Aceh Besar, Infoaceh.net – Umat Islam harus senantiasa meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, khususnya puasa sunnah di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Direktur Wilayah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Dakwah dan Sumber Daya Manusia Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPDSDM BKPRMI) Aceh, Ustaz Almuzanni SSos MSos menyampaikan hal itu dalam khutbah Jum’at di Masjid Baitul Maqdis Seuot, Kecamatan Indrapuri, 30 Januari 2026 bertepatan dengan 11 Sya’ban 1447 Hijriah.
Ia mengutip hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menyebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh selain di bulan suci Ramadan dan tidak ada bulan yang beliau perbanyak puasanya melebihi bulan Sya’ban.
Ustaz Almuzanni menjelaskan, alasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak puasa di bulan Sya’ban diterangkan dalam hadis riwayat Ahmad, al-Baihaqi, dan an-Nasa’i dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah menyebutkan Sya’ban merupakan bulan yang sering dilupakan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan, dan pada bulan itu amal perbuatan selama setahun diangkat kepada Allah Ta‘ala.
Karena itu, Rasulullah merasa gembira apabila amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.
“Bulan Sya’ban jembatan menuju Ramadhan. Rasulullah sangat mencintai berpuasa di bulan ini, lalu menyambungkannya dengan puasa Ramadhan,” ujarnya, mengutip hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan an-Nasa’i dari Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Selain meneladani Rasulullah, Ustaz Almuzanni juga mengingatkan keteladanan para ulama salaf yang menjadikan bulan Sya’ban sebagai momentum memperbanyak membaca Al-Qur’an, berpuasa, berdzikir, melaksanakan shalat malam, serta mengurangi kesibukan duniawi guna meningkatkan kualitas spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak jamaah yang telah memenuhi syarat nisab dan haul untuk menunaikan zakat mal.
Ia juga mendorong peran pemerintah, khususnya Pemerintah Aceh, agar terus memperkuat kebijakan yang mendorong aparatur dan masyarakat menyalurkan zakat melalui Baitul Mal, sehingga dapat membantu saudara-saudara muslim yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam.
Ustaz Almuzanni juga menyinggung keutamaan malam Nisfu Sya’ban. Ia mengutip hadits riwayat Ibnu Majah yang menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam tersebut dengan shalat sunnah dan berpuasa pada siang harinya.
Di akhir khutbah, ia menyampaikan beberapa peristiwa penting yang terjadi pada bulan Sya’ban dalam sejarah Islam, di antaranya turunnya perintah kewajiban puasa Ramadhan pada tahun 2 Hijriah, terjadinya Perang Bani Musthaliq pada tahun 6 Hijriah, serta wafatnya dua ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama‘ah, Imam Abul Hasan al-Asy‘ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi.
“Marilah kita mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan amal saleh, dan memperkuat kepedulian sosial, agar Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan lebih bermakna,” pungkas Tenanga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa, Kabupaten Aceh Besar ini. (Sayed M. Husen)

















