yang rusak berat akibat terjangan banjir.
Dalam kunjungannya, Tito Karnavian mengaku melihat langsung besarnya dampak banjir yang melanda Gampong Sahraja.
Ia menilai ketinggian bekas genangan air dan puing-puing kayu yang tersisa menjadi bukti kuat dahsyatnya bencana tersebut.
“Kita melihat langsung tanda-tanda tingginya genangan banjir. Yang paling utama tentu adalah menolong warga, mengurus pengungsian, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Tito.
Mendagri menegaskan pemerintah pusat bersama BNPB dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus berupaya membuka akses menuju wilayah terdampak.
Meski demikian, hingga kini masih terdapat beberapa kawasan yang hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan trail untuk pengiriman logistik.
“Khusus di Sahraja, Pante Bidari, masih ada daerah terpencil yang belum bisa diakses kendaraan roda empat. Namun saya melihat Pak Bupatinya sangat militan, turun langsung membantu penyediaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Tito, langkah selanjutnya yang menjadi prioritas adalah membuka akses jalan agar kendaraan roda empat dapat masuk ke wilayah terdampak serta mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara).
Ia menyebutkan, sebagian besar warga memilih direlokasi di lokasi yang lebih tinggi di wilayah setempat atau secara in-situ.
Mendagri mengapresiasi proses pemulihan pascabanjir di Aceh Timur yang dinilainya berjalan cukup baik. Hal itu ditandai dengan tidak adanya lagi wilayah yang benar-benar terisolir dari bantuan logistik.
“Ini tidak terlepas dari semangat dan kepemimpinan Bupati. Saya lihat mental dan gaya kepemimpinannya sangat kuat,” kata Tito.
Selain penanganan pengungsian, Mendagri memastikan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak terdampak banjir tetap berjalan meskipun masih menggunakan tenda darurat.
Pemerintah pusat, kata dia, akan menambah fasilitas pendukung pendidikan.
“Kita akan bantu tenda untuk guru, papan tulis, seragam sekolah, alat tulis, hingga meja lipat. Termasuk juga pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang putus akibat banjir,” tambahnya.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran langsung Mendagri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB di Gampong Sahraja.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Timur yang terdampak bencana.
“Kehadiran Bapak Menteri dan Kepala BNPB menjadi penyemangat bagi masyarakat kami yang sedang menghadapi musibah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat hadir dan serius dalam memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana berjalan dengan baik,” ujar Al-Farlaky.
Bupati Al-Farlaky menjelaskan, khusus di Gampong Sahraja terdapat sebanyak 233 kepala keluarga yang terdampak banjir, menjadikannya salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan terparah di Aceh Timur.
Bantuan pascabencana telah disalurkan melalui jalur sungai dan udara menggunakan helikopter.
“Pembangunan hunian sementara terus kami pacu dan sebagian sudah ditempati warga,” jelasnya.
Usai mendampingi kunjungan Mendagri, Bupati Al-Farlaky kembali meninjau dusun-dusun di Gampong Sahraja serta berdialog langsung dengan masyarakat untuk memastikan seluruh warga terdampak terdata dengan baik.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal. Saya minta perangkat gampong mengecek ulang data agar semua mendapatkan bantuan hunian sementara,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Bupati Al-Farlaky mengimbau agar tetap bersabar dan menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja maksimal dalam proses pemulihan.
“Kami tidak diam. Pemerintah bekerja semaksimal mungkin agar masyarakat Aceh Timur bisa kembali pulih seperti sedia kala,” pungkasnya.